PROKAL.co, BALIKPAPAN— Tabir identitas seluruh korban meninggal dunia dalam insiden miringnya kapal feri KM Dharma Kartika IX di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, akhirnya terungkap. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Timur memastikan ketiga korban telah teridentifikasi secara sah setelah rangkaian proses identifikasi medis dan forensik diselesaikan.
Proses identifikasi dilakukan secara cermat melalui penggabungan data antemortem dan postmortem yang dihimpun oleh Tim DVI Polda Kaltim bersama Tim Inafis Polresta Balikpapan serta tim medis Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan.
Pelaksana Harian Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan, AKBP I Made Suanda Menara, menjelaskan bahwa metode identifikasi mengandalkan pembandingan data korban sebelum dan setelah meninggal dunia.
“Data antemortem diperoleh dari keluarga dan dokumen resmi korban, sementara data postmortem berasal dari pemeriksaan medis terhadap jenazah,” ujar I Made Suanda Menara dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Balikpapan, Selasa (27/1/2026).
Ia menambahkan, data antemortem mencakup identitas personal, ciri fisik khusus, rekam data gigi, hingga barang pribadi korban. Sementara data postmortem meliputi sidik jari, kondisi fisik, temuan klinis, serta properti yang melekat pada jenazah. Seluruh data tersebut kemudian direkonsiliasi untuk memastikan kecocokan identitas. “Identitas korban dinyatakan valid apabila data primer dan data pendukung menunjukkan kesesuaian,” katanya.
Hasil identifikasi menetapkan korban pertama atas nama Idam Rapi (51), laki-laki, kelahiran Ujung Pandang, 6 Mei 1974. Kepastian identitas korban diperoleh melalui pencocokan sidik jari sebagai data primer oleh Tim Inafis.
Korban kedua diketahui bernama Nur Lina (41), perempuan, lahir di Cenranae pada 1 Juli 1984. Identifikasi korban dilakukan berdasarkan kombinasi temuan klinis, properti pribadi, serta data primer berupa sidik jari.
Sementara korban ketiga teridentifikasi atas nama Nina (64), perempuan, lahir di Cenranae pada 1 Juli 1961. Proses identifikasi diperkuat oleh temuan ciri khusus di bagian dahi yang sesuai dengan data antemortem, serta pencocokan properti dan sidik jari.
Dengan rampungnya proses identifikasi, seluruh jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Aparat terkait masih melanjutkan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti insiden miringnya kapal feri tersebut.
Editor : Wawan