Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Menteri Lingkungan Hidup Tinjau Pengelolaan Sampah di Balikpapan, Pantau Langsung Hingga Permukiman Warga

Wawan • 2026-02-06 19:44:56

Photo
Photo

PROKAL.co, BALIKPAPAN — Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (6/2) sore. Dalam kunjungan tersebut, Hanif memantau langsung pengelolaan lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah hingga perlindungan satwa endemik pesut Mahakam.

Photo
Photo

Photo
Photo

Hanif tiba di Balikpapan sekitar pukul 15.00 Wita. Dari Bandara, ia langsung menuju Kampung Pinis, kawasan Markoni, sekitar pukul 16.00 Wita. Berbeda dari kunjungan resmi pada umumnya, Menteri Lingkungan Hidup sengaja meninjau lapangan tanpa pengawalan Pemerintah Kota Balikpapan.

Langkah tersebut dilakukan agar ia dapat berdiskusi langsung dengan masyarakat serta melihat secara riil kondisi pengelolaan sampah di lingkungan permukiman warga.

Di Kampung Pinisi yang berada tak jauh dari Teluk Balikpapan, Hanif menyapa dan berdialog langsung dengan warga. Ia mendatangi sejumlah rumah untuk menanyakan pola pengelolaan sampah rumah tangga, termasuk ke mana sampah dibuang dan bagaimana penanganannya sehari-hari.

Usai dari Kampung Pinisi, Hanif melanjutkan kunjungan ke Pasar Baru serta Kampung Bungas di kawasan Gunung Sari. Kunjungan mendadak tersebut mendapat respons positif dari warga dan para pedagang. Tak sedikit masyarakat yang penasaran dan bertanya mengenai agenda serta sosok pejabat yang datang langsung ke lokasi.

Menteri Lingkungan Hidup kemudian melanjutkan peninjauan ke Pasar Pandan Sari, salah satu pasar tradisional terbesar di Balikpapan. Di lokasi tersebut, Hanif kembali mengecek sistem pengelolaan dan pembuangan sampah pasar.

Dalam wawancara dengan media lokal Balikpapan usai kunjungan, Hanif menyampaikan bahwa Kota Balikpapan masuk dalam kandidat penerima penghargaan Adipura. Namun, ia menegaskan bahwa penilaian tersebut masih dalam tahap verifikasi lapangan.

Berdasarkan hasil evaluasi sementara Kementerian Lingkungan Hidup terhadap 471 kabupaten/kota di Indonesia (di luar Papua), hanya empat daerah yang berpotensi meraih nilai di atas 75, yakni Balikpapan, Surabaya, Bontang, dan Ciamis. “Kami masih melakukan pengecekan dan mencermati secara objektif,” ujar Hanif.

Ia menilai secara visual Balikpapan menunjukkan pencapaian yang luar biasa, terutama pada kebersihan dan penataan di jalan-jalan utama. Meski demikian, Hanif mencatat masih terdapat sejumlah catatan, khususnya di kawasan permukiman warga serta di daerah aliran sungai.

Editor : Wawan
#kunjungan #menteri lingkungan hidup #balikpapan