TARAKAN – Ketenangan warga di kawasan Karang Rejo, Tarakan, kini terus terusik oleh bayang-bayang predator berdarah dingin. Laporan kemunculan buaya di aliran sungai setempat telah memicu kekhawatiran massal, memaksa tim Animal Rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Satpol PP (PMK & Satpol PP) Tarakan untuk segera menyusun taktik evakuasi yang presisi dan aman.
Koordinator Animal Rescue PMK Tarakan, Irwan, mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah mematangkan koordinasi terpadu lintas instansi untuk mengakhiri teror reptil besar tersebut. Mengingat karakter satwa ini yang sangat waspada, strategi penangkapan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Salah satu opsi utama yang sedang dipertimbangkan adalah metode pemancingan menggunakan umpan pada jam-jam aktif sang predator.
"Buaya biasanya lebih aktif keluar pada malam hari. Jika situasi mendesak, kami akan menggunakan umpan seperti ayam untuk memancingnya muncul ke permukaan. Namun, setiap langkah harus dikalkulasi dengan matang agar tidak membahayakan petugas maupun warga di sekitar lokasi," ujar Irwan pada Minggu (29/3).
Sembari menunggu persiapan teknis operasi evakuasi rampung, Irwan meminta aparatur kelurahan dan ketua RT untuk lebih gencar menyosialisasikan imbauan kewaspadaan. Peran aktif orang tua sangat ditekankan, terutama dalam mengawasi anak-anak agar menjauhi bantaran sungai dan menghentikan sementara aktivitas berisiko di sepanjang aliran air yang menjadi area perlintasan buaya tersebut.
Operasi evakuasi dijadwalkan akan segera dilaksanakan begitu seluruh perangkat teknis dinyatakan siap tempur. Untuk saat ini, warga Karang Rejo diminta tetap tenang namun ekstra waspada, serta segera melaporkan setiap pergerakan mencurigakan di permukaan air guna membantu tim Animal Rescue memetakan posisi terakhir sang predator sebelum penyergapan dilakukan. (*)
Editor : Indra Zakaria