Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Mampu Sabet Dua Penghargaan Sekaligus

anggri-Radar Tarakan • 2019-04-12 10:52:34

Komunitas otomotif yang terbilang masih seumur jagung ini mungkin masih cukup asing terdengar di telinga. Atau, mungkin juga tak pernah menjadi buah bibir di tengah masyarakat. Namun, siapa sangka komunitas ini pernah membanggakan Kabupaten Bulungan.

RACHMAD RHOMADHANI

SORE itu, suasana di Lapangan Agatish, Tanjung Selor tampak sedikit berubah. Utamanya, terletak pada sisi depan podium utama yang biasa menjadi tempat upacara rutin hari-hari besar nasional dan kegiatan lainnya.

Dan perubahan yang ada itu yakni adanya beberapa anggota kelompok komunitas pecinta otomotif yang tengah duduk santai sembari berbincang-bincang. Canda dan tawa pun tak lepas di setiap akhir pembicaraan anggota komunitas itu.

Mereka saat itu pun dalam pembicaraanya juga sembari menghadap pada mobil yang sudah mereka modifikasi. Satu persatu anggota komunitas itu saling memberi masukan tentang mobil mereka dan rekan-rekannya.

Begitu hangat terlihat dari gaya mereka berkomunikasi antar anggota komunitas itu. Meski, diketahui latar belakang mereka yang tentunya berbeda. Namun, itu sama sekali tak terlihat saat mereka saling berkumpul dan mendiskusikan tentang program komunitasnya.

Penulis dari awak media ini pun saat itu diperkenankan untuk duduk bersama dan bergabung dengan mereka dalam suasana sore yang cukup cerah. Alhasil, perbincangan yang sudah berlangsung tak kurang dari 30 menit itu. Akhirnya, mereka lambat laun bercerita tentang sebuah prestasi yang cukup membanggakan bagi daerah ini. Yaitu, di mana saat Agya Ayla Community Borneo Indonesia (AACBI) pernah ‘merajai’ otomotif di Kaltim-Kaltara.

Alhamdulillah, dua penghargaan pernah kami (AACBI) sabet sekaligus. Ini, tepatnya pada Februari lalu. Yang mana, AACBI mampu menjadi juara I otomotif dalam kategori best street racing dan best cuting sticker,” ungkap Roby salah seorang perwakilan AACBI.

Namun, jika dilihat lebih jauh tentang sejarah awal terbentuknya AACBI pada 8 Desember 2018 lalu. Artinya, komunitas ini terbilang pendatang baru yang sukses dalam mengharumkan nama daerah. Meski, komunitas itu pun hanya beranggotakan sekitar 11 mobil. “Kami dari AACBI tentu sangat bangga atas hasil positif itu. Sebab, jika bicara umur komunitas ini masih terbilang sangat baru. Oleh karenanya, dari capaian itu tentu menjadi momen yang tak terlupakan,” ujarnya.

“Tapi, ke depannya kami akan terus mengasah kemampuan kami. Tujuannya, pada turnamen berikutnya dapat membuahkan hasil yang lebih baik lagi,” sambungnya.

Di sisi lain, terkait keberhasilan yang terbilang cukup instan itu. Roby mengakui bahwa itu tak lepas dari konten Youtube yang sering menjadi acuan. Di samping tetap saling diskusi antar anggota komunitas dalam berbagi pengalaman tentang dunia otomotif. “Tapi, rata-rata ini model seperti lampu pada mobil ikut gaya dari Thailand,” sebutnya.

Dikatakannya juga, dalam modifikasi di komunitas AACBI. Ia mengakui kembali tergolong low budget. Pasalnya, dalam setiap kendaraan yang dimodif itu di bawah Rp 15 juta. Bahkan, terkadang untuk saling menghemat setiap mengikuti turnamen. Di mana antar komunitas saling tukar sparepart. “Low budget sekali dari AACBI. Karena memang ini masih komunitas baru, jadi masih merangkak ibaratkan,” katanya.

Sedangkan, terkait awal mula hingga AACBI terbentuk? Roby menjelaskan bahwa awalnya sebenarnya hanya sekedar penghobi otomotif. Namun, karena cukup banyaknya peminat. Sehingga saat itu sekaligus dibentuklah suatu wadah untuk menaunginya. “Pertama cuma beberapa orang saja. Tapi, seiring berjalannya waktu komunitas menjadi berkembang seperti saat ini,” ujarnya.

Lanjutnya, terkait kopdar sendiri antar anggota AACBI. Ia mengatakan, biasanya awal bulan. Khususnya, setiap minggu pertama. Dan untuk kopdar sendiri tempatnya tak ada secara khusus. Jelasnya, lokasinya nyaman untuk semua bisa duduk dan bercanda bersama. “Kita kopdar terbilang rutin. Ini untuk mempererat rasa kebersamaan,” ucapnya.

Sedangkan, untuk harapannya sendiri dari AACBI. Ia ingin komunitas ini dapat selalu memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas dengan aksi sosialnya. Kemudian, dapat terus secara konsisten dalam mengikuti kejuaraan dan membawa kebanggaan daerah. “Kita ingin AACBI ini selalu memberi manfaat dan prestasi,” tutupnya.

Untuk diketahui, AACBI ini selain rajin ikuti turnamen. Namun juga pernah melakukan aksi tambal jalan yang dilakukan secara swadaya. Sehingga tak jarang aksinya itu banyak mendapat apresiasi yang tinggi dari warga masyarakat yang tengah melintas ataupun yang ada di sekitar area jalan rusak dan berlubang tersebut. (***/eza)

Editor : anggri-Radar Tarakan
#feature