Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Premium Mulai Dialihkan ke Pertalite

anggri-Radar Tarakan • 2022-01-03 09:31:19
KEBUTUHAN DASAR: BBM jenis pertalite masih tersedia di SPBU, meskipun jenis premium sudah dialihkan ke BBM yang lebih ramah lingkungan./PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA
KEBUTUHAN DASAR: BBM jenis pertalite masih tersedia di SPBU, meskipun jenis premium sudah dialihkan ke BBM yang lebih ramah lingkungan./PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

TANJUNG SELOR – PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan memastikan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite masih tersedia di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) meskipun ada wacana pemerintah melakukan penghapusan.

Sales Branch Manager Retail Rayon VI Kaltimtara, Destra Rahmayadi menegaskan bahwa Pertamina tetap menyediakan dan menyalurkan pertalite sesuai kebutuhan masyarakat. “Jadi, pertalite tetap ada di SPBU,” kata Destra kepada Radar Kaltara, Minggu (2/12).

Apalagi sejauh ini tingkat konsumsi masyarakat terhadap pertalite terus meningkat. “Iya, pastinya secara total ada peningkatan karena 2021 mulai pemulihan konsumsi pasca PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat),” ungkapnya. Meski begitu, Pertamina mendorong masyarakat untuk menggunakan BBM yang lebih baik, yakni pertamax. “Untuk premium di Kaltara sudah dialihkan ke pertalite,” ungkapnya.

Artinya, premiun tidak dihapus dari penjualan melainkan dialihkan ke BBM yang lebih ramah lingkungan. Untuk pendistribusian sejauh ini dipastikan masih normal. “Di Bulungan suplai BBM dari Berau dan Tarakan. Ada 9 mobil tangki dari Berau dan 1 kapal dari Tarakan untuk bantuan,” ungkapnya.

Selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, Pertamina sudah menambah stok BBM jenis pertalite sebesar 25 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 282 kiloliter (KL) per hari menjadi 352 KL per hari. Begitu juga dengan pertamax. “Stok pertamax ditingkatkan sebesar 0,7 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 21,1 KL per hari menjadi 21,3 KL per hari,” ujarnya.

Kemudian, stok solar juga ditingkatkan sebesar 1,9 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 94,6 KL per hari menjadi 96,4 KL per hari. ”Untuk di wilayah Kalimantan Utara, peningkatan stok dexlite sebesar 6 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 10,6 KL per hari menjadi 11,3 KL per hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Air Tanah, Hari Kurniawan saat dikonfirmasi mengaku belum menerima informasi terkait rencana penghapusan BBM jenis pertalite. “Belum ada, kemarin itu yang disampaikan Pertamina hanya rencana pengalihan premium saja. Kalau penghapusan itu belum ada,” ujarnya.

Sesuai informasi dari Pertamina, premium dialihkan ke pertalite yang dinilai lebih ramah lingkungan. “Jadi, harga pertalite itu setara dengan premium,” singkatnya. (*/jai/eza)

 

 

Editor : anggri-Radar Tarakan