Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

297 Jemaah Haji Tiba di Kaltara

izak-Indra Zakaria • 2023-07-15 01:12:03
ANTUSIAS: Kedatangan jemaah haji Kamis (13/7) disambut antusias keluarga yang sudah menunggu di Islamic Center Tarakan. FOTO: JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN
ANTUSIAS: Kedatangan jemaah haji Kamis (13/7) disambut antusias keluarga yang sudah menunggu di Islamic Center Tarakan. FOTO: JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN

Sebanyak 297 jemaah haji asal Kalimantan Utara (Kaltara) dan pendamping haji tiba di Indonesia dengan mendarat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan pada Rabu (12/7) pukul 20.30 Wita.

Ratusan jemaah haji asal Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau dan Kota Tarakan ini tergabung dalam kloter 4. Setelah istirahat dan menjalani pemeriksaan kesehatan di asrama haji Balikpapan, para jemaah haji ini lanjut ke Kaltara pada Kamis (13/7). ”Alhamdulillah, jemaah haji kita dari Kaltara sudah tiba. Semua yang tiba hari ini dalam kondisi sehat dan insha Allah segera bertemu dengan keluarga di rumah,” ujar H. Saifi, kepala Kanwil Kemenag Kaltara.

Di kedatangan ini, jemaah haji asal Kabupaten Bulungan berangkat dari Balikpapan pada pukul 08.40 Wita. Kemudian jemaah haji Kabupaten Malinau pukul 11.35 Wita, sedangkan jemaah haji Kota Tarakan pada pukul 09.55 Wita.

 

Hanya, lanjut Saifi, ada dua orang jemaah haji Kaltara yang tertahan di Arab Saudi akibat sakit. Berdasarkan informasi yang diterima, dari dua orang ini, satu di antaranya yang berasal dari Kota Tarakan wafat di rumah sakit di Jeddah, Arab Saudi. Sedangkan satunya lagi, yang berasal dari Kabupaten Bulungan terpaksa tanazul atau dialihkan ke kloter lainnya. “Untuk yang sakit, tetap akan pulang dengan kloter selanjutnya. Beliau sekarang mendapat penanganan dan dipantau langsung oleh petugas haji di Arab Saudi,” tuturnya.

Tamu Allah berjenis kelamin perempuan ini menghembuskan napas terakhir di rumah sakit King Abdullah Jeddah pukul 11.00 Waktu Arab Saudi atau pukul 16.00 Wita. “Salah satu dari jemaah kita yang berasal dari Kota Tarakan telah wafat dan sekarang posisinya berada di Jeddah dan dikebumikan di Jeddah. Untuk itu, kami atas nama kepala Kantor Kementerian Agama Kaltara, juga ketua PPIH Kaltara ikut berbela sungkawa menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian almarhumah,” ujar Saifi.

Ia mengirimkan doa, agar almarhumah mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT, dan amal kebaikan dibalas dengan pahala. Sekaligus ia mendoakan keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan dan keikhlasan. “Semoga beliau ini diberikan tempat yang mulia di sisi Allah SWT, dan mereka yang sudah berhaji dan kemudian hajinya mabrur, ‘dia tidak ada balasan kecuali surga’. Mudah-mudahan beliau ini termasuk orang yang juga dimasukkan oleh Allah ke dalam surga-Nya karena telah usai melaksanakan ibadah haji,” jelasnya.

Kakanwil meyakini, almarhumah wafat dengan kondisi yang baik karena di tempat yang berkah dan dalam perjalanan ibadah haji. Meski begitu, ujian ini ia harap dapat diterima oleh pihak keluarga, bahwa almarhumah ditakdirkan wafat sebagai tamu Allah.

Lebih lanjut terkait pengurusan jenazah, Kakanwil telah meminta kepada petugas haji hingga jajaran Kemenag untuk terus berkoordinasi dengan petugas yang ada di Arab Saudi. Termasuk juga berkomunikasi dengan pihak keluarga yang ditinggalkan, agar terus memberikan informasi terkini pengurusan jenazah. “Pengurusan jenazahnya, karena meninggalnya itu di Jeddah, maka seluruh kegiatan mulai dari memandikan, salatkan, pemakamannya, dilaksanakan oleh panitia penyelenggara ibadah haji yang ada di Kota Jeddah. Oleh keluarga, menyerahkan semuanya karena telah diurus oleh panitia penyelenggara ibadah haji yang ada di Jeddah,” jelasnya.

Ketua Jemaah Haji Kaltara Kloter 4, Abdul Basit menjelaskan secara keseluruhan jemaah haji Kaltara ada 299 orang, namun satu jemaah atas nama Sumarni dinyatakan wafat di Rumah Sakit King Abdullah Jeddah setelah sebelumnya mengeluhkan sesak nafas.

“Jadi sebelum keberangkatan ke tanah air, almarhumah yang diketahui memiliki riwayat penyakti kanker ini, sempat mengeluhkan sesak nafas dan sempat dirawat di klinik bandara sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit, dimana saat perawatan di rumah sakit almarhumah sempat tidak sadar dan akhirnya dinyatakan wafat,” tuturnya.

Saat ini masih ada satu jemaah haji asal Kaltara yang berasal dari Bulungan atas nama Zaini Muhammad yang masih dirawat di Rumah Sakit King Abdullah Jeddah, dimana jemaah yang memiliki riwayat penyakit gula tersebut mengalami hal yang sama, yakni sesak nafas. “Sebelum ibu Sumarni, yang mengeluh sesak nafas pak Zaini dulu, sempat dirawat juga di klinik bandara dan akhirnya dirujuk ke rumah sakit juga akhirnya,” bebernya.

Adapun untuk kondisi jemaah asal Bulungan tersebut sudah cukup membaik setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit King Abdullah Jeddah, terkait kepulangannya ke tanah air, mengikuti kloter yang akan berangkat ke tanah air nantinya. “Memang untuk Pak Zaini kondisi kesehatannya fluktuaktif, karena memiliki penyakit gula, beliau juga sempat dilakukan amputasi pada kakinya  di Rumah Sakit King Faisal dengan persetujuan istrinya, karena sebelumnya kakinya sempat lecet dan menghitam saat melaksanakan ibadah Arbain,” ujarnya.

Secari garis besar dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini, dirinya menilai membutuhkan ketahanan fisik yang kuat, karena panasnya yang bisa mencapai lebih 40 derajat Celsius. “Dengan cuaca yang cukup panas, kita meminta para jemaah untuk tidak melakukan aktifitas di luar selain rukun-rukun haji, terutama para lansia, agar mereka bisa tuntas melaksanakan ibadah haji hingga selesai,” ujarnya.

Kasi PHU Kemenag Tarakan, Muhammad Aslam menjelaskan, adanya satu jemaah Tarakan yang wafat ketika akan pulang ke tanah, membuat pihaknya menyampaikan rasa duka pihak keluarga yang ditinggalkan almarhumah.

“Memang jemaah haji yang selesai menjalankan ibadah haji mereka seperti bayi kembali, artinya tidak memiliki dosa, insyallah ketika mereka meninggal disana mereka akan ditempatkan di surga begitupun almarhumah,” ucapnya.

Dirinya menyampaikan wafatnya almarhumah di tanah suci, merupakan kehendakd dari di atas, dimana pihak keluarga harus iklas akan kepergian almarhumah. “Itu semua kehendak Allah, jadi keluarganya harus sabar dan ikhlas,” tuturnya.

Terkait kepulangan 7 jemaah asal Tarakan yang masuk dalam kuota tambahan pada kloter 19,  direncanakan akan tiba di tanah air pada 2 Agustus mendatang dan berangkat ke Tarakan pada 3 Agustus. “Karena jumlahnya sedikit, jadi pengumpulannya ketika tiba di Tarakan mungkin di Masjid Al-Maarif atau Masjid At-Taqwa,” pungkasnya.

SATU JEMAAH DIRAWAT

Perjalanan pulang jemaah haji asal Nunukan dari Kota Madinah, Arab Saudi pada Rabu (12/7) tiba di Tanah Air pada Kamis (13/7). Berdasarkan jadwal akan tiba di Balikpapan sekira pukul 20.00 Wita.

Kepala Seksi Pelaksanaan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Nunukan, H. Abdul Sani menyampaikan, jemaah haji asal Nunukan tiba di Tanah Air sekira pukul 16.00 Wita di Bandara Internasional Kualanamu Medan, Sumatera Utara. Kemudian, melanjutkan perjalanan menuju Bandara Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman. ”Jika tidak ada halangan insyaallah jemaah haji kita tiba di Balikpapan sekira pukul 20.00 Wita menuju Embarkasi Haji Balikpapan. Setelah itu, jemaah haji beristirahat dan dilakukan penyerahan jemaah haji ke petugas haji daerah (PHD) masing-masing,” ujar Abdul Sani kepada Radar Tarakan, Kamis (13/7).

Dijelaskan, perjalanan akan dilanjutkan pada Jumat (14/7) sekira pukul 07.00 Wita dari Balikpapan menuju Bandara Juwata, Tarakan. Selanjutnya, perjalanan jemaah haji menggunakan speedboat. Untuk perjalanan kali ini dibagi dua sesuai dengan asal jemaah haji yakni Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik. “Insyaallah, jemaah haji kita akan tiba di Nunukan sekira pukul 15.30 Wita di PLBL Liem Hie Djung. Jemaah haji akan disambut pemerintah daerah,” singkatnya.

Ia mengaku, satu orang jemaah haji asal Nunukan yakni Hj. Suryani warga Jalan Tien Soeharto, Kelurahan Nunukan Timur hingga saat ini dikabarkan masih tertahan di Arab Saudi. Hj. Suryani masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Arab Saudi. ”Hasil komunikasi tadi l pagi saya menghubungi teman yang ada di Arab Saudi katanya beliau masih dalam keadaan koma. Masih terus mendapatkan penanganan di RS Arab Saudi,” bebernya.

Diceritakan, Hj. Suryani telah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji. Di saat menunggu waktu pemulangan ke Tanah Air yang bersangkutan dikabarkan terkena gejala stroke dan tidak sadarkan diri. “Mohon doanya semoga beliau segera diberikan kesehatan dan kekuatan untuk dapat kembali ke Tanah Air. Kepada keluarga kami juga berharap untuk terus mendoakan beliau dan diberi kekuatan untuk senantiasa menunggu kabar dari pemerintah Indonesia di Arab Saudi,” pungkasnya. (iwk/jnr/akz/lim)

 

 
 
 
 
 
 
Editor : izak-Indra Zakaria