TARAKAN – Meskipun berhasil mengungkap penyelundupan dan mengamankan kiloan barang bukti sabu-sabu, Komandan Lantamal XIII/Tarakan Laksamana Pertama TNI Judijanto masih memperkirakan tetap ada sabu-sabu yang berhasil lolos.
Seperti diketahui, dalam waktu yang bersamaan pada 29 Januari lalu, aparat mengamankan sejumlah kurir dan barang bukti sabu seberat 6,76 kilogram di Sebatik, Nunukan dan Tanjung Redeb, Berau. Masing-masing 6,4 kilogram di Sebatik, sisanya 300 gram di Tanjung Redeb.
“Dari jumlah yang terinformasikan, memang tidak semuanya bisa kita tangkap. Dari sekian banyaknya itu disinyalir masih ada yang lolos. Kita berharap semoga kita bisa menangkap, dengan melakukan pengembangan lebih lanjut lagi,” bebernya.
“Kami juga menduga pengungkapan kasus di dua daerah ini masih dalam satu jaringan,” sambung Judijanto.
Karena itu, peran masyarakat sangat dibutuhkan pihaknya. Ia mengakui, andil masyarakat ikut membantu keberhasilan aparat gabungan dari TNI Angkatan Laut, Badan Narkotika Nasional (BNN) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam mengungkap penyelundupan sabu di perbatasan itu.
Diakui perwira TNI AL yang menjabat Komandan Lantamal XIII/Tarakan sejak tahun lalu ini, keterbatasan peralatan dan personel membuat aparat terkait tidak mungkin menutup laut sepanjang perbatasan selama 24 jam. Sementara, peredaran narkoba di Kaltara sangat rawan. Karena itu, peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam mencegah peredaran narkoba di perbatasan.
“Tidak kalah pentingnya adalah bagaimana masyarakat memiliki suatu kepedulian terhadap apa yang terjadi di lingkungannya. Kita tidak bisa maksimal tanpa adanya informasi dari teman-teman atau masyarakat,” aku Judijanto.
“Katakan sesuatu hal yang bermanfaat apabila ada informasi sekecil apapun, informasikan ke kita. Siapapun yang ada di sekeliling kita, sampaikan. Sekecil apapun informasinya akan sangat bermanfaat. Karena ini semua akan membantu keberlanjutan generasi penerus kita,” pinta Judijanto.
Selain itu, Judijanto juga mengingatkan bahwa sinergitas aparat terkait juga sangat diperlukan. Ini dibuktikan dengan pengungkapan penyelundupan sabu yang berhasil digagalkan pihaknya bersama aparat terkait lainnya.
“Setiap instansi yang ada, BNN, kepolisian, angkatan laut, bea cukai, imigrasi ataupun yang lainnya, tidak akan pernah bisa berhasil kalau berjalan sendiri-sendiri. Dan ini adalah suatu bukti bahwa sinergitas antara satuan sangat efektif,” tutur Judijanto.
Dengan keberhasilan tim gabungan mengungkap penyelundupan sabu ini, Judijanto memperkirakan, setidaknya mampu menyelamatkan kurang lebih 30 ribu orang dari total sabu yang disita.
Adapun barang bukti sabu itu sendiri, menurut Judijanto, masuk dari Tawau Malaysia, melalui Sebatik dan pulau-pulau lainnya, kemudian akan disebar ke beberapa daerah.
Analisa itu berdasarkan hasil penangkapan seorang kurir di Tanjung Redeb, Berau. Yang diduga masih bagian dari jaringan narkoba yang ditangkap di Sebatik, Kabupaten Nunukan.
Informasi yang ke Berau ini merupakan bagian daripada jaringan yang ada. Sehingga untuk mempercepat tim pun terbagi menjadi beberapa tim untuk mengejar para pelaku,” tutur jenderal bintang satu ini. (mrs/udi)
Editor : uki-Berau Post