TARAKAN – Pengamanan pemilu serentak tahun ini, juga akan dibantu personel Perlindungan Masyarakat (Linmas) Tarakan. Sebanyak 1.260 personel Linmas dilibatkan.
Wali Kota Tarakan Khairul mengatakan, personel Linmas tidak hanya mengamankan saat pencoblosan, tapi juga melakukan kewaspadaan dini terhadap gerakan-gerakan yang tampak sebelum dan sesudah pencoblosan.
“Perlu diantisipasi bersama antara Linmas dan juga Polres (Tarakan),” ujar Khairul usai penyerahan personel Linas kepada Polres Tarakan, Kamis (11/4).
Khairul juga berpesan kepada masyarakat, agar tetap menjaga kondusifitas. Meskipun beda pilihan, namun tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Pemilihan ini adalah sebuah pesta. Pesta ini, pesta demokrasi. Kita harap semua (pemilih, Red) terlibat,” ujarnya.
“Inikan tentu bagian kita memilih calon-calon anggota legislatif yang berkualitas, memilih presiden yang akan memimpin kita 5 tahun ke depan. Tentu harus dengan betul-betul menggunakan nurani masing-masing, jangan emosional,” lanjutnya.
Sementara itu, Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyawan memastikan bahwa tugas Linmas adalah membantu aparat keamanan dalam pengamanan tempat pemungutan suara (TPS).
“Nanti akan berkolaborasi atau bersama-sama dengan petugas dari kepolisian ataupun back up dari TNI. Kita harapkan mereka bisa memahami apa yang kita berikan, mulai nanti sejak mendirikan TPS sampai dengan penghitungan suara,” ujarnya.
Pihaknya pun sudah membagi tugas. Setiap TPS nantinya akan dijaga oleh 2 personel Limnas. Di Tarakan sebanyak 630 TPS. Mereka nanti akan berkolaborasi dengan anggota kepolisian berjumlah 270 personel. 1 polisi akan menjaga sampai 4 TPS, terkecuali TPS khusus seperti di lapas dan Pulau Sadau yang setiap TPS dijaga 1 polisi. (mrs/fen)
Editor : uki-Berau Post