TANJUNG SELOR – Pembangunan Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi, terus digenjot. Baik proses desain, hingga pembebasan lahan. Meski pembangunan fisik belum dimulai, namun banyak investor yang ingin berinvestasi di KIPI. Salah satunya investor asal Korea Selatan yang berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang.
Dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang dan Pertanahan, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perkim) Kaltara, Panji Agung, pembangunan PLTU Mulut Tambang rencananya akan terintegrasi dengan pembangunan industri. Dari hasil kunjungan investor ke KIPI, mereka berminat untuk membangun PLTU Mulut Tambang. Bahkan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie juga telah berdiskusi dengan investor asal Negeri Gingseng tersebut. “Akan kita tindak lanjuti. Namun perlu pembahasan lebih lanjut,” katanya kepada Rakyat Kaltara, Sabtu (1/2).
“Kalau (industri) kategori sedang, hanya memerlukan tenaga listrik antara 100 sampai 200 Megawatt (MW) saja. Berdasarkan konsep atau skenario pengembangan strategis nasional provinsi, KIPI akan dibangun dalam tiga cluster (gugus). Dan di salah satu cluster itu, sudah ada lahan disiapkan kurang lebih 60 hektare (ha) untuk PLTU mulut tambang,” jelasnya.
Pelaksanaan pembangunan nantinya, murni dari investor. Namun pola kerja sama yang akan digunakan, masih dalam proses penjajakan. “Beberapa waktu lalu, pihak investor sudah melihat PLTU milik perusahaan PKN (Pesona Khatulistiwa Nusantara). Bisa ada kemungkinan kerja sama dengan pihak PKN. Hal itu akan lebih teknis dibahas antara pihak investor dengan PKN,” terangnya.
Disebutnya, untuk sistem jaringan energi dan kelistrikan di setiap cluster akan membutuhkan daya yang berbeda-beda. Untuk cluster I membutuhkan daya listrik sebesar 329,41 megavolt-ampere (MVA), cluster II 190,17 MVA dan cluster III 377,96 MVA. “Energi dan kelistrikan akan dihasilkan dari PLN maupun pihak swasta,” ujarnya. (*/fai/udi)
Editor : uki-Berau Post