TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara mendapatkan suntikan anggaran dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), untuk pelaksanaan pasar murah jelang Hari Raya Idulfitri. Khususnya di dua kabupaten yang merupakan wilayah perbatasan, yakni Malinau (Kecamatan Malinau Kota) dan Nunukan (Desa Mansalong).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kaltara Hasriyani mengatakan, pasar murah yang didanai kementerian sudah menjadi kegiatan rutin dari tahun ke tahun.
“Biasanya ada dua anggaran. Tapi tahun ini dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) tidak ada,” kata Hasriyani, Kamis (14/4).
Pasar murah ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau. Pemerintah berupaya mengantisipasi kelangkaan melalui gelaran tersebut. “Kalau sasarannya tetap sama, bagaimana dari pemerintah bisa membantu memenuhi ketersediaan kebutuhan masyarakat, khususnya di momen HBKN (Hari Besar Keagamaan dan Nasional) ini,” jelasnya.
Pemilihan wilayah perbatasan menyesuaikan petunjuk teknis (juknis) dari kementerian. Secara khusus, dua wilayah ini belum merasakan subsidi minyak goreng sebelumnya.
“Di Malinau dan Nunukan tidak sempat menikmati harga subsidi. Karena masih masa order, tiba-tiba subsidi dicabut,” ungkapnya.
Berbagai komoditas dijual dengan harga di bawah harga pasar. Seperti minyak goreng merk Kuncimas 2 liter seharga Rp 48 ribu. Pasar murah memprioritaskan komoditi yang kerap mengalami lonjakan permintaan. Seperti gula pasir, bawang putih, bawang merah dan lainnya.
“Jadi komoditi yang dibawa memang dominan dibutuhkan untuk Lebaran. Tapi masyarakat non muslim juga tetap boleh membeli,” ujarnya. (*/nnf/uno)
Editor : uki-Berau Post