TARAKAN - Pria berinisial HH tega memukul seekor kucing yang berada di Jalan Kusuma Bangsa, Tarakan Timur sekira pukul 22.30 Wita, 19 Desember lalu. Awalnya kucing tersebut diberi makan di rumah Renaldi.
Namun, tiba-tiba datang HH dengan membawa sebuah pipa paralon dan langsung memukuli kucing tersebut hingga tewas. Kejadian tersebut sempat diviralkan di media sosial. Tapi sebelum kejadian diviralkan, personel Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tarakan telah menyelesaikan permasalahan tersebut.
Awalnya, Renaldi yang melihat kucing liar yang diberi makan telah tewas langsung menanyakan ke HH. Namun HH malah lanjut berlari dan tidak menghiraukan panggilan Renaldi. Renaldi yang merasa keberatan, langsung mengejar HH.
Sempat terjadi perkelahian antar Renaldi, HH dan warga yang melintas di jalan tersebut. “Beruntung personel Reskrim KSKP Tarakan melintas di jalan itu. Guna menghindari amukan massa, personel kami membawa HH dan Renaldi ke Polsek KSKP untuk dilakukan klarifikasi,” jelas Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kapolsek KSKP Tarakan Iptu Sri Djayanthi Madogo, kemarin (21/12).
Ia menegaskan sudah menjalankan langkah-langkah yang telah diambil, dalam penyelesaian permasalah itu. Dengan memanggil keluarga kedua belah pihak. “Saat dipertemukan, Renaldi ini sudah memahami HH di lingkungan RT 24 Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah sering membuat ulah. Bahkan melihat sikap pelaku tidak seperti orang normal dan sering memukul tiang listrik dan pos kamling,” ungkapnya.
Keterangan dari keluarga HH juga mengatakan, selama ini HH mengalami sakit yang menyebabkan perlakuan aneh. Namun pihak keluarga tidak mengetahui sakit yang dialami HH.
“Dari pertemuan itu, baik Renaldi dan HH beserta keluarganya sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan telah dibuatkan surat pernyataan. Keluarga juga berjanji akan membawa HH untuk melakukan konseling ke psikiater. Agar di kemudian hari tak terjadi hal yang sama,” tuturnya. (sas/uno)
Editor : uki-Berau Post