Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Banyak Anak Kecil, tapi TK Terdekat 5 Km Jauhnya

uki-Berau Post • 2023-10-12 01:45:02
PEDULI PENDIDIKAN: Bripka Heri menyalami para murid TK Bumi Damai Indonesia, Dukuh Krambil, Gunungkidul.
PEDULI PENDIDIKAN: Bripka Heri menyalami para murid TK Bumi Damai Indonesia, Dukuh Krambil, Gunungkidul.

Mengandalkan tukin sendiri, Bripka Heri Prasetyo tergerak membangun TK setelah mendengar keluhan warga tentang ketertinggalan anak-anak mereka. Niat baik itu bersambut uluran kebaikan dari berbagai pihak. Mulai wakaf tanah plus bangunan sampai para pengajar yang awalnya tidak mau dibayar.

 

ILHAM WANCOKO, Gunungkidul

 

BRIPKA Heri Prasetyo menggeber sepeda motor lawasnya menuju ke selatan Jogjakarta. Untuk kali pertama dia akan ke Dukuh Krambil, Panggang, Gunungkidul, sebuah daerah pelosok yang jarang terjamah pembangunan dan bantuan.

Heri hendak berbakti sosial, atas inisiatif pribadi. Dia memang terbiasa menyisihkan penghasilan, bahkan, sebelum memakai seragam cokelat khas Korps Bhayangkara. Sedekah, infak, zakat, atau apa pun namanya.

“Saya bawa sembako ke Krambil waktu itu,” ujar pria 35 tahun yang menjabat Bintara Subbidang Provos Bidpropam Polda DIJ tersebut kepada Jawa Pos mengenang perjalanannya pada akhir 2019 lalu itu.

Di sela beragam ucapan terima kasih warga dukuh berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Jogja itu setiba di lokasi, ungkapan lain terdengar. “Pak Polisi, banyak anak kecil di sini, tapi (kami, Red) tak punya TK (taman kanak-kanak),” ungkap seorang perempuan kepada Heri.

TK terdekat ada di Giri Karto, jaraknya lebih dari 5 kilometer. Karena itu, para orang tua terpaksa tidak memasukkan anak-anak mereka ke TK. Dampaknya terlihat nyata, saat masuk sekolah dasar (SD), anak-anak Krambil tertinggal. “Bahkan, dikenal anak-anak Krambil ini selalu ranking akhir di SD,” terang Kepala Dukuh Krambil Santoso.

Sebelum berani memberi kabar bakal membangun TK ke warga Krambil, sang istri Anggie Rizki Amalia yang lebih dulu terkejut. “Lha wong, tiba-tiba saya bilang, ’Ma aku ingin membangun TK.’ Wajar kalau istri langsung meloncat kaget,” kenangnya seraya terbahak.

Biaya jadi pertanyaan utama sang istri. “Kamu kan bekerja. Bangunnya pakai tukin (tunjangan kinerja)-ku saja,” ujar Heri ke Anggie.

“Apa cukup?” tanya Anggie, seperti ditirukan Heri. Heri pun meyakinkan bahwa tukinnya yang sebesar Rp 2,7 juta itu pasti cukup.

Dengan tukin tersebut, Heri mampu menjalankan operasional sekolah. Gaji setiap guru Rp 500 ribu, dengan empat guru yang mengajar. Lalu, Rp 700 ribu untuk peralatan dan operasional sekolah.

Tapi, untuk membangun TK, Heri tetap harus merogoh tabungan. Untuk menyewa rumah, merenovasi bangunan, dan membeli beragam alat permainan. Ternyata tidak cukup. “Akhirnya gaji juga ikut terogoh,” ujarnya dalam kesempatan wawancara kedua dengan Jawa Pos, pada Minggu (1/10).

Namun, ada saja uluran kebaikan. Saat awal mencari rumah untuk sekolah TK, banyak warga yang menawarkan. Bahkan, ada yang tidak mau dibayar sewa. “Saya tidak ingin membebani, jadi tetap saya bayar sewa setahun Rp 1 juta,” jelasnya.

Untuk renovasi, masyarakat setempat bergotong royong. Berikutnya tinggal mencari guru. Akhirnya didapatkan empat orang yang bersedia mengajar walau tidak dibayar. “Tapi ya tetap harus dibayar. Sesuai rencana, saya berikan Rp 500 ribu tiap guru,” terangnya.

Di tahun pertama TK yang diberi nama Bumi Damai Indonesia itu berdiri, sudah ada 25 murid.

“Saya bahagianya di situ, sedikit banyak membantu,” ujarnya.

Namun, Heri masih kepikiran dengan TK yang belum memiliki bangunan sendiri. Dia pun berkeluh kesah ke kepala dukuh. Getok tular pun merayap ke seantero desa. Hingga sampai ke pemilik rumah yang dijadikan sekolah TK. Kepada Heri, pemilik rumah bilang tidak ingin TK dipindah.

“Beliau ikhlas mewakafkan tanah beserta bangunannya,” kata Heri.

Kini TK Bumi Damai Indonesia sudah masuk tahun keempat. Muridnya pun terus bertambah jumlahnya. Di tahun keempat ini ada 31 murid.

Akhir Agustus lalu, Kadivpropam Irjen Syahar Diantono mengunjungi TK tersebut. Menyampaikan bantuan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. “Kami berterima kasih sekali atas perhatian Pak Kapolri. Semoga kian menambah semangat anak-anak untuk belajar,” kata Heri. (*/c9/ttg/jpg/uno)

Editor : uki-Berau Post
#feature