Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pujasera Difungsikan Februari

anggri-Radar Tarakan • Senin, 7 Januari 2019 | 13:54 WIB

NUNUKAN - Proyek pembenahan Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) Tanah Merah senilai Rp 2,7 miliar memasuki tahap akhir. Bangunan berlantai dua itu sudah berdiri dan siap difungsikan.

“Pembangunannya sudah. Kini tahap pemeliharaan. Memperbaiki yang  belum sempurna,” kata Andy Ariyanto, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdag Nunukan, kepada media Radar Nunukan, Minggu (6/1).

Ia mengatakan, dalam pembangunan itu, selain kios tempat berjualan, di lantai dua juga telah disiapkan khusus bagi pedagang kuliner. Sehingga konsep bangunannya memang akan lebih menarik pengunjung datang. “Untuk difungsikan, kemungkinan Februari atau Maret. Karena, masih pengusulan pemasangan listrik ke PT PLN Nunukan,” bebernya.

Mengenai siapa pedagang menempatinya, kata Andy sapaan akrabnya, tentunya sesuai kesepakatan awal. Yakni, para pedagang lama berdasarkan kesepakatan dari serikat pedagang Pasar Pujasera. Namun, proses pengundian kios yang ditempati itu tetap saja dilakukan. Kecuali 11 orang pedagang yang prioritas sesuai dengan hasil kesepakatan bersama Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid dengan pengurus Pujasera sebelum pembangunan dimulai.

“Sebelumnya sudah ada kesepakatan awal. Jadi, komitmen itu harus dijaga agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat nantinya,” ujarnya.  

Diungkapkannya, suntikan anggaran yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) reguler 2018 ini dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI ini merupakan usulan lama. Dan, baru diterima dan direalisasikan pada 2018 lalu. Sehingga jika tidak dimanfaatkan, maka dananya dapat dialihkan ke tempat yang lain. Padahal, Pujasera ini sangat membutuhkannya. “Dari 108 kios yang ada, hanya 70 kios yang mampu dibangun. Sisanya yang 38 kios itu menunggu anggaran tambahan selanjutnya,” sebutnya.

Ketua Serikat Pedagang Pasar Pujasera H. Muhammad Asir mengaku sudah lama menantikan pembangunan tersebut. Dukungan dari pedagang juga telah diperlihatkan sejak adanya wacana itu. Hal ini terlihat dari dukungan sejumlah pedagang di Pujesara yang kiosnya tak ikut dibongkar, sepeti blok A, B dan C. Mereka sangat mendukung pembangunan kios Pujasera agar lebih baik lagi. Sebab, rencana pemerintah melalui dinas perdagangan ini tujuannya untuk menghidupkan pedagang lainnya. “Jika memang bukan demi kebaikan dan kelangsungan nasib Pujasera ini, maka saya orang pertama yang menolak pembangunan ini. Jika masih kurang, saya rasa itu hanya persoalan teknis. Kekurangan itu akan ditambah jika nantinya didukung dengan dana yang memadai lagi,” ujarnya kepada media ini saat ditemui  di sekitar kiosnya di Pujasera kemarin.

Menurut H. Muhammad Asir, adanya pembangunan baru dan penataan kembali kios-kios Pujasera yang tak digunakan sebagaimana mestinya, maka Pujasera yang mulai difungsikan sejak 2013 itu bakal ramai dikunjungi pengunjung lagi. Sebab, selama ini hanya sebagian saja kios yang terisi dan membuka dagangannya. “Hanya bagian depan saja. Yang di bagian dalam, seperti saya tidak pernah dibuka. Pembali tidak sampai ke dalam,” pungkasnya. (oya/zia)

Editor : anggri-Radar Tarakan
#pujasera