TARAKAN - Meski belum lama menghiasi taman Berkampung, namun sebagian besar tanaman hias di taman Berkampung sudah terlihat layu. Sehingga kondisi itu membuat pemandangan taman terlihat tak segar.
Saat dikonfirmasi Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Broto Subagyo menerangkan jika layunya tanaman tersebut merupakan kewajaran. Hal tersebut dikarenakan layunya tanaman tersebut merupakan proses dari adaptasi tanaman ke tempat yang baru. Meski demikian, ia mengakui layunya tanaman juga disebabkan adanya faktor teknis.
"Itukan baru ditanam sekitar 1 minggu yang lalu. Begini, pertama mobil tangki air kita rusak, yang kedua untuk belanja air tidak ada. Sebenarnya itu proses adaptasi juga. Karena tanaman ini kan baru dipindahkan jadi dia belum bisa beradaptasi sehingga menyebabkan tanamannya stres," ujarnya kemarin (22/2).
Walau demikian, ia menjelaskan jika dampak dari adaptasi tanaman hanya bersifat sementara. Meski begitu, ia menjamin tanaman dapat kembali sehat setelah melewati tahap tersebut dalam kurun waktu beberapa minggu.
"Untuk menyegarkannya kembali itu perlu waktu. Biasanya 2 minggu. Tapi memang karena serabut akarnya juga ada yang putus, lokasinya yang terkena terik matahari dan jarang disiram jadi memang agak lama," terangnya.
Broto menerangkan untuk saat ini pihaknya belum memiliki petugas khusus dalam melakukan perawatan tanaman. Sehingga, untuk saat ini pihaknya hanya mengandalkan petugas kebersihan yang merangkap sekaligus merawat tanaman.
"Untuk saat ini petugasnya sambilan saja. Karena kita belum ada petugas perawatan tanan khusus jadi sementara juga dirawat petugas yang ada di situ," tuturnya.
Nantinya tanaman tersebut akan mendapat tambahan hingga mengelilingi Taman Berkampung. Meski demikian penambahan tersebut akan dilakukan secara bertahap guna mengikuti kesiapan petugas yang ada.
"Rencananya nanti tanaman akan dipasang di sekeliling taman itu, tapi sekarang kita masih fokus sama yang area depan dulu. Karena begini, kalau kita langsung pasang semua tanaman petugasnya belum ada. Nanti kalau langsung dipasang semua petugas di situ bisa kewalahan," terangnya.
Kendati demikian, pihaknya merencanakan untuk menempatkan petugas khusus dalam perawatan tanaman. Meski begitu, saat ini pihaknya masih mengikuti keadaan yang ada. "Rencana kita memang menempatkan petugas tanaman di situ, cuma untuk sekarang belum bisa karena tanaman di situ belum terlalu banyak," pungkasnya. (*/zac/udn)
Editor : anggri-Radar Tarakan