Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Mirip Orang Kelelahan, Adi Mengaku Naik Pesawat

anggri-Radar Tarakan • Kamis, 4 April 2019 | 12:45 WIB

TARAKAN - Sempat dinyatakan hilang sejak Jumat (29/3) lalu, seorang nelayan rumput laut yang bernama Adi (34) secara mengejutkan ditemukan di Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Senin (1/4) malam lalu. Adi yang diketahui merupakan warga Jalan Amal Baru RT 7, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur dikabarkan hilang usai melaut bersama tiga rekan temannya.

Ari Triyanto, Koordinator Pos SAR Tarakan saat dikonfirmasi mengungkapkan, berdasarkan informasi yang ia terima saat itu Adi bersama kedua temannya sejak Jumat lalu melaut untuk memukat rumput laut. Namun tiba-tiba Adi memberitahu temannya untuk pergi ke darat, dengan alasan untuk buang air. Kedua temannya sempat menyarankan untuk buang air di kapal, namun Adi tetap ingin ke darat.

“Mereka melaut ini sampai ke Andulung. Akhirnya mereka turun di situ dan sempat diantar sama temannya,” ungkap Ari.

Di kawasan tempatnya menepi, juga terdapat delapan rumah warga dan beberapa warga melihat Adi turun dari perahu. Diketahui saat itu Adi masuk ke dalam pohon-pohon nipah, sekira 30 meter dari bibir pantai. “Teman-temannya yang menunggu sekitar 30 menit merasa kenapa Adi tidak kembali. Temannya pun sempat turun dan mencari, tidak ada,” bebernya.

Warga sekitar dan teman Adi sempat memasuki semak nipah, di mana Adi diketahui buang air. Jejak kaki pun ditelusuri, mengarah ke arah tambak. Namun semakin jauh, jejak kaki yang diduga milik Adi tiba-tiba hilang. Adi tidak ditemukan, kedua temannya tersebut sempat balik ke Amal untuk mengecek apakah Adi sudah pulang melalui jalur darat.

“Mereka sempat cari sampai hari Sabtu dan akhirnya melaporkan ke kami (Basarnas). Pencarian pun kami mulai hari Minggu, karena kami terima laporan pada Sabtu sore,” ungkapnya.

Pencarian pun dilakukan tim SAR di kawasan tempat Adi hilang. Bahkan, Basarnas sempat menduga bahwa Adi dimakan buaya. Lantaran beberapa warga sekitar menyebutkan bahwa tambak di sekitaran tersebut terdapat buaya. “Biasanya kalau orang dimakan buaya ada jejak, tapi ini tidak ada. Namun cerita warga sekitar terkait mistis di situ memang tempatnya angker,” imbuhnya.

Tidak hanya pencarian di laut dan sungai, namun tim SAR gabungan sempat melakukan pencarian melalui jalur darat, tepatnya di sekitaran Andulung. Saat pihaknya melakukan pencarian di sekitaran Sungai Maya, Kelurahan Juata Laut pada Selasa (2/4), pihaknya secara mengejutkan mendapatkan kabar bahwa Adi sudah ditemukan di Sulawesi Selatan. Lebih mengejutkan lagi, Adi ternyata sudah ditemukan di kampung halamannya sendiri.

“Saya katakan kalau memang korban ditemukan di sana, saya minta bukti berupa foto dan rekaman. Jangan sampai kami hentikan operasi SAR tapi nanti ditemukan di sini,” bebernya.

Untuk lebih memastikan apakah Adi benar berada di kampung halamannya, pihaknya pun berusaha mencari kontak istri Adi. Usai mendapatkannya, kepada petugas istri Adi membenarkan bahwa suaminya sudah berada di di Sulawesi Selatan dan tengah dirawat di sebuah puskesmas. Bahkan istrinya mengakui bahwa Adi tiba-tiba datang ke rumah dan langsung pingsan. Akhirnya Adi dibawa ke puskesmas.

“Bahkan teman-teman Basarnas di sana kami kerahkan untuk memastikan dan memang mereka menyatakan bahwa benar Adi ada di sana,” bebernya.

Lantaran merasa aneh dengan kejadian tersebut, Ari pun sempat meminta kepada istri Adi untuk menceritakan apa yang sudah dialami oleh Adi. Dalam pengakuan Adi kepada istrinya, saat ia turun buang air di semak nipah tiba-tiba ia melihat ada perkampungan di daerah tersebut. Akhirnya ia pun menuju ke kampung tersebut.

“Si Adi ini mengaku ke istrinya naik angkot, tapi di daerah situ (Andulung) mana ada angkot? Kemudian ia mengaku sempat berjalan dua hari dan minta diantar ke bandara. Kami sempat berpikir bagaimana dia bisa berangkat, sementara HP dan dompetnya ada sama temannya,” tuturnya.

Adi bahkan mengakui ia ke Sulawesi menggunakan pesawat. Dari pengakuan Adi tersebut, dibeberkan Ari sempat membuat petugas tim SAR masih bertanya-tanya. Apalagi Adi telah sampai ke kampung halamannya.

“Kalau masalah dia di sana, menggunakan kapal laut tidak mungkin. Kalau pun naik pesawat, kenapa dia lemas seperti itu, apakah tidak makan semenjak dia hilang. Jadi begitu ceritanya pencariannya, jadi carinya di mana dan ketemunya di mana,” ujar Ari berseloroh.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan (Kaltim-Kaltara) Gusti Mulyadi Anwar melalui Kepala Seksi Operasi Octavianto mengatakan, korban diketahui selamat dan berada di Bantaeng.

“Kepastian dia (Adi) selamat, setelah kami mendapatkan informasi dari Kapolsek Tarakan Timur, Iptu Barokah pada pukul 13.30 WITA (kemarin),” tuturnya.

“Untuk memastikan korban benar-benar selamat, kami sudah menghubungi seorang petugas puskesmas bernama Ibu Yani, dari komunikasi yang dilakukan ternyata memang benar korban yang dirawat tersebut bernama Adi yang dicari selama ini,” tuturnya.

“Cuma bagaimana caranya itu dia ada di sana, dia enggak mau ngomong. Warganya di Bantaeng, katanya masih lemas. Aso yang melapor ke Polsek Tarakan Timur dan ke kami (Basarnas), rekan sesama dia (Adi) memukat. Lapor ke polisi dan menghubungi kami. Temannya itu bingung juga kok bisa hilang, saat dia BAB. Di hutan nipah-nipah. Infonya lagi, si Adi ini masuk Puskesmas Senin. Yang antar keluarganya,” jelas Octavianto.

Terlepas dari kejadian yang masih misteri itu, pencarian yang dilakukan Basarnas sesuai prosedur. “Yang bersangkutan dilaporkan hilang, enggak tahu ke mana. Kalau dari kami enggak ada masalah. Dari kepolisian, juga mencari. Ternyata ada informasi hari ini, ditemukan di Bantaeng. Pengecekan dilakukan semua. Ke pihak keluarga di Amal dan juga di Sulawesi,” urainya.

“Kami mencari di pesisir pantai di Andulung, dan Juata di sekitar bakau. Hanya ditemukan jejak kaki. Dengan asumsi dia BAB. Kenapa dia pergi, enggak tahu juga temannya. Kalau kami seiringnya waktu, hanya melaksanakan operasi SAR. Mengurangi risiko atau hal yang tidak diinginkan itu,” tukasnya.

Setelah dipastikan korban selamat dan sedang mendapatkan perawatan di Puskesmas Baruga, proses pencarian korban resmi dihentikan.

“Operasi SAR ditutup dan seluruh unsur yang terlibat  dalam SAR dikembalikan ke satuannya masing-masing  dan dilanjutkan  dengan kesiapsiagaan,” ujarnya.  (zar/jnr/lim)

 

Editor : anggri-Radar Tarakan