Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Terserang DBD, Satu Siswa Absen

uki-Berau Post • Selasa, 23 April 2019 - 21:03 WIB

TARAKAN – Satu siswa SMP IT Ulul Albab Tarakan, dilaporkan tidak bisa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP yang digelar kemarin (22/4).

Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan, Wiranto, di sela memantau pelaksanaan UNBK hari pertama, kemarin (22/4).

“Di SMP IT Ulul Albab itu ada satu anak yang tidak ikut ujian karena sudah tiga hari terbaring di rumah sakit kena DBD, perempuan,” ujar Wiranto kepada awak media. Disdikbud Tarakan akan memberikan kesempatan bagi siswa tersebut untuk mengikuti ujian susulan.

Menurut informasi yang diperoleh Wiranto, siswa tersebut sudah diperbolehkan pulang untuk istirahat di rumah. Namun karena masih dalam pemulihan, pihaknya menunggu hingga siswa tersebut benar-benar fit untuk mengikuti UNBK susulan.

“Kami harapkan sekolah itu pro aktif untuk selalu memperhatikan anak-anak berkaitan dengan kehadiran. Kalau toh terlambat karena ketiduran atau apa, ada musibah, itu selalu pro aktif,” tegasnya. 

Selain satu siswa tersebut, sampai kemarin pihaknya belum mendapat laporan ada siswa lainnya yang tidak mengikuti UNBK. Jumlah peserta UNBK di Tarakan mencapai 3.468 siswa dari 30 sekolah.

Sementara itu, hasil pemantauan pihaknya pada hari pertama UNBK, tidak ditemukan kendala berarti. Terutama untuk antisipasi listrik padam, karena sebagian besar sekolah sudah menyiapkan genset. 

“PLN sendiri sudah komitmen bahwa tidak terjadi pemadaman selama ujian.  Kami belum mendata semua, tapi rata-rata yang sudah kami kunjungi sudah siap genset,” tuturnya. 

Tidak hanya itu, sekolah yang menumpang melaksanakan UNBK di sekolah lain juga berjalan lancar. Tahun ini, ada 2 SMP Negeri dan 5 SMP swasta di Tarakan yang masih melaksanakan UNBK di sekolah lain.  

Yakni SMPN 11 yang menumpang di SMPN 10, SMPN 12 itu melaksanakan UNBK di SMKN 2, SMP Budi Utama yang meminjam ruangan di SMA 2. Selain itu, SMP Tahfidz Qur’an di Amal dan SMP IT Ibnu Abbas yang melaksanakan UNBK di SMPN 7, SMP Saturius yang menumpang di SMP Don Bosco, dan SMP Citra Bangsa di SMPN 8.

Selain UNBK SMP, pihaknya juga mengawasi ujian sekolah berbasis nasional (USBN) untuk tingkat SD. Tahun ini diikuti 4.430 murid dari 67 sekolah.

Lancarnya pelaksanaan UNBK juga diakui Kepala SMPN 3 Tarakan, Ahyar. Sebelum mengikuti ujian, siswanya sudah dibekali simulasi dan try out agar anak lebih siap. Khusus SMPN 3 diikuti 287 siswa yang dibagi dalam tiga sesi.

“Usaha sekolah itu sebenarnya cukup untuk membekali mereka untuk maksimal menyelesaikan UNBK,” ujarnya.

DI BULUNGAN, 18 SEKOLAH MASIH UNKP

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Bulungan masih menggunakan dua sistem. Yakni UNBK dan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).

Sesuai data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan, sebanyak 64 sekolah mengikuti UN tahun ini.

Dari jumlah tersebut terbagi dalam 46 sekolah yang menggelar UNBK dan 18 sekolah yang masih menggelar UNKP. Total pelajar yang mengikuti ujian sesuai data pokok pendidik (Dapodik) sebanyak 2.534 siswa, terdiri dari 1.257 laki-laki dan 1.277 perempuan.

Diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Bulungan Suparmin, ada dua sekolah yang terpaksa molor menggelar UNBK karena mengalami gangguan jaringan internet. Yakni sekolah di Tanjung Palas dan Tanjung Palas Timur.

"Gangguan jaringan internet berdampak terhadap sesi berikutnya. Karena untuk UNBK terbagi menjadi dua dan tiga sesi," terang Suparmin yang ditemui Harian Rakyat Kaltara, Senin (22/4).

Dia mengharapkan, pada hari kedua UN sudah tidak ada kendala jaringan internet. Ketika terjadi gangguan jaringan, maka sesi pertama bisa molor waktunya dari jadwal yang telah ditentukan.

Suparmin mengatakan, jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK pada tahun ini ada peningkatan. Tahun lalu, hanya 22 sekolah menggelar UNBK, meningkat menjadi 24 sekolah tahun ini. Namun, masih ada sekolah yang harus menumpang.

"Sekolah yang menumpang dengan menggunakan sekolah terdekat. Karena belum memadai fasilitas penunjang berupa komputer," ungkap Suparmin.

Sementara itu, 18 sekolah yang masih menggunakan sistem UNKP merupakan sekolah yang berada di daerah remote. Termasuk sulitnya akses jaringan internet. Tetapi, ujar Suparmin, pihaknya berupaya tahun depan sekolah-sekolah tersebut sudah bisa melaksanakan UNBK.

Menurutnya, secara perlahan agar bisa sekolah itu UNBK dengan melihat kemampuan dan kondisi keuangan daerah. Pasalnya, pelaksanaan UNBK harus ditopang dengan prasarana yang memadai, utamanya peralatan komputer dan jaringan internet.

Jumlah siswa yang ikut UNKP dari 18 sekolah sebanyak 358 pelajar, terdiri dari 180 perempuan dan 178 laki-laki. Diakui Suparmin, dari seluruh siswa yang terdaftar untuk UN, ada dua pelajar yang mengundurkan diri karena berhenti sekolah. "Dua pelajar yang berhenti secara otomatis tak lulus. Untuk jumlah siswa lainnya, seluruhnya hadir," ujarnya. Dua siswa yang berhenti tersebut, sebelumnya telah terdaftar dalam Dapodik. Tetapi jelang pelaksanaan UN memilih untuk berhenti. (mrs/uno/udi) 

Editor : uki-Berau Post
#pendidikan