TARAKAN – Proses rekapitulasi suara yang masih berlangsung di tingkat PPK, membuat 22 calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, belum ada yang berani mengklaim satu dari empat kursi yang diperebutkan di Kalimantan Utara (Kaltara).
Beberapa calon yang dimintai komentarnya mengenai kansnya berkantor di Senayan, memang menunjukkan rasa optimismenya. Namun tetap belum berani memastikan keterpilihannya, karena sepakat menunggu tuntasnya proses rekapitulasi di KPU.
Seperti diutarakan Hasan Basri. Calon DPD RI nomor urut 26 ini, mengaku sudah mengantongi hasil penghitungan suara di Tarakan dan Nunukan. Namun dirinya belum bersedia membeberkan perolehan suaranya.
“Insya Allah dapat empat besar,” ujar Hasan Basri saat dikonfirmasi Rakyat Kaltara, Rabu (24/4).
Karena dirinya masih memprediksi perolehan suaranya masih akan bertambah, sebab timnya di beberapa daerah yang dianggap sebagai basis suaranya, belum semuanya yang menyetorkan hasil penghitungannya.
“Masih ada yang belum masuk di markas-markas saya. Masih ada beberapa kelurahanlah. Tidak hanya yang di Tarakan, di KTT, Malinau juga,” tutur calon asal Tarakan ini.
Dengan kans suara yang menurutnya terus menunjukkan hasil memuaskan, dirinya yakni bisa masuk tiga besar DPD RI asal Kaltara. “Ya kalau enggak dua, tiga, itu aja,” imbuhnya.
Tapi Hasan Basri enggan meremehkan kandidat lainnya. Menurutnya, semua figur yang mencalonkan diri adalah saingan berat.
Seperti calon DPD RI asal Tarakan lainnya, Ricky Valentino. Ricky yang ditemui kemarin, juga optimistis bisa bersaing memperebutkan satu dari empat kursi yang tersedia.
Karena hasil hitungan internalnya, Perolehan suaranya sudah mencapai 10 ribu lebih yang didominasi dari basis suaranya di Tarakan.
“Data internal sudah 10.500 tadi malam (Selasa malam). Masih Tarakan sebagian, sekitar 80 persen,” ujar Ricky.
Ia masih menunggu perolehan suaranya dari Kabupaten Tana Tidung (KTT), Nunukan, Malinau, dan Bulungan. “Kita optimistis mendapatkan kursilah. Entah itu (kursi) ketiga atau keempat. Karena saya belum masuk Bulungan. Saya berharap Bulungan agak besar,” terangnya.
Menurut Ricky, sejumlah kandidat yang bisa menjadi batu sandungannya, seperti mantan Bupati Malinau dua periode Marthin Billa, Hasni, Ahmad Kartadi, termasuk Hasan Basri, dan Alwan Saputra. Untuk itu, dirinya memilih menunggu hasil ketetapan dari KPU mengenai calon DPD yang berhak ke Senayan nantinya.
“Kita menghargai hasil rekapitulasi KPU. Kalau yang beredar di sosial media itu, saya juga bingung dari mana (datanya),” tuturnya.
Calon DPD RI lainnya, Fadlan Hamid, mengaku baru mengumpulkan ribuan suara dari Kota Tarakan. “Yang saya pegang masih dari Tarakan,” ujar Fadlan.
“Di Tarakan itu, dari Tarakan Barat belum selesai, Tarakan Timur juga belum selesai, Tarakan Utara belum selesai, dari penghitungan yang belum selesai itu, saya enggak mendapatkan lebih dari 5 ribuan,” lanjut pria yang pernah menjabat anggota DPRD Tarakan ini.
Tarakan sebenarnya, menjadi salah satu target lumbung suara bagi Fadlan. Namun, ia pun tidak memungkiri, persaingan yang sangat ketat membuatnya tidak mudah untuk meraih simpati masyarakat meski di daerah sendiri.
Informasi yang diperolehnya, untuk perolehan suara calon DPD RI di wilayah Tarakan, ia mengklaim menempati urutan keempat. Ia berharap suaranya bisa terdongkrak dari daerah lainnya di Kaltara.
Menurut Fadlan, perolehan suaranya di Nunukan juga cukup bagus. Data yang diperolehnya, jumlah suaranya diperkirakan lebih dari 1.000 suara. Jumlah itu belum dari semua TPS yang ada di Nunukan.
Sementara untuk wilayah Bulungan, Fadlan baru memperoleh suara dari Salimbatu yang mencapai 693 suara. Sementara kecamatan lainnya belum mendapatkan data perolehan suaranya.
Demikian juga dengan Kabupaten Tana Tidung (KTT) dan Malinau. Padahal, KTT, menurut Fadlan, menjadi salah satu target lumbung suaranya selain Tarakan.
Fadlan mengakui, untuk memperoleh satu dari empat kursi yang tersedia, memang tidak mudah. Ia harus berhadapan dengan figur yang memiliki popularitas baik di Kaltara.
“Banyak saingan. Si Hasni, Marthin Billa (mantan Bupati Malinau), Ahmad Kartadi, Hasan Basri,” sebutnya.
Hal senada diutarakan calon anggota DPD RI asal Bulungan, Alwan Saputra. “Belum bisa saya ngomong (Perolehan suara) karena simpang siur juga. Ada masing-masing klaim beberapa pihak, sementara saksi saya terbatas. Jadi kita percaya hasil KPU-lah. Karena banyak versi,” tuturnya dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Rabu (24/4). (mrs/udi)
Editor : uki-Berau Post