TARAKAN – Partai-partai politik kian gencar membuka peluang sebagai ‘perahu’ pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltara tahun 2020. Sejumlah figur pun tak kalah gencar membangun arah koalisi. Kemarin, sang petahanan Irianto Lambrie turut mengambil formulir di Partai Amanat Nasional (PAN).
Perwakilan Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Kaltara Irianto Lambrie, Ricky Valentino terlihat mendatangi kantor panitia seleksi penjaringan PAN, yang terletak di Jalan Aki Balak, Tarakan Barat, pukul 14.00 Wita. PAN merupakan partai kelima yang didatangi tim Irianto Lambrie. Keempat partai sebelumnya ialah PDIP, Demokrat, Gerindra dan Nasdem.
"InsyaAllah besok (hari ini) kami akan mengembalikan formulir ke Demokrat di Bulungan. Untuk yang lain kami masih ikuti mekanismenya. Karena prosesnya cukup panjang. Jadi keinginan Pak Irianto untuk terlibat dalam semua partai politik kami jalankan. Soal beliau yang mendapatkan rekomendasi sebagai calon, kami kembalikan ke mekanisme partai masing-masing," ujarnya Ricky sapaan akrabnya, kemarin (10/10).
Selain itu, ia menjelaskan dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan mendatangi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) untuk mendaftarkan Bacagub andalannya.
"InsyaAllah kami akan melakukan pengambilan berkas di PPP dan Perindo. Mungkin dalam waktu dekat ini," ungkapnya.
Lebih lanjut ayah dua anak ini menjelaskan, dalam prosesi pendaftaran partai PAN tidak memiliki persyaratan yang jauh berbeda pada partai yang lain. Dengan begitu, pihaknya tidak mengalami kendala pada proses pendaftaran.
"Persyaratannya sepertinya sama saja seperti unumnya CV, pengalaman, terakhir visi-misi. Jadi InsyaAllah semua bisa berjalan lancar. Untuk visi dan misinya sebenarnya hanya program melanjutkan yang sudah ada saja. Bahwa Kaltara hari ini, sudah menjadi provinsi cukup maju walaupun belum semua program yang sudah selesai. Tapi dengan waktu yang ada, InsyaAllah bisa diselesaikan," terangnya.
Saat ini kata Ricky, petahana hanya terfokus pada lanjutan program yang sudah ada sebelumnya. Irianto berkomitmen akan merealisasikan program tersebut di akhir masa jabatannya.
"Memang ada beberapa program yang belum berjalan salah satunya program Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), tapi beliau menargetkan sebelum tahun akhir ini beliau akan merealisasikannya," janjinya.
Sementara itu, Panitia Pendaftaran Penjaringan PAN Makbul menerangkan, PAN membuka pendaftaran dari 7 hingga 15 Oktober 2019. Pihaknya tidak menerapkan persyaratan khusus pada pendaftar. Meski demikian, ia menegaskan jika pengembalian berkas nantinya, setiap calon tidak dapat diwakili dan harus mengembalikannya sendiri.
"Nantinya kami juga akan melakukan survei seperti pendaftaran penjaringan kepala daerah sebelum-sebelumnya," tuturnya.
Sejauh ini terdapat tiga figur yang telah mendaftar di partai yang didirikan oleh Amin Rais tersebut yakni H.Abdul Hafid, Undunsyah dan saat ini Irianto Lambrie. Dengan tiga figur tersebut, pihaknya masih membuka pintu kepada calon yang berniat mendaftarkan diri.
"Untuk persyaratan kami sudah lampirkan termasuk memaparkan visi-misi. Tidak jauh bedah dan sebelumnya. Kami tidak menargetkan jumlah maksimal pendaftar 100 orang yang mendaftar 100 juga yang kami tampung," pungkasnya.
Berbeda halnya dengan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang belum membuka pendaftaran penjaringan calon kepala dan calon wakil kepala daerah. Sebab, hingga kini Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) belum menerbitkan Peraturan Organisasi (PO) yang dibutuhkan sebagai dasar pembukaan pendaftaran.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPP) Hanura Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala mengatakan, pihaknya sudah memberikan deadline ke DPP Hanura hingga akhir Oktober untuk menerbitkan PO tersebut.
“Jika hingga waktu yang ditentukan itu PO belum juga diterbitkan, maka kami mempersilakan empat kabupaten yang melaksanakan pilkada di Kaltara untuk melakukan pendaftaran penjaringan,” ujar Ingkong kepada Radar Tarakan saat ditemui di Tanjung Selor, Kamis (10/10).
Sebab, meskipun pihaknya melakukan pendaftaran penjaringan calon kepala dan wakil kepala daerah itu, tetap juga akan sama dengan partai politik (parpol) lainnya, yakni daerah tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan.
Dalam hal ini, daerah hanya menerima siapa yang ingin mendaftar sebagai calon kepala dan wakil kepala daerah, baru kemudian menyerahkan sejumlah nama yang mendaftar itu ke DPP untuk mengeluarkan rekomendasi pengusungan terhadap salah satunya.
“Semua pasti akan kembali ke pusat yang berhak untuk memutuskan siapa yang direkomendasikan,” kata Wakil Bupati (Wabup) Bulungan aktif ini.
Sebagai salah satu dari tiga parpol yang memperoleh kursi terbanyak di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara, pihaknya memang menginginkan untuk mengusung kader. Tapi, jika hasil survei tidak memungkinkan, maka pihaknya tetap legowo.
“Tidak harus kader. Siapapun yang diputuskan (untuk diusung), itulah dia,” sebutnya.
Namun, jika berbicara masalah potensi, ia menyebutkan antara kader dengan yang lainnya itu kurang lebih saja. Tapi, apapun itu, tetap survei yang membuktikan. Artinya, siapa yang direkomendasikan pusat, maka itulah yang akan didukung.
Pastinya, ia mengatakan, belum diterbitkannya PO itu oleh DPP menjadi keluhan utama yang disampaikan oleh pihaknya ke pengurus DPP saat dilakukan rapat pimpinan daerah (rapimda) di Tanjung Selor beberapa waktu lalu.
Namun, secara pribadi Ingkong belum memutuskan akan maju di mana saat pilkada 2020 nanti. Terlebih saat ini, ia mendaftar di pemilihan gubernur (pilgub), dan juga mendaftar di pemilihan bupati (pilbup) Bulungan dan Malinau.
“Kalau ditanyakan apakah saya serius? Itu sudah bukti keseriusan saya untuk membangun Kaltara. Pastinya, di mana kita diarahkan partai, kita tetap selalu siap. Di sini kita ikut saja keputusan dari pusat,” sebutnya.
Bahkan, Ingkong memberikan sinyal siap maju sebagai calon wakil gubernur (cawagub). Ia menyebutkan, jika ada yang menawarkan untuk maju sebagai 02 dan juga ada rekomendasi dari pusat, maka ia tetap mengikuti perintah.
SOFIAN RAGA GENCAR DEKATI MASYARAKAT KTT
Mantan Wali Kota Tarakan Sofian Raga serius menjajaki perkenalan dengan masyarakat Kabupaten Tana Tidung (KTT). Dia gencar meminta dukungan ke masyarakat untuk bisa maju ke bursa Pilbub Tana Tidung.
Tak hanya Sofian, terdapat beberapa nama yang disebut-sebut akan maju seperti Umi Suhartini, Armin, Murjani, Markus dan Yahya HT. Beberapa waktu lalu, beberapa partai politik sudah membuka pendaftaran bagi para calon yang akan bertarung nanti, di antaranya PDIP dan Demokrat.
Mantan Wali Kota Tarakan Sofian Raga mengatakan, akan mencoba peruntungan menjadi bakal calon Bupati Tana Tidung, jika diberi kesempatan dan diberi panjang umur, akan mengikuti pesta demokrasi pemilihan pemimpin Tana Tidung tahun depan.
"Alhamdullilah saya melihat respons para masyarakat cukup baik dalam memberikan dukungan, saat ini masyarakat KTT saya rasa sudah cukup cerdas dan bisa membedakan siapa yang akan mereka pilih nanti," kata Sofian.
Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu juga telah medaftarkan diri ke PDIP, dirinya akan mengikuti segala tahapan yang akan dilakukan dalam pemeilihan pilbub nanti. "Kita akan mengikuti semua tahapan yang ada, jika ada yang membuka pendaftaran kita akan daftar. Mengingat nanti tinggal partai yang akan memutuskan nanti," katanya.
Ia mengakui, untuk koalisi partai masih belum ada, semua akan berjalan dulu dan sambil melihat bagaimana perkembangan pilbub nanti. "Masalah koalisi nanti kita liat, ini masih dalam tahapan jadi masih melihat dulu bagaimana mekanismenya nanti. Saya belum bisa berkomentar banyak masalah ini yang jelas insyallah jika Allah mengizinkan dan meridhoi niat baik saya, saya yakin semua ada jalanya," ungkapnya.
Ditanya apakah akan maju dengan partai atau independen. Ia mengatakan untuk sekarang belum bisa menyebutkan apakah akan memakai Partai atau tidak. "Iya yang jelas nanti tiba waktunya baru saya akan mengatakannya, apa nama kapalnya, apa nama pilotnya itu semua akan saya katakan tiba waktunya nanti. Yang jelas saat ini hanya perkenalan dan silaturahmi sekaligus buka puasa bersama," ucapnya sambil tersenyum.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Mathius Rambulangi membenarkan, salah satu bakal calon Bupati KTT yakni Sofian Raga sudah mendaftarkan dirinya ke PDIP. Menurutnya bakal calon yang mendaftar ke PDIP semua punya figur yang memiliki track record baik.
"Harapan kami agar para calon yang maju di pilbub nanti, mampu memperjuangkan perkembangan ekonomi dan perluasan pembangunan serta meningkat kan SDM yang lebih unggul," singkatnya. (*/zac/iwk/*/rko/nri)
Editor : anggri-Radar Tarakan