Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bantu Pemenuhan Logistik hingga ke Perbatasan

anggri-Radar Tarakan • 2019-11-01 13:12:27

JNE melebarkan sayap dengan membuka cabang di Tarakan pada 2012. Salah satu pertimbangannya, kebutuhan akan logistik masyarakat Kaltara potensial dan terbilang tinggi. Keberadaannya sebagai salah satu penyedia jasa pengiriman juga sangat membantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

 

JANURIANSYAH

 

JNE Cabang Tarakan menangani pengiriman logistik ke seluruh wilayah Kaltara, mulai dari Tanjung Selor, Malinau, Pulau Bunyu, Tana Tidung hingga daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia yakni Nunukan dan Sebatik.

Sebagai salah satu penyedia jasa pengiriman logistik, keberadaannya sangat dibutuhkan dalam upaya pemenuhan kebutuhan logistik dan pemasaran produk bagi pelaku UMKM di Kaltara. JNE selalu memaksimalkan pengiriman logistik dengan moda transportasi yang ada ke berbagai wilayah di Kaltara, termasuk di wilayah Kaltara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia.

“Kondisi geografis adalah tantangan JNE di seluruh Indonesia, di mana Indonesia merupakan negara kepulauan. Oleh karena kami menjalankan berbagai strategi distribusi dengan menggunakan seluruh moda transportasi, baik udara, darat maupun laut, agar tiap paket dapat dikirimkan sesuai estimasi waktu dari produk layanan yang digunakan pelanggan termasuk di dalamnya ada pelaku UMKM,” tutur Pimpinan JNE Cabang Tarakan Ardiansyah, beberapa waktu lalu.

Selain mendukung dalam pemenuhan kebutuhan logistik pelaku UMKM di Kaltara, JNE juga memberikan kontribusi yang dibutuhkan pelaku UMKM. Kontribusi yang diberikan dalam bentuk pelatihan digital, “JNE ngajak online” dan “JNE ngajak kirim”.

“Dalam pelayanan proses pengiriman untuk pelaku UMKM, JNE akan memberikan kemudahan dalam pelayanan baik dari sisi tarif maupun estimasi waktu pengiriman,” ucapnya.

Saat ini JNE di Kaltara memiliki kantor perwakilan dan agen mitra di setiap wilayah. Bila ditotal jumlah titik pelayanannya saat ini di Kaltara ada sebanyak 40 jaringan. Keberadaannya di Kaltara juga mendapatkan respons positif dalam membantu pemenuhan kebutuhan logistik yang sudah menjadi gaya hidup masyarakat. Hal ini dibuktikan dari perkembangan waktu volume pengiriman logistik yang selalu meningkat setiap tahunnya, peningkatan berkisar 25 persen hingga 40 persen setiap tahunnya.

“Jenis paketnya didominasi oleh produk fashion, elektronik, dokumen, dan sebagainya. Termasuk di dalamnya kebutuhan logistik UMKM, dapat dikatakan kebutuhan pengiriman logistik selalu ada di berbagai bidang, sehingga menjadi bagian dari gaya hidup tiap orang di era digital,” bebernya.

Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltara Hartono mengatakan, keberadaan jasa pengiriman logistik seperti JNE saat ini bisa menjadi salah satu pendukung dalam kegiatan yang dilakukan pelaku UMKM di Kaltara. Mulai dari pemenuhan kebutuhan logistik hingga pemasaran produk UMKM antara daerah di Kaltara dan di luar Kaltara. “Penyedia jasa pengiriman dan pelaku UMKM ini saling berkaitan, seperti simbiosis mutualisme, artinya keduanya tidak bisa dipisahkan,” tuturnya.

Dengan perkembangan UMKM di Kaltara saat ini yang cukup signifikan, dirinya berharap penyedia jasa pengiriman logistik bisa mendukung pelaku UMKM di Kaltara mulai dari pemenuhan kebutuhan logistik, hingga pemasaran produknya. “Berdasarkan data dari Disperindagkop dan UMKM Kaltara, tercatat ada sekitar 30 ribu pelaku UMKM di Kaltara. Bila keberadaannya bisa didukung tentunya dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian di Kaltara,” ungkapnya.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltara Hendik Sudaryanto mengatakan, beberapa waktu lalu BI sudah memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM bagaimana menggunakan online marketing pada platform jual-beli online yang ada saat ini.

“Keberadaan platform jual-beli online ini sangat membantu pelaku UMKM dalam melakukan pemasaran produknya secara luas, tidak hanya lokal di Kaltara saja. Tapi bisa di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Namun untuk memaksimalkan penggunaan platform jual-beli online yang ada saat ini. Keberadaan penyedia jasa pengiriman logistik sangat dibutuhkan dalam mengirimkan produk pelaku UMKM ke berbagai daerah di Indonesia melalui platform jual-beli online. “Jadi perlu ditopang dengan infrastruktur jasa pengiriman logistik yang bagus seperti JNE dan penyedia jasa lainnya, untuk meningkatkan omzet pelaku UMKM, karena pasarnya tidak hanya lokal saja nantinya. Tapi seluruh Indonesia, bahkan bisa ke luar negeri untuk pemasaran produknya melalui jasa pengiriman logistik,” ungkapnya.

Dirinya berharap ke depan ada dukungan dari penyedia jasa pengiriman logistik kepada pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya, melalui pemberian tarif khusus bagi pelaku UMKM. Di mana diharapkan tarif khusus yang diberikan nantinya tidak memberatkan pelaku UMKM dalam pemenuhan kebutuhan logistik dan pemasaran produknya.

“Tentu dengan adanya tarif khusus dari penyedia jasa pengiriman logistik ini sangat membantu pelaku UMKM dari segi pengeluaran biaya pemenuhan kebutuhan logistik dan pemasaran produk. Tapi kembali lagi penerapan tarif khusus ini kami kembalikan kebijakan masing-masing penyedia jasa pengiriman logistik,” tuturnya.

Ketua Forum Komunikasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kaltara (Fokutara) Suri Trianawati mengatakan, meski keberadaannya penyedia jasa logistik sangat membantu dalam hal pemenuhan kebutuhan logistik dan pemasaran produk pelaku UMKM, pihaknya mengharapkan adanya kebijakan khusus terkait tarif untuk pelaku UMKM yang dinilai saat ini mengalami kenaikan yang cukup membebani.

“Memang sangat membantu, tapi tarifnya saat ini sudah naik, jadi lumayan membebani bagi kami pelaku UMKM dan pembeli produk kita. Kadang mereka kaget harganya kok mahal, tapi yang namanya kebutuhan mereka tetap membeli produk,” ungkapnya.

Dirinya berharap adanya pemberian tarif khusus bagi pelaku UMKM dalam pemenuhan kebutuhan logistik dan pemasaran produknya oleh penyedia jasa pengiriman logistik, sebagai upaya mendukung pengembangan UMKM di Kaltara. “Kami kalau pesan bahan baku dari luar pasti dalam jumlah banyak dan itu dilakukan secara kontinyu. Jadi kami harapkan ada tarif khusus ke depannya yang dapat membantu kami sebagai pelaku UMKM terus berkembang,” ucapnya.

Ketua Fokutara Nunukan Robianti mengatakan, pihaknya sangat berharap ada kebijakan khusus terkait tarif oleh penyedia jasa pengiriman logistik bagi pelaku UMKM di Kaltara, khususnya Nunukan. Mengingat saat ini pelaku UMKM dalam pemenuhan kebutuhan logistiknya masih bergantung pengiriman melalui penyedia jasa pengiriman logistik. “Perlu diketahui di Nunukan yang daerahnya berbatasan dengan negara tetangga kebutuhan logistik pelaku UMKM masih diambil dari luar Kaltara, seperti produk kain batik khas Nunukan, di mana bahan bakunya masih dikirim dari Jawa yakni Yogyakarta dan Madura,” bebernya.

Adanya tarif khusus bagi pelaku UMKM dalam pemenuhan kebutuhan logistik dan pemasaran produknya oleh penyedia jasa pengiriman logistic. Tentu dirinya menilai akan memberikan dampak positif bagi pengembangan produk pelaku UMKM.

“Kami harapkan dengan adanya tarif khusus bagi pelaku UMKM, dapat memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM. Terlebih kita yang berada dekat dengan perbatasan yang tarifnya lumayan karena jarak kita yang paling jauh dibandingkan daerah lainnya, tapi itu kembali lagi kebijakan dari masing-masing penyedia jasa pengiriman logistik,” imbuhnya. (***/lim)

Editor : anggri-Radar Tarakan