Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pesan Sekarang, Terbang Bulan Depan

anggri-Radar Tarakan • Kamis, 28 November 2019 - 22:29 WIB

TANJUNG SELOR – Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap menjelang hari besar seperti Natal dan tahun baru, volume pengguna jasa angkutan umum pasti akan mengalami peningkatan. Salah satunya di Kalimantan Utara (Kaltara) dengan tujuan ke wilayah pedalaman dan perbatasan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara, Hendri Tuwi mengatakan, saat ini, masyarakat perbatasan dan pedalaman yang ingin pualng kampung, khususnya di Kabupaten Malinau, itu sudah mulai antre untuk mendapatkan tiket pesawat. “Beberapa hari lalu booking tiket sudah dibuka untuk penerbangan satu bulan ke depan. Jadi, kita booking sekarang untuk bulan depan,” ujar Hendri kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi, Rabu (27/11).

Sekretaris Fraksi Partai Demokraat ini menilai, peningkatan intensitas jumlah penumpang yang ingin pulang kampung, seperti ke Krayan, Apau Kayan, Pujungan, dan Bahau Hulu itu tidak seimbang dengan layanan penerbangan yang ada. Karena, layanan penerbangan saat menjelang hari-hari besar seperi saat ini tetap sama dengan hari-hari biasa lainnya.

Sehingga, masyarakat mengalami kesulitan untuk mendapatkan jasa angkutan umum ini. Padahal, persoalan ini sudah disampaikannya beberapa waktu lalu, harapannya pemerintah lebih memprioritaskan layanan seperti Subsidi Ongkos Angkut (SOA) penumpang di akhir tahun.

“Jadi, bagaimana caranya di bulan-bulan tertentu itu ada upaya antisipasi. Bisa saja seperti di kota-kota besar yang setiap hari besar seperti lebaran, itu ada penambahan armada dan lain sebagainya. Paling tidak ada penambahan layananlah,” tuturnya.

“Atau mungkin, jika pada bulan-bulan sebelumnya ada beberapa penerbangan dibatalkan, mungkin itu bisa dialihkan ke akhir tahun ini. Termasuk memadatkan pelayanan akhir tahun di waktu-waktu seperti sekarang ini,” sambungnya.

Setidaknya, dengan upaya seperti itu masyarakat bisa terakomodir secara maksimal. Mengingat ini merupakan rutinitas yang dilakukan masyarakat setiap tahun, makanya diharapkan tidak terulang secara terus menerus.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltara ini menyebutkan, informasi yang diterimanya, saat ini untuk penerbangan seperti ke Krayan hanya empat kali dalam seminggu. Ini turun dari yang tahun sebelumnya yang layanan penerbangan sekitar lima hingga enam kali dalam seminggu.

“Dengan kondisi seperti ini, hampir 50 persen masyarakat yang berencana untuk mudik, itu tidak terakomodir. Ini selain mereka yang tidak dapat tiket, juga mereka yang mengurungkan niat untuk mudik karena kondisi seperti ini,” tuturnya.

Disebutkannya, yang mengurungkan niat untuk pulang kampung itu karena malas ikut antre. Karena, meskipun ikut antre, belum tentu juga mendapatkkan tiket. Karena teknis daftar untuk mendapatkan tiket itu juga telah diatur.

“Misalnya saya mau berangkat di 30 November 2019, sementara ada 20 orang lainnya yang juga mau berangkat di waktu yang sama. Nah, di situ 20 orang ini harus melakukan semacam cabut undi, untuk menentukan siapa yang dapat,” jelasnya.

Sebab, dari 20 orang itu, hanya sembilan yang bisa mendapatkan tiket. Artinya, 11 calon penumpang lainnya mau tidak mau harus diubah lagi untuk tanggal berikutnya. Itupun kalau dapat saat dilakukan undian. 

Mengingat saat ini masih ada waktu, ia berharap ada solusi dari pemerintah. Jika memang anggaran di Dinas Perhubungan (Dishub) ada, ia meminta dialihkan di waktu tersebut. Dan ia juga akan mengoordinasikan hal ini dengan Dishub dan Bandara.

 

Sebelumnya, Kepala Dishub Kaltara, Taupan Madjid mengatakan, sejauh ini program SOA penumpang di Kaltara ini masih jalan. Dan ia optimistis akan tetap aman hingga akhir tahun ini. "Mungkin mendekati Natal dan tahun baru akan semakin padat penumpang yang menggunakan dan membutuhkan fasilitas subsidi ini," katanya.

Dijelaskannya, sejauh ini sudah ada kontrak dalam setahun, baik yang pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). "Tentu sudah juga kita lakukan evaluasi pelaksanaannya. Tapi untuk pengguna juga harus mewaspadai untuk tidak dapat tiket dengan mem-booking sebelumnya. Saya rasa itu bisa teratasi dengan baik," tuturnya.

Dalam hal pelaksanaannya, diharapkan tidak ada permasalahan yang terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena jika terjadi seperti adanya pesawat yang tergelincir, maka akan sulit. Sebab, tentu harus mencari pengganti lagi. "Itu pasti butuh waktu juga untuk mengatasinya. Termasuk juga persoalan cuaca, semoga cuaca baik-baik saja. Karena cuaca yang buruk juga mempengaruhi penerbangan," jelasnya. (iwk/eza)

Editor : anggri-Radar Tarakan
#SOA