Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Operasi Ketupat, Tegas Pantau Pemudik

anggri-Radar Tarakan • 2020-04-29 13:47:54
Dirlantas Polda Kaltara, Kombes Pol Noviar. FOTO: DOKUMEN
Dirlantas Polda Kaltara, Kombes Pol Noviar. FOTO: DOKUMEN

TANJUNG SELOR – Target pelaksanaan Operasi Ketupat Kayan 2020 yang dilaksanakan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini, Direktorat Polisi Lalu Lintas (Ditpolantas) Polda Kalimanta Utara (Kaltara) fokus pada pencegahan penyebaran Covid-19 dan mencegah masyarakat agar tidak mudik.

Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit melalui Dirlantas Polda Kaltara Kombes Pol Noviar menyampaikan pelaksanaan Operasi Ketupat Kayan 2020 dilaksanakan mulai Jumat (24/4) hingga Minggu (31/5) mendatang. Pengawasan dilakukan dengan mendirikan posko-posko di jalur perbatasan. Sehingga jika dietemukan ada masyarakat yang mudik akan dikembalikan.

“Penanganan beda Operasi Ketupat kali ini, tujuannya bagian dari pencegahan Pandemi Covid-19 hingga pelarangan mudik. Melalui pos tepadu jika ditemukan diminta berbalik arah,” ucap Dirlantas Polda Kaltara Kombes Pol Noviar kepada Radar Kaltara, Selasa (28/4).

Dijelaskan, berkaca dari arus mudik dua tahun terakhir, jumlah pemudik yang masuk ke Kaltara pada naik di 2019 dari tahun sebelumnya. Kemudian, yang diantisipasi sejumlah daerah yang memiliki jalur tidak resmi. Misal melalui jalur laut dan sungai. Sebelum ini terjadi, langkah dari Ditlantas Polda Kaltara serta Polres jajaran terus melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak mudik.

“Kita mengimbau secara public address menggunakan armada patroli guna menyampaikan maklumat dengan protokol physical distancing agar patuh terhadapan imbauan pemerintah dan tidak ada kegiatan keramaian. Jika ada yang tetap mudik, masuk melalui tidak melalui pelabuhan resmi atau dermaga akan dikarantina juga. Jadi lebih baik tidak mudik,” tegasnya.

Ditanya terkait mengantisipasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang melakukan mudik setiap jelang Idulfitri hal ini telah diantisipasi pemerintah. Jika terjadi pemulangan ada penyampaian. Namun, sejauh ini koordinasi pemerintah pusat tidak terjadi lantaran tidak adanya armada yang melayani rute Tawau-Nunukan.

“Soal pengamanan wilayah Nunukan kapolres sudah me-warning. Terkait pemulangan ada koordinasi antara pemerintah pusat. Dan saat ini tidak ada kapal yang mengankut penumpang untuk mudik,” bebernya.

Sementara, Kasat Lantas Polres Bulungan, Iptu Rully Zuldh Fermana menambahkan, pelaksanaan Operasi Ketupan Kayan 2020 ini saat dilaksanakan mulai (24/4) hingga (7/5) mendatang pemudik yang ditemukan akan diminta berbalik arah. Namun, setelah 8 hingga 31 Mei akan ditidak langsung.

“Dua pekan pertama memang diminta berbalik arah. Tetapi selanjutnya ditindak langsung dengan tilang,” tambahnya.

Lanjutnya, dengan kondisi saat ini, adanya aturan pemerintah untuk armada laut dan udara kecuali mengakut barang tidak beroperasi. Sehingga, mengantispasi adanya pemudik diperketat jalur darat. “Tahun lalu ini lebih banyak yang keluar sekira 22 ribu jiwa dari Bulungan sedangkan yang masuk ada 15 ribu jiwa,” pungkasnya. (akz/udn)

Editor : anggri-Radar Tarakan