TANA TIDUNG - Meski seluruh speedboat sudah dapat beroperasi di tengah pandemi Covid-19, namun jelang Hari Raya Iduladha tampaknya tidak berpengaruh terhadap jumlah penumpang speedboat di Pelabuhan Tunon Taka, Tana Tidung.
Salah satu petugas loket tiket speedboat, Iyan (37) mengatakan, tidak ada lonjakan penumpang. Penumpang yang berangkat maupun yang datang masih dalam kondisi normal. “Tidak ada lonjakan, sama saja sama hari biasanya," kata Iyan.
Sekitar 8 speedboat yang stand by di pelabuhan Tunon Taka siap beroperasi setiap harinya ke Kota Tarakan dan sebaliknya masih mampu mengantar penumpang yang berangkat dan datang. Sesuai izin trayek, operasi speedboat sejak pukul 09.00 WITA hingga 14.15 WITA tersebut, diisi penumpang sekitar 18-25 orang.
“Tidak ada lonjakan penumpang, rata-rata speedboat isinya 18-25 orang bahkan kadang tidak sampai. Mungkin karena warga masih enggan keluar karena pandemi Covid-19, makanya lebih memilih diam di rumah," jelasnya.
Senada yang disampaikan rekannya Yoyok, bahwa tidak ada penambahan armada speedboat kali ini. Armada yang tersedia dianggap cukup untuk melayani penumpang keluar masuk dari KTT ke Tarakan. Meski sebelumnya speedboat tidak beroprasi.
"Hingga hari ini (kemarin, Red) tampak berjalan normal saja. Untuk keamanan juga bagus, malah saat ini lebih diperketat keamanannya ada juga speedboat mesin 200-300 PK yang stand by sehingga kelaupun nanti tiba-tiba terjadi lonjakan penumpang, itu sudah cukup. Tapi tampaknya itu tak akan terjadi karena Covid-19,” jelasnya.
Feri, nakhoda SB Habibi mengatakan, selama pandemi Covid-19 sempat tidak beroperasi, sekarang meski beroperasi namun penumpang pun sepi, kalaupun ada paling hanya 2-3 orang penumpang. "Kalaupun ada sekarang paling 2-3 orang saja karena takut mungkin berangkat selama Covid-19 ini," kata Feri.
Untuk menyiasati penumpang yang sedkit, dirinya juga masih mengandalkan barang-barang yang dianggap masih bisa menutupi kerugian yang ada. "Kalau penumpang sedikit ya harus ada barang yang dibawa, kalau tidak begitu rugi, makanya masih mengandalkan barang yang dibawa," jelasnya.
Rusli, Staf Dinas Perhubungan (Dishub) yang bertugas di Pelabuhan Tunon Taka Tana Tidung tersebut menjelaskan, belum ada lonjakan penumpang hingga kemarin karena masih terdampak Covid-19.
"Selama Covid 19 ini penumpang paling banyak 5 orang saja, itupun yang keluar harus mempunyai hasil rapid test. Kalau tidak, tidak boleh. Dan penumpang yang ada itu juga yang benar-benar ada keperluan mendesak saja. Belum berani keluar sepertinya," kata Rusli kepada Radar Tarakan, Kamis (23/7).
"Memang Iduladha ini sebelum Covid-19 jumlah penumpang tidak melonjak signifikan, berbeda Idulfitri. Selama Covid-19 juga terlihat sepi meski sekarang speedboat telah diizinkan beroperasi, tapi masih terlihat sepi juga baik yang datang maupun yang berangkat. Paling cuma barang saja kalau penumpang sepi sekarang," ungkapnya. (rko/eza)
Editor : anggri-Radar Tarakan