TANJUNG SELOR – Harga sembako di Tanjung Selor dipastikan masih stabil meski Hari Raya Idul Adha hanya tinggal tiga hari lagi. Kondisi ini diakui para pedagang berbanding0 terbalik dengan Idul Adha tahun lalu, H-4 Idul Adha harga sembako meroket.
Ming (45) salah seorang pedagang sembako di Pasar Induk, Tanjung Selor saat ditemui pewarta di sela-sela melayani pembeli menjelaskan, stabilnya harga sembako yang lantaran sampai saat ini stok berbagai macam komoditas masih aman.
Selain itu, pihak distributor juga tidak menaikkan harga seperti Idul Adha tahun lalu.
“Tidak ada kenaikan. Sembako rerata masih terus stabil harganya sampai saat ini,’’ jelasnya kepada Radar Kaltara, Selasa (28/7).
Kondisi ini membuat pembelian dari konsumen meningkat 60 – 80 persen setiap harinya. “Alhamdulillah, meski situasi dan kondisi saat ini masih diterpa pandemi Covid-19. Penjualan mulai ada peningkatan kembali,’’ ujarnya.
Ditanya apakah kondisi stabilnya harga sembako ini terus terjadi hingga H-1 Idul Adha ? pedagang yang mengenakan hijab ini mengaku tak dapat memprediksi. Sebab harga sembako di pasar selalu berubah setiap hari. Bisa turun bisa naik.
“Dari kami pedagang tentu mengharapkan harga terus stabil. Sebagimana harapan konsumen itu sendiri,’’ katanya.
Ia menyebutkan, untuk harga bawang merah masih Rp 38 ribu per kg, bawang putih Rp 25 ribu per kg, sayur – mayur rerata Rp 3 ribu per ikat. Lalu, beras Rp 14 ribu (tergantung merk beras) per kg, telur Rp 58 ribu per piring, gula Rp 15 ribu per kg dan ayam Rp 35 ribu per kg.
“Termasuk, harga cabai yang biasa naik saat ini tidak demikian. Harganya masih berkisar Rp 50 – 60 ribu per kg-nya,’’ sebutnya.
Senada dikatakan Yati (38) pedagang lainnya di Pasar Induk, Tanjung Selor bahwa sampai saat ini harga sembako yang dijajakannya tidak ada yang mengalami kenaikan yang signifikan. Rerata masih stabil dan diprediksinya bakal terus berlangsung hingga H-1 Idul Adha nantinya.
“Tapi, ini sekadar prediksi.Ya, karena biasanya semakin mendekati hari raya sembako cenderung mahal. Tapi, saat ini kondisi tidak demikian,’’ ungkapnya.
Dikatakannya, mengenai adanya peningkatan omzet menjelang hari raya kurban. Yati mengatakan ada. Apalagi, saat ini dengan semakin mendekatinya hari raya.
“Ya, adalah peningkatan omzet. Tapi, belum saya hitung berapa pastinya,’’ ujarnya seraya tertawa kecil.
Lanjutnya, pembeli sendiri mengaku cukup senang dengan kondisi harga sembako yang terus stabil. Sebab, bisa membeli sembako dalam jumlah yang cukup banyak. Berbeda jika harga sembako mahal yang membuat mereka harus berpikir dua kali saat akan membelanjakan sejumlah uangnya.
“Pembeli rata-rata tanpa ragu mengambil sembako untuk ditimbang ataupun dimasukkan ke dalam kantong plastiknya,’’ ujarnya.
“Berbeda halnya jika sembako mahal, terlebih dahulu mereka menanyakan atau sekadar menawar terlebih dahulu,’’sambungnya.
Ditanya apakah ini faktor kondisi pandemi Covid-19 ? menurutnya bisa iya dan tidak. Tapi, dirinya mengaku bahwa dari distributor tidak menaikkan harga sembako. Sehingga tidak mungkin ia semena-mena menaikkan sembako yang dijual.
“Bisa rugi sendiri saya. Jika pedagang di sini harga stabil sedangkan di saya justru naik. Jadi, megikuti pasaran yang ada saja,’’ tandasnya.
Sementara, Adi (38) salah seorang pembeli mengatakan dengan kondisi stabilnya harga sembako membuatnya tak cukup pusing dalam membelanjakan uang di sakunya. Ia pun berharap kondisi ini terus berlanjut sampai H-1 Idul Adha. “Tentu ini menjadi sebuah kabar gembira bagi masyarakat jika sampai H-1 Idul Adha harga tetap stabil,’’ ungkapnya.
Terpisah, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi – Usaha Mikro Kecil Menengah (Diseperindagkop – UMKM) Kabupaten Bulungan mengatakan, stabilnya harga sembako di pasar lantaran berdasarkan data yang ada stok masih tersedia. Sehingga pedagang pun tak ada alasan untuk menaikkan harga sekalipun di hari raya yang semakin dekat.
Sekretaris Disperindagkop-UMKM Bulungan, Asmuni mengatakan meski harga sembako stabil. Namun, pemantauan akan terus dilakukan oleh petugas di lapangan. Dengan harapan tidak ada pedagang ‘nakal’ yang semena-mena menaikkan harga sembako lantaran mejelang Idul Adha ini.
“Stabilnya harga di sini memang menjadi dambaan masyarakat. Baik pembeli ataupun penjualnya itu sendiri,’’ katanya saat ditemui di ruang kerjanya.
Dikatakannya, pengawasan terhadap aksi penimbunan sembako dipastikan akan terus dilakukan. Ada dasar hukum jika aksi itu sampai didapati. Kepolisian yang bakal menindak sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku. “Harapannya tidak demikian. Aksi penimbunan ini tentu membuat langkanya sembako dan potensi terjadinya kenaikan harga,’’ ucapnya.
Pihaknya juga mengimbau di tengah pandemi Covid-19 , pedagang maupun pembeli dapat menjaga protokol kesehatan.Mengingat, kasus terkonfirmasi Covid-19 masih saja ada sampai saat ini. Pencegahan penularan dari virus itu wajib untuk dilakukan. “Misal dengan mengenakan masker salah satunya dan cuci tangan,’’ tandasnya.
Editor : anggri-Radar Tarakan