Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

PDIP: Dukungan Ditentukan Figur

anggri-Radar Tarakan • Jumat, 28 Agustus 2020 - 20:52 WIB
INT
INT

TARAKAN – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan mengumumkan dukungannya pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Utara (Kaltara) 2020 pagi ini. Sikap PDIP juga paling ditunggu, karena turut menentukan jumlah pasangan calon yang akan berkompetisi pada 9 Desember mendatang.

Wakil Gubernur Kaltara, H. Udin Hianggio, masih berharap dukungan partai berlambang banteng tersebut.

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Norhayati Andris, menuturkan, jika semua figur tentu memiliki potensi untuk didukung. Namun tentunya hal itu merupakan wewenang Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. Sehingga, ia tidak dapat memastikan figur mana yang saat ini paling dilirik partai.

“Sejak mundurnya Pak Indrajit tentunya membuat situasi politik mengalami perubahan. Kemudian, munculnya beberapa nama figur yang diusulkan menjadi pendamping H. Udin Hianggio, munculnya sosok tokoh-tokoh terbaik Kaltara. Tetapi, proses ini memang wewenang dari DPP. Sehingga untuk proses ini, ini sudah bukan ranahnya kami. Jadi kami belum bisa memastikan siapa yang akan dilirik oleh PDIP,” tukasnya.

Meski demikian, ia menegaskan jika PDIP akan merencanakan pengumuman dukungan pada Jumat (28/8) hari ini. Sehingga siapa pun yang didukung, tentunya merupakan figur terbaik di Kaltara.

“Dan besok (hari ini) kami akan dihubungi untuk mengikuti pengumuman secara virtual, besok jam 10 (10.00 WITA). Siapa pun yang didukung, tentunya figur tersebut merupakan yang terbaik dari PDIP,” terangnya.

“Selain dukungan partai, kalau Pak Udin juga tidak setuju, tentu tidak akan bisa. Sehingga komunikasi tersebut tentu lebih intens antara figurnya langsung, untuk partai hanya memastikan apakah pasangan kandidat sudah siap didukung atau tidak,” pungkasnya.

 

KOMUNIKASI ANANG DAHLAN

Tersisa seminggu, pendaftaran peserta Pilgub Kaltara 2020 dibuka. Wakil Gubernur Kaltara, H. Udin Hianggio yang dipastikan gagal berpasangan Irjen Pol Indrajit, mantan kepala Polda Kaltara memantapkan pilihan pada Bupati Tana Tidung, Dr. H. Undunsyah.

Di tengah persiapannya itu, ia justru menerima tawaran dari tokoh politik lainnya, H. Anang Dachlan Djauhari, mantan bupati Bulungan.

H. Udin Hianggio membenarkan pertemuannya dengan H. Anang Dachlan Djauhari di salah satu lokasi di Jakarta beberapa waktu lalu. Meski demikian, ia menegaskan jika pertemuan tersebut bukan atas keinginannya, melainkan dari pihak H. Anang Dachlan Djauhari. Lanjutnya, pertemuan tersebut juga sekaligus silaturahmi keduanya. Namun Udin menegaskan tidak akan mengubah prinsip politiknya, terhadap pilihan untuk maju dalam Pilgub Kaltara.

“Dia yang menemui saya. Dia mendatangi saya, dan saya sampaikan, saya memiliki prinsip, saya sudah menyatakan maju dengan si A, tidak akan mungkin saya mengubah. Kecuali figurnya mengalami kendala,” ujarnya kepada Radar Tarakan, kemarin (27/8).

Sebelumnya, Udin telah menerima apa yang menjadi pilihan Irjen Pol Indrajit, yang tidak akan maju di Pilgub.

“Pak Indrajit sendiri kan sudah memutuskan tidak akan maju, saya tidak mungkin menunggu itu kan. Oleh karena itu ada opsi lain, sehingga untuk saat ini kemungkinan besar saya akan maju bersama Undunsyah,” tukasnya.

Sementara komunikasi berjalan dengan calon pasangan maupun kepada partai pendukung. Selain itu, ia mengungkapkan jika pihaknya menyadari ada sejumlah kelompok yang mengkhawatirkan dirinya bakal maju. Sehingga menurutnya, beberapa langka politiknya yang sudah berjalan, sempat digagalkan oleh lawan politik yang dimaksud.

“Insyaallah masih berproses. Dan ini yang masih diperjuangkan. Karena terus terang ada kelompok lawan politik yang takut kalau saya maju, sehingga langkah saya sering dicegah. Termasuk berusaha mencegah dukungan partai,” terangnya.

Sejauh ini, pihaknya cukup optimistis akan mendapatkan dukungan dari 2 partai yang tersisa. Menurutnya, tentunya 2 partai tersebut menginginkan sosok terbaik Kaltara untuk maju.

“Dari partai sendiri juga sudah memberikan sinyal. Jadi tinggal menunggu saja bagaimana keputusannya. Tentunya baik Hanura dan PDIP juga menginginkan figur terbaik di Kaltara untuk didukung,” jelasnya.

“Kalau dengan Undunsyah tidak ada masalah lagi. Untuk partai Undunsyah sendiri juga tidak ada masalah. Karena jumlah kursi di 2 partai itu kan sudah cukup bahkan lebih. Undunsyah bisa maju tanpa PKB. Yang penting, sudah memenuhi syarat, gitu aja. Kita tunggu saja semoga hasil dari perjuangan ini berjalan seperti yang diharapkan,” jelasnya.

Juru Bicara H. Anang Dachlan Djauhari, Fauzi membenarkan adanya pertemuan H. Anang Dachlan Djauhari dengfan H. Udin Hianggio. Menurutnya pertemuan itu sebatas pertemuan dua tokoh di Kaltara. Meski begitu, ia tidak menampik ada pembicaraan politik di dalamnya.

“Terhitung kemarin malam (Rabu 26 Agustus) memang terjadi pertemuan antara Anang Dahlan dan H. Udin Hianggio di Jakarta. Tapi pada intinya, pertemuan ini sebenarnya sebagai silaturahmi biasa saja antara 2 tokoh Kaltara. Memang, ada pembahasan-pembahasan politik di sana, tapi hanya sekadar membahas kondisi Kaltara saat ini,” ujarnya, kemarin (27/8).

Ia mengakui, sejauh ini pihaknya juga berupaya membangun komunikasi intens terhadap 2 partai tersisa saat ini. Namun demikian, hal tersebut bergantung kepada pertai. Sehingga ia menegaskan, apapun hasilnya maka pihaknya dapat menerima.

“Memang kami juga saat ini intens membangun komunikasi dengan 2 partai politik yang tersisa, itu kembali ke DPP lagi, apakah partai bersedia mengusung H. Udin Hianggio bersama Anang Dahlan berkontestasi,” terangnya.

Fauzi mengakui, jika pihaknya juga mendengar adanya kedekatan Udin dengan Undunsyah. Meski begitu, menurutnya semua figur memiliki peluang yang sama untuk berkontestasi di Pilgub Kaltara.

“Memang kami mendengar juga adanya isu kalau H. Udin membangun komunikasi dengan H. Undunsyah. Itu tergantung dari DPP partai saja maunya seperti apa. Yang jelas, kami tentu menghormati apa pun keputusan partai,” tuturnya.

“Yang jelas upaya pendekatan itu sudah dilakukan Anang Dahlan kepada Udin Hianggio dan PDIP. Kalau dari H. Udin sudah memberikan lampu hijau, tinggal menunggu partai lagi apakah mereka mau mendukung atau tidak,” sambungnya. (*/zac/lim)

 

 

Editor : anggri-Radar Tarakan