Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jl. Aki Balak Rusak, Mulawarman Dipercantik

anggri-Radar Tarakan • 2021-03-24 11:31:24
RUSAK: Jalan Aki Balak ini dikeluhkan masyarakat karena berdebu ketika cuaca panas dan becek ketika hujan./IFRANSYAH/RADAR TARAKAN
RUSAK: Jalan Aki Balak ini dikeluhkan masyarakat karena berdebu ketika cuaca panas dan becek ketika hujan./IFRANSYAH/RADAR TARAKAN

TARAKAN– Jalan Mulawarman terus mengalami perbaikan, sementara di bebrapa titik jalan seperti Jalan Aki Balak tepatnya di depan Mako Batalyon Infanteri Raider 613/Raja Alam memprihatinkan karena rusak dan tak diperbaiki.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tarakan, H. Khairul menjelaskan, Jalan Mulawarman berstatus jalan nasional sehingga menjadi tanggung jawab pemerintah pusat untuk melakukan perbaikan atau pemeliharaan. Karena pemerintah pusat maka sumber anggaran untuk mempercantik jalan bersumber dari APBN.

Sementara Jalan Aki Balak yang dimulai dari depan Pos Bandara Juwata hingga simpang Intraca, jalan kota sehingga menjadi tanggung jawab Pemkot Tarakan untuk meningkatkan dan memperbaiki dengan anggaran APBD Kota Tarakan.

"Masalahnya, di Jalan mulawarman adalah pemeliharaan biasa (overlay). Sehingga bisa langsung diaspal," ungkap Khairul.

Untuk Jalan Aki Balak, dikatakan Khairul, terdapat empat tahapan yang akan lakukan, yakni pembersihan pasir dan agregat yang sudah dilakukan. Tahap kedua ialah pembuatan drainase yang cukup besar untuk menampung pasir yang turun dari gunung jika terjadi hujan. Hal ini sudah selesai dilakukan pada akhir tahun 2020.

Tahap ketiga, pembuatan sodetan atau crossing sebagai drainase pendukung dari seberang menuju arah samping SDN 059 Tarakan. Ini yang akan dikerjakan dalam waktu dekat.

Terakhir tahap keempat yakni pengaspalan jalan yang akan dilaksanakan setelah pekerjaan crossing dilakukan agar tidak merusak aspal yang sudah dibuat.

Bersamaan dengan hal tersebut pihaknya juga membuat, sand trap atau penangkap pasir dan penghijauan di kaki bukit untuk mengurangi volume pasir yang turun.

"Kalau melihat, kita bisa membayangkan bahwa masalah di Jalan Aki Balak tentu lebih kompleks dibanding Jalan Mulawarman sehingga waktu dan biaya yang dibutuhkan lebih besar," jelas Khairul.

Oleh sebab itu, dikatakan Khairul, yang dibutuhkan saat ini masyarakat lebih sabar agar masalah tersebut dapat segera diatasi secara tuntas. Sebab semua membutuhkan proses.

"Kan masalah ini sudah berlangsung bertahun-tahun, kita ingin mengobati (kausa/penyebab penyakit), sehingga tidak hanya mengobati (gejala penyakit) yang akan menyebabkan (penyakit kambuhan). Kalau kami mau gampang langsung aspal, tentu seolah-olah masalah selesai, tetapi 3-4 bulan, jika hujan terus mengguyur aspalnya akan rusak lagi," tegasnya.

"Jadi, duhai masyarakatku, sabar ya? Berikan waktu kepada kami untuk bekerja dan menyelesaikan masalah itu secara baik," sambungnya.

Untuk diketahui, Jalan simpang Intraca, Aji Iskandar Dinata, ring road hingga kawasan RT 11. Binalatung Pantai Amal merupakan jalan provinsi sehingga menjadi tanggung jawab Pemerintah Kaltara untuk peningkatan dan pemeliharaan, yang sumber dananya berasal dari APBD Pemprov Kaltara.

Hal yang sama juga dikatakan DPUPR-Perkim Provinsi Kaltara yang menegaskan proyek peningkatan Jalan Mulawarman di Kota Tarakan merupakan kegiatan pemerintah pusat. Sebab, ruas jalan tersebut masuk jalan nasional.

Kepala Bina Marga DPUPR-Perkim Kaltara, Yusran menyampaikan, secara kewenangan ruas Jalan Mulawarman masuk jalan nasional. “Jadi, pengerjaan pengaspalan sepenuhnya bersumber dari APBN,” kata Yusran kepada Radar Tarakan, Sabtu (20/3).

Dalam hal ini pihaknya mengaku tidak mengetahui secara pasti apa yang menjadi pertimbangan pemerintah pusat mengerjakan ruas jalan tersebut. Tetapi, bisa saja peningkatan itu dilakukan karena lalu lintas harian rata-rata  (LHR) ramai sehingga diprioritaskan untuk didahulukan dikerjakan.

“Pertimbangan lain bisa saja karena di lokasi itu ada gedung pemerintahan, sehingga akses jalannya perlu diperbaiki. Sebenarnya banyak aspek yang menjadi pertimbangan,” bebernya.

Sampai saat ini untuk paket kegiatan fisik yang bersumber dari APBD belum ada yang berjalan, karena ada refocusing anggaran sehingga seluruh kegiatan dikaji ulang.

“Sekarang ini tim tengah mengevaluasi kembali mana saja proyek yang masuk prioritas. Jadi, belum ada yang jalan,” ungkapnya.

Untuk di Tarakan ada beberapa kegiatan yang masuk skala prioritas dikerjakan tahun ini. Salah satunya peningkatan ruas Jalan Gajah Mada dan Jalan Gunung Selatan.

“Harusnya tahun ini sudah bisa dikerjakan. Hanya saja karena ada evaluasi akhirnya ditunda. Kelanjutanya seperti apa kami belum tahu juga. Karena masih menunggu  keputusan tim,” bebernya.

Secara keseluruhan, kegiatan fisik yang bersumber dari APBD kurang lebih ada sekitar 34 paket. Namun, jumlah itu bisa saja berubah karena masih dalam tahap kajian.

“Jadi, kami tidak bisa memastikan apakah 34 paket kegiatan ini bisa terealisasi semua atau tidak,” bebernya.

Kegiatan fisik, sambung Yusran, menyesuaikan dengan kebijakan Gubenur Kaltara, H. Zainal Arifin Paliwang. Apalagi saat ini ada prioritas lain.

“Sebetulnya kegiatan yang bersumber dari APBD sudah sempat berjalan. Namun, karena ada kebijakan baru akhirnya ditunda dan dievaluasi mana saja yang masuk skala prioritas,” ungkapnya.

Meski kegiatan fisik APBD belum berjalan. Namun, kegiatan fisik yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dipastikan tetap berjalan.

“Kalau DAK ada dua kegiatan fisik peningkatan ruas jalan menjadi aspal. Sekarang ini kegiatan sedang berjalan,” bebernya.

Pertama, peningkatan jalan Long Bawan- Long Budut di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan dengan panjang 2,1 kilometer dengan nilai anggaran kurang lebih Rp 20 miliar.

“Sekarang ini sudah ada 5 kilometer jalan yang beraspal dan proses pengerjaan terus berjalan,” bebernya.

Kemudian, peningkatan jalan Tanah Kuning-Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan dengan nilai anggaran Rp 14 miliar.

“Tidak semua aspal. 1,5 kilometer aspal sisanya 800 meter agregat,” pungkasnya.

Sementara Komisi 3 DPRD Tarakan Mustain menerangkan, seharusnya kerusakan jalan berstatus kota, lebih mendapat perhatian serius. Menurutnya, jalan merupakan hal terpenting dari semua infrastruktur. Mengingat hal tersebut menyangkut nyawa, keselamatan manusia dan jantung mobilisasi masyarakat.

"Mudah-mudahan saja di tahun 2021 ini, semua jalan beraspal tidak lagi berlubang, memang saya lihat perbaikan ini kan lompat sana lompat sini, jadi ada masyarakat perbaikan jalan status nasional ini juga menimbulkan pro dan kontra. Ada yang cukup mendukung, ada pun yang menilai ini negatif karena jalan masih bagus begitu kok sudah diperbaiki padahal kan ada jalan yang rusak parah,"ujarnya, kemarin (20/3).

"Memang kalau dilihat depan bandara itu kan masih mulus. Minggu lalu kami juga melakukan kunjungan jalan di Pantai Amal. Kami melihat banyak titik jalan di sana mengalami kerusakan cukup parah, bahkan ada jalan sudah kena longsor,"sambungnya.

Ia memahami kondisi Pemkot Tarakan yang cukup terbatas. Namun menurutnya, hal tersebut bukanlah jalan satu-satunya untuk melakukan perbaikan. Lanjutnya, terdapat banyak upaya agar perbaikan dapat dilakukan. Karena menurutnya, di saat kondisi seperti ini disitulah kualitas seorang pemimpin diuji dalam mencari solusi dan ide tepat tanpa harus bergantung pada anggaran.

"Itu kan yang semestinya perlu penangganan cepat. Kemudian, jalan di Karungan Mamburungan Timur, berapa titik jalan di sana juga rusak. Ada yang amblas sebelah, itu kan sangat berbahaya,"terangnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah berupaya keras agar jalan di Kota Tarakan dapat dilakukan perbaikan. Di antaranya intens melakukan kunjungan dan lobi-lobi terhadap kepala daerah. Meski demikian, hal itu berpulang kembali kepada kebijakan kepala daerah.
"Kemarin komisi 3 sudah mendatangi Pak Gubernur, dan beliau berjanji akan meninjau jalan tersebut secara langsung. Kita tunggu saja realisasinya apakah memang betul beliau akan ke sana tidak bisa dipastikan,"tuturnya.

"Mudah-mudahanlah secepatnya Pak Gub meninjau langsung kerusakan jalannya. Karena  cukup banyak titik kerusakan jalan di Tarakan ini,"sambungnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Tarakan Abdul Rahim menerangkan, pihaknya cukup senang dengan  adanya perbaikan pada titik jalan berstatus non pemkot. Meski demikian, ia mengakui sejauh ini pemkot masih berupaya agar jalan berstatus kota juga mendapat perbaikan. Mengingat, sejauh ini pihaknya intens mengajukan perbaikan pada semua titik kerusakan jalan di Tarakan.

"Sebenarnya kalau perencanaan perbaikan banyak dalam satu tahun, cuma kita melihat kondisi. Kebanyakan, perencanaan itu batal biasanya karena ada pengalihan tidak terduga seperti bantuan bencana atau ada aset yang runtuh dan lain-lain,"tuturnya.
Ia mengakui jika saat ini beberapa perbaikan yang dilakukan hanya mengandalkan bantuan APBN. Sehingga hal itulah yang membuat belum dapat memastikan tahun ini kerusakan jalan yang berstatus kota kembali diperbaiki.
"Jadi untuk saat ini kita hanya mengandalkan dana-dana dari APBN. Seperti Jalan Patimura atau Jalan Yos Sudarso itu menggunakan APBN. Kalau rencana banyak, sekarang kita tidak berbicara strategis yang penting jalan mana yang bagus rejekinya. Karena kalau ruas jalan yang diajukan semua sudah cuma 2 titik yang punya rejeki sehingga itu yang bisa diperbaiki,"pungkasnya. (*/zac/jai/shy/ana).

 

 

 

 

 

 

Editor : anggri-Radar Tarakan