Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Belasan Rumah Hanyut Diterjang Banjir

anggri-Radar Tarakan • Selasa, 18 Mei 2021 | 14:12 WIB
BENCANA: Gubernur dan Wagub Kaltara menyerahkan bantuan secara simbolis kepada korban banjir di Malinau, Senin (17/5). FOTO: DOKUMENTASI DKISP KALTARA
BENCANA: Gubernur dan Wagub Kaltara menyerahkan bantuan secara simbolis kepada korban banjir di Malinau, Senin (17/5). FOTO: DOKUMENTASI DKISP KALTARA

TANJUNG SELOR - Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, - Dr. Yansen TP, M.Si, langsung turun menyikapi kejadian banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kaltara sejak akhir pekan lalu. Setelah apel pagi di Tanjung Selor, ibu kota Kaltara Senin (17/5) pagi, Zainal-Yansen langsung bertolak ke Malinau menggunakan pesawat untuk memantau langsung kondisi di lapangan. Sebelum turun, keduanya melakukan pemantauan melalui udara, tepatnya di Desa Pulau Sapi, Mentarang dan Sungai Mentarang Hulu.

Setelah mendarat di Bandar Udara (Bandara) R.A. Bessing, keduanya melanjutkan pemantauan ke beberapa lokasi banjir lainnya, di antaranya di Malinau Kota. Di sini, Gubernur dan Wagub sesekali menyapa warga sembari menanyakan kondisi banjir. “Tapi ada beberapa rumah warga yang hanyut,” ujar Gubernur di sela kunjungannya.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Gubernur meminta instansi terkait segera mendata rumah-rumah warga yang hanyut disapu banjir, serta warga terdampak banjir yang berada di pengungsian, agar dapat segera disiapkan bantuan. “Hari ini, kita juga ada membawa bantuan bahan pokok. Nanti akan menyusul lagi,” kata Gubernur.

Terkait rumah warga yang hanyut disapu banjir, Gubernur mengatakan, akan berkoordinasi dengan Bupati Malinau, agar nantinya warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam ini dapat dibangunkan rumah baru.

Selain itu, Pemprov Kaltara juga bergerak cepat menyikapi bencana banjir yang melanda sejumlah desa di Malinau ini. Salah satunya, dengan menyiapkan bantuan bahan makanan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kaltara, Heri Rudiyono mengatakan, bahan makanan untuk warga yang terdampak banjir telah diberikan secara simbolis oleh Gubernur Zainal dan Wagub Yansen TP.

Ia mengatakan, setelah ini akan kembali didistribusikan bantuan makanan ke warga terdampak banjir. Hanya, Pemprov Kaltara saat ini masih menunggu data riil dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau. “Kami juga ada tim Tagana untuk membantu di lokasi banjir. Kami juga tetap menyiapkan bantuan bahan makanan dan tenda-tenda jika diperlukan untuk pengungsian,” kata Heri Rudiyono.

Sementara, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, Abdul Jalil juga mengatakan hal yang sama, terkait data riil yang ditunggu agar pihaknya bisa segera memberikan bantuan terhadap para korban banjir. “Kami juga minta Pemkab Malinau mengajukan bantuan. Dasar permohonan itu nanti, kami tindaklanjuti di Pemprov,” ujar Abdul Jalil.

Terkait soal peralatan dan logistik untuk membantu warga terdampak banjir, ia mengatakan selain BPBD, Dinsos dan beberapa instansi lainnya di Pemprov Kaltara juga ada yang memiliki.

Dari data yang diperoleh, desa di Malinau yang terdampak banjir, yakni Pelita Kanaan, Malinau Hulu, Malinau Kota, Respen Tubu, Tanjung Lapang, Kuala, Pulau Sapi, Long Bisai, Lung Berang, Lung Simau, Long Gapit, Harapan Maju, dan Paking. “Sejumlah desa ini terendam dengan ketinggian air yang bervariasi,” jelasnya.

Camat Malinau Barat, Lewi mengatakan, kondisi air di Malinau Barat saat ini sudah berangsur surut. Dikatakannya, ada empat desa di wilayah kerjanya yang terdampak banjir, yakni Tanjung Lapang, Kuala, Taras dan Long Kenipe. “Tapi, di Malinau Barat hanya terendam saja. Kerugian masih kecil, hanya warga yang kebetulan tidak di rumah saja, sekali kembali (pulang, Red) banjir sudah tinggi sehingga barang-barang elektronik terendam,” sebutnya.

Tapi jumlahnya tidak banyak, hanya satu atau dua rumah saja. Sedangkan untuk yang sempat mengungsi, saat ini sudah kembali pulang ke rumahnya masing-masing.

Untuk bantuan, ia mengatakan untuk yang dari pemerintah daerah, itu sudah ada dari BPBD Malinau berupa sembako. Sejumlah bantuan itu sudah disalurkan bersama dengan bantuan dari dari beberapa donatur lainnya.

AIR MULAI SURUT

Banjir yang terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Malinau hingga kemarin (16/5), sudah mulai surut. Khususnya di Kecamatan Malinau Kota, Malinau Barat dan Kecamatan Mentarang. Sejumlah warga pun mulai membersihkan rumah milik mereka, yang sempat terendam banjir. Bahkan banjir yang cukup parah terjadi di Malinau dalam berapa tahun belakangan ini, langsung ditinjau juga oleh Gubernur dan Wagub Kaltara.

Bupati Malinau, Wempi W. Mawa menuturkan, pihaknya sangat mengapresiasi tindaklanjut Gubernur dan Wagub Kaltara, yang begitu cepat meninjau kondisi banjir yang menimpa di Malinau. “Masih ada menyisakan genangan air dan masih ada beberapa titik banjir,” katanya.

 

Bahkan, lanjut Wempi, dirinya sudah meninjau langsung di bantaran Sungai Semboyoh, Desa Paking dan Desa Harapan Maju. Keempat daerah itu merupakan daerah terakhir yang bisa dijangkau. Untuk ke hulu keempat daerah tersebut, sudah tidak memungkinkan lagi untuk dijangkau. Selain air yang begitu deras dan giram yang besar. “Kami berhasil mencapai di sana yang terisolasi. Kondisi rumah di sana beberapa sudah hanyut dan rusak total. Kami membawa bantuan langsung yaitu bahan makanan,” sebut Wempi.

Hingga kemarin Pemda Malinau mulai mendata bagi warga yang terdampak parah. Para camat pun akan segera dipanggil pihaknya, untuk melaporkan data secara rinci terhadap korban yang terdampak, agar segera dilaporkan ke Pemprov dan pemerintah pusat. Bantuan pun sudah disiapkan oleh Pemkab Malinau.

“Data ini masih dikumpulkan dan saat ini masih berbeda-beda. Kami mau kumpulkan satu satu yang terverifikasi,” imbuh pria yang sebelumnya menjabat sebagai ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Malinau itu.

Untuk upaya revitalisasi usai banjir, Bupati berharap dinas terkait akan segera turun melaksanakannya. Kemudian ia berharap warga mengutamakan keselamatan diri, kepentingan umum dan mencegah munculnya penyakit usai banjir. “Begitu juga air bersih bagaimana segera disediakan. Pemerintah dengan segera potensi yang ada akan segera digerakkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malinau (BPBD) Malinau, Ibau Jalung mengatakan, sudah belasan rumah dilaporkan hanyut dalam bencana banjir itu. Berdasarkan data BPBD, korban banjir Malinau yang kehilangan tempat tinggal sebagian besar merupakan warga yang bermukim di pesisir sungai.

Seperti di Desa Harapan Baru Kecamatan Mentarang, setidaknya ada 5 rumah yang rusak parah diterjang arus sungai. “Termasuk di Desa Paking, Desa Long Bisai, sejumlah rumah rusak parah dan sebagian lagi hanyut terseret banjir,” sebutnya.

Ibau menuturkan, belum ada korban jiwa akibat bencana banjir besar tersebut. Meski demikian, pihaknya berharap masyarakat selalu waspada. "Masyarakat juga harus selalu siap dievakuasi jika menghadapi kemungkinan terburuk nanti," singkatnya. (iwk/zar/lim)

Editor : anggri-Radar Tarakan