Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Harga Plasma Konvalesen Luar Daerah Lebih Mahal

anggri-Radar Tarakan • Kamis, 5 Agustus 2021 - 21:14 WIB
int
int

TARAKAN - Pemanfaatan plasma konvalesen terhadap pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi penting. Pasalnya plasma konvalesen dinilai mampu meningkatkan antibodi pasien Covid-19 yang dapat mengantar pasien pada kesembuhan.

Kepada Radar Tarakan, Kasi Penjaminan Mutu PMI Tarakan, dr. Ardila Utari Dewi mengatakan, bahwa harga satu kantong plasma konvalesen berbeda, karena bergantung dari asal plasma konvalesen tersebut.

"Yang dari luar dan dari Tarakan itu beda (harga),” ungkap wanita yang akrab disapa dokter ini.

Utari mengungkapkan jika plasma konvalesen berasal dari luar Kaltara, maka harga plasma bergantung dari asal daerah. Misalnya plasma konvalesen berasal dari daerah Tangerang Selatan, Jakarta maka biasa dikenakan Rp 2.250.000 per kantong sedang dari daerah Samarinda dan Balikpapan mencapai Rp 2.000.000 per kantong. Belum termasuk ongkos akomodasi, pemeriksaan uji cocok serasi dan packing khusus, sebab darah harus dibawa dalam keadaan beku.

"Jadi kalau ditotal itu bisa sampai Rp 8 sampai 10juta per permintaan. Biasanya satu permintaan mencakup 2 kantong. Tergantung biaya tiket," jelasnya.

Untuk itu, setiap ada permintaan plasma konvalesen, keluarga pasien akan menanyakan kepada pihaknya, kemudian pihaknya akan memberi penjelasan kepada keluarga pasien terkait kebutuhan penyediaan plasma konvalesen agar dapat didatangkan dari luar daerah ke Tarakan. Dalam hal ini, PMI biasa menjelaskan alur pelayanan plasma konvalesen bahwa pihaknya perlu menanyakan ketersediaan stok darah dari luar untuk kemudian dijemput oleh petugas PMI Tarakan.

"Tapi karena pandemi seperti ini, kami kesulitan keluar dengan persyaratan penerbangan dan lain-lain. Akhirnya pilihannya darahnya dicargokan atau seandainya ada pihak keluarga dari luar Tarakan kita minta tolong dengan surat tugas dan catatan keluarga diperbolehkan untuk membawa darah," kata Utari.

Jika dikirim dengan kargo, masing-masing wilayah juga berbeda harga. Biasanya dari Tangerang Selatan di atas Rp 5.000.000. Hal tersebut dikarenakan kargo dikemas khusus dengan batas harga minimal. Namun jika dari Balikpapan biayanya lebih murah karena jarak yang lebih dekat.

"Kalau kargo, ya kami mau hari ini harus tiba di Tarakan. Enggak penerbangan berhari-hari karena darahnya cepat dibawa sebelum waktu 12 jam," ujarnya.

Sedang untuk plasma konvalesen dari Tarakan bersifat sukarela. Sebab itu yang diberikan kepada pendonor ialah service donor berupa sembako seperti minyak, beras dan gula. Hal ini dilakukan sebab proses donor konvalesen berbeda dengan donor darah biasa. "Kalau donor darah biasa 15-30 menit selesai. Tapi kalau averesis ini bisa 45 menit sampai 1 jam lebih," ucapnya.

Namun dalam hal ini PMI tidak menagihkan biaya per kantong, akan tetapi biaya service donor dan biaya pergantian bahan habis pakai dengan estimasi Rp 500.000.  "Itu bukan kantong darah, tapi biaya penggantian service donor dan biaya penggantian bahan habis pakai saja," tuturnya.

Pada dasarnya PMI bekerjasama dengan RSUD. Dalam hal ini RSUD yang mengambik darah, maka pengolahan kantong darah ada di rumah sakit.

"Jadi kalau mau ditanya berapa biaya per kantongnya, datang saja ke rumah sakit. Kami ini hanya screening donor. Setelah diambil darahnya maka kami berikan service donor dan biaya pergantian biaya habis pakai," ucapnya. (shy/lim)

 

Editor : anggri-Radar Tarakan