Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Menengok Pelaksanaan SKD CPNS di UPT Sub-Regional Tarakan, Terapkan Prokes, Hasil Ditampilkan di YouTube

izak-Indra Zakaria • 2021-09-03 12:06:50
SELEKSI KETAT: Peserta memasuki ruangan uji mendapat pemeriksaan ketat dan ketika berada di dalam tempat duduk sudah diatur panitia yang menggelar di Kantor UPT BKN sub-regional Tarakan, Kamis (2/9).
SELEKSI KETAT: Peserta memasuki ruangan uji mendapat pemeriksaan ketat dan ketika berada di dalam tempat duduk sudah diatur panitia yang menggelar di Kantor UPT BKN sub-regional Tarakan, Kamis (2/9).

Pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) telah dimulai sejak Kamis (2/9). Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) sub-regional Tarakan kedatangan peserta CPNS yang mengikuti seleksi di sejumlah instansi vertikal.

 

MUHAMMAD RAJAB, Tarakan

 

TARAKAN–Sejak pagi, peserta telah mendatangi Kantor UPT BKN sub-regional Tarakan di Jalan Kusuma Bangsa. Pelaksanaan SKD dibagi tiga sesi. Untuk sesi pertama dimulai pukul 08.00 Wita.

Peserta tiba dengan pakaian yang sama, kemeja putih dan celana kain warna hitam, ditambah masker dua lapis sebagai syarat penerapan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan Covid-19.

Pengawasan ketat termasuk penerapan protokol kesehatan dilakukan. Untuk bisa masuk ke ruang ujian, peserta melewati pemeriksaan petugas dengan menggunakan metal detector untuk mendeteksi benda-benda yang dilarang dibawa ke ruang ujian. Setelah selesai, ruangan tersebut juga langsung disemprot petugas dengan disinfektan.

Sementara untuk peserta, setelah melewati pemeriksaan awal, dilanjutkan menemui petugas berikutnya untuk mendapatkan kertas dan pensil. Sebelum masuk ruangan, peserta juga diberikan hand zanitizer untuk mencegah Covid-19.

Sedangkan untuk pemeriksaan persyaratan terkait pencegahan Covid-19 seperti surat deklarasi sehat, hasil swab antigen atau PCR dan persyaratan tambahan lainnya seperti kartu tanda penduduk (KTP) dan lainnya, telah diserahkan ke panitia seleksi masing-masing instansi vertikal terkait.

Setelah melewati serangkaian tahapan, peserta memasuki ruang ujian di lantai tiga kantor UPT BKN sub-regional Tarakan. Di dalam ruangan sudah menunggu petugas yang memberi petunjuk tempat duduk setiap peserta.

Di dalam ruang ujian tersedia 35 komputer dengan menerapkan jarak. Sebelum memulai ujian, petugas menyampaikan petunjuk terkait waktu dan jumlah soal yang dikerjakan. Peserta hanya diberi waktu 100 menit untuk menyelesaikan 110 soal.

“Alhamdulillah untuk pelaksanaan hari pertama berjalan lancar. Tidak ada kendala. Listrik juga lancar,” ujar Kepala UPT BKN Sub-Regional Tarakan Ari Kuswantoro ditemui awak media disela memantau ujian.

Pada hari pertama, peserta yang mengikuti SKD didominasi mereka yang mendaftar CPNS di instansi vertikal. Di antaranya, Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk penempatan di Tarakan, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Aparatur Negara, Reformasi dan Birokrasi (KemenPAN-RB), Mahkamah Agung (MA), dan Badan Pusat Statistik (BPS) Tarakan.

Ada yang berbeda dari pelaksanaan tahun sebelumnya. Tahun ini, UPT BKN Sub-Regional Tarakan menayangkan secara live nilai dari hasil SKD di channel YouTobe Kantor UPT BKN Sub-Regional Tarakan.

Sedangkan tahun lalu, nilai dari hasil SKD dipampang di papan pengumuman. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan dalam rangka pencegahan penularan Covid-19.

“Kalau dulu kan modelnya setelah selesai dicetak, ditempel. Masa pandemi kan risiko kerumunan di lokasi acara. Makanya untuk mengurangi risiko akhirnya pakai itu, live streaming untuk skor SKD,” tuturnya.

Sebenarnya cara ini menurut Ari tidak hanya dilakukan pihaknya di Tarakan. Seluruh kantor UPT BKN se-Indonesia juga menyiapkan channel sendiri di YouTube. Bahkan, pelaksanaan SKD yang dilakukan pemerintah daerah secara mandiri, kemungkinan menerapkan live streaming.

Sementara itu, peserta Dwi Vidia bersyukur bisa mengikuti seleksi dengan lancar dan mendapatkan nilai sesuai usahanya. Dwi meraih total 315, dan memenuhi passing grade.

Dwi mengikuti seleksi penerimaan CPNS BNN untuk penempatan di Tarakan. Namun, saat mengikuti SKD, dia bergabung dengan peserta dari instansi vertikal lainnya. “Alhamdulillah ya sesuai dengan usaha. Kalau misalkan nilainya alhamdulillah lulus passing grade semua,” bebernya.

Sebelum mengikuti seleksi, Dwi menyebut telah mempersiapkan diri dengan belajar sejak jauh-jauh hari, memanfaatkan literatur secara online.

Dwi juga memiliki pengalaman mengikuti seleksi CPNS empat kali yang dibuka pemerintah daerah. Kuncinya, menurut Dwi, harus paham materi yang diinginkan BKN.

Dwi bersaing dengan sejumlah peserta lainnya untuk mengisi satu formasi yang disiapkan untuk penempatan di BNN Tarakan. (kpg/dra/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria