Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pembukaan saat HUT Tarakan

uki-Berau Post • 2021-10-03 19:57:52
TAHAP PERTAMA: Wali Kota Tarakan Khairul, saat meninjau progres penataan kawasan wisata Pantai Amal, April lalu.
TAHAP PERTAMA: Wali Kota Tarakan Khairul, saat meninjau progres penataan kawasan wisata Pantai Amal, April lalu.

TARAKAN – Kawasan wisata Pantai Amal yang sementara dalam penataan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, tidak lama lagi akan dibuka untuk wisatawan.

Wali Kota Tarakan Khairul mengisyaratkan grand opening wisata Pantai Amal dilakukan pada 15 Desember nanti, bersamaan dengan Hari Ulang Tahun Tarakan.

Pemkot Tarakan sudah menyelesaikan tahap pertama, dari rencana empat tahap kegiatan penataan kawasan Pantai Amal. Sementara ini sedang dikerjakan tahap kedua.

Dari pekerjaan yang rampung di tahap pertama sepanjang 500 meter, sudah berdiri beberapa fasilitas pendukung. Seperti bangunan food court, bangunan untuk suvenir dan koloseum. Selain itu, telah dibangun juga kolam air mancur yang menampakkan air warna-warni pada malam hari. Akses jalan juga sudah di-paving.

“Mudah-mudahan 15 Desember sudah kita bisa buka,” ujar Wali Kota Khairul di hadapan anggota Persatuan Hotel Seluruh Indonesia (PHRI) Tarakan, Kamis (30/9).

Penataan kawasan Pantai Amal, merupakan bagian dari upaya Pemkot Tarakan dalam membangun ekosistem kepariwisataan di Bumi Paguntaka.

Pasalnya, sektor pariwisata akan menjadi salah satu tumpuan Pemkot Tarakan dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), seiring semakin menipisnya cadangan minyak bumi yang selama ini menjadi andalan Tarakan.

Namun, hadirnya ide menata kawasan Pantai Amal secara besar-besaran, sebenarnya berawal dari keprihatinannya terhadap minimnya objek wisata andalan di Tarakan yang bisa dinikmati para tamu.

Ketika masih menjadi Sekretaris Kota Tarakan, Khairul mengaku bingung harus membawa tamu Pemkot Tarakan berwisata ke mana.  Satu-satunya wisata andalan adalah Pantai Amal. Namun kondisinya yang ketika itu kurang tertata rapi, sehingga mendapat kritikkan dari tamu. 

Dari desain yang dibuat, dibeberkan Khairul, dirancang seperti kawasan Ancol di Jakarta yang dilengkapi berbagai fasilitas.

Di awal sosialisasi, menurut Khairul, rencana ini dinilai hanya cerita, tetapi Pemkot Tarakan membuktikannya dengan memulai pembangunan pada 2020 dan telah merampungkan tahap pertama sehingga sudah bisa dimanfaatkan.

Adapun pembangunan tahap kedua sedang berjalan dan diperkirakan Khairul selesai tahun depan. Sedangkan tahap ketiga, Pemkot Tarakan membutuhkan dukungan anggaran dari investor, karena akan dibangun kondominium, taman hiburan, dan lain-lain.

Menurut Khairul, pihaknya sudah menugaskan salah satu Perusahaan Umum Daerah (Perumda) milik Pemkot Tarakan, untuk mencari mitra yang mau bekerja sama dalam membangun fasilitas yang dibutuhkan. Karena menurut Khairul, untuk pembangunannya butuh anggaran besar dan orang-orang yang profesional dalam mengelolanya.

Sementara untuk tahap keempat dengan kegiatan pembangunan masjid terapung, Pemkot Tarakan sedang menunggu dana hibah yang cukup besar. Karena masjid nantinya akan dibangun di tengah laut dan butuh akses jalan menuju laut, serta konstruksi pemecah ombak.

Sebenarnya, dalam upaya membangun ekosistem pariwisata, Pemkot Tarakan tidak hanya pada wisata alam seperti Pantai Amal. Ada juga Agrowisata Karungan yang akan dibenahi.

Selain itu, Tarakan juga memiliki wisata sejarah perang dunia ke-II, di mana pertama kali Jepang masuk ke Indonesia melalui Tarakan. Yang tersisa saat ini berupa situs-situs dan benda-benda sejarah. Pemkot Tarakan bahkan akan membuat kawasan cagar budaya di lahan sekitar 5 hektare di Mamburungan.

Ada juga wisata budaya dengan bertumpu pada budaya suku Tidung. Wisata ini juga sedang dikembangkan Pemkot Tarakan untuk dikemas menjadi destinasi wisata. Serta wisata kuliner yang sudah dipromosikan Pemkot Tarakan sejak tahun lalu.

Dalam mendukung kunjungan wisata, Pemkot Tarakan juga sedang membangun gedung Kesenian dan Convention Center, yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional, dengan kapasitas hingga 3 ribu orang. (mrs/udi)

Editor : uki-Berau Post
#Seputar Kaltara