Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

anggri-Radar Tarakan • Senin, 25 Oktober 2021 - 19:54 WIB
BERI EDUKASI: Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan prokes mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19. Hal itu disampaikan saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di SP 7 Desa Tanjung Buka belum lama ini./PIJAI
BERI EDUKASI: Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan prokes mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19. Hal itu disampaikan saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di SP 7 Desa Tanjung Buka belum lama ini./PIJAI

TANJUNG SELOR - Mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19 di Kaltara, masyarakat diminta untuk tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang meminta kepada seluruh masyarakat agar menaati prokes sesuai standar yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat. "Kuncinya itu saja. Protokol kesehatan," kata Zainal kepada Radar Kaltara, Minggu (24/10).

Masyarakat, sambung Zainal, harus saling mengingatkan akan pentingnya prokes untuk mengurangi risiko terpapar virus  sindrom pernapasan akut berat 2 (SARS-CoV2). "Kalau ada yang duduk berdekatan ingatkan mereka. Begitu juga kalau ada yang tidak menggunakan masker. Ingatkan," ungkapnya.

Masker harus selalu digunakan setiap melakukan aktivitas di luar rumah. Oleh karena itu, harus saling mengingatkan dan diimbau untuk selalu disiplin menerapkan prokes. "Masyarakat juga diharapkan dapat mendukung program vaksinasi Covid-19," bebernya.

Vaksinasi ini juga menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi gelombang ketiga yang masih berpotensi terjadi jika prokes masih diabaikan. "Sekali lagi saya minta kepada seluruh masyarakat Kaltara agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan," ungkapnya.

Sementara itu, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Swandy mengatakan, sebenarnya terkait gelombang ketiga ini hanya semacam perkiraan atau kekhawatiran karena melihat di akhir tahun hingga awal tahun lalu kasus Covid-19 sempat memuncak. Sehingga hal itu dikatakan gelombang satu dan dua.

“Sekarang ini yang dikhawatirkan gelombang ketiga. Iya, memang wajar karena di akhir tahun ini kan biasanya terjadi peningkatan mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Apalagi sekarang ini sarana transportasi sudah mulai dibuka. Begitu juga dengan objek wisata. Sehingga, pengawasan harus lebih diperketat. “Jangan sampai masyarakat lengah dengan kondisi sekarang ini. Orang berpikiran turun level bisa lebih bebas,” bebernya.

Padahal untuk menurunkan status level ini butuh perjuangan panjang. Sementara, status tersebut bersifat dinamis. Satu indikator saja meningkat maka peningkatanan level akan kembali terjadi. “Jadi, protokol kesehatan satu hal yang wajib untuk diterapkan,” ujarnya.

Dalam hal ini, dirinya berharap agar penertiban prokes lebih masif dilakukan, sehingga gelombang di Kaltara bisa diantisipasi. “Kita jangan terlalu euforia dengan kondisi sekarang ini. Tetap harus ada kewaspadaan, karena kapan pun gelombang ketiga Covid-19 ini bisa terjadi,” tegasnya. (*/jai/eza)

 

 

Editor : anggri-Radar Tarakan