Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gara-gara Prokes Mulai Diabaikan, Kasus di Kaltara Positif Perlahan Naik

izak-Indra Zakaria • Senin, 20 Desember 2021 | 13:54 WIB
Sudut kota Tarakan. Lima kabupaten kota di Kaltara ada cenderung kenaikan kasus Covid-19.
Sudut kota Tarakan. Lima kabupaten kota di Kaltara ada cenderung kenaikan kasus Covid-19.

TANJUNG SELOR - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat sepekan belakangan ini jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kaltara kembali mengalami peningkatan secara perlahan.

Berdasarkan data terakhir Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, jumlah yang dirawat dengan status terkonfirmasi positif Covid-19 di provinsi termuda Indonesia ini berjumlah 29 orang, dengan sebaran di lima kabupaten/kota. Artinya, masyarakat harus lebih meningkatkan kewaspadaan.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, persoalan ini tentu menjadi atensi khusus dari satgas. Tidak boleh lengah supaya tidak terjadi hal yang tak diinginkan di provinsi ke-34 ini. "Kami mengimbau kepada kabupaten/kota agar lebih meningkatkan upaya 3T (testing, tracing dan treatment) dan 5M (memakai masker, menjaga jarak (fisik), mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas)," ujarnya kepada Radar Kaltara, Minggu (19/12).

Agust juga mengatakan, jika ada sampel positif Covid-19 yang ditemukan kabupaten/kota mengarah pada varian baru, harap segera dikirimkan sampel tersebut ke provinsi untuk kemudian diteruskan ke Badan Litbangkes di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Kalau kita, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dan ditekankan dalam rangka pengendalian paparan Covid-19," sebut pria yang juga menjabat Kabid P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara ini.

Pertama, pencegahan munculnya varian baru dari virus yang ditetapkan sebagai bencana nonalam ini. Kemudian penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan pengawasan di dalam kegiatan transporasi dan mobilitas masyarakat, serta terakhir peningkatan dan pemerataan pelaksanaan vaksinasi.

"Kalau tiga hal ini kita perhatikan untuk penerapannya, insyaallah mungkin kita akan dapat lebih mengendalikan sebaran varian baru yang mungkin muncul. Jadi kita tidak fokus pada Omicron saja, karena potensi varian baru lainnya bisa saja muncul," katanya.

Sebab, virus serta bakteri itu sifat mutasinya sering terjadi, dan dia juga menyesuaikan dengan kondisi serta tempatnya menular. Selain itu, Agust juga menyebutkan bahwa saat ini total yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltara sudah tembus 35.887 orang, sementara yang sembuh dari jumlah ini tercatat sudah 35.042 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 816 orang.

"Dengan kondisi yang terjadi saat ini, kami tetap terus mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap taat terhadap prokes guna mencegah dan memutus rantai penularan Covid-19," ujarnya.

Sementara itu, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Bulungan terus bertambah, setelah sebelumnya sempat melandai. Hingga saat ini tercatat ada 19 orang yang dinyatakan terkonfirmasi virus sindrom pernapasan akut berat 2 (SARS-CoV2).

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Bulungan, dr. Heriyadi Suranta mengatakan, Minggu (19/12) tercatat ada tambahan tujuh kasus baru. Sehingga secara akumulatif kasus aktif sebanyak 19 kasus. Tersebar di lima kecamatan. Yakni, Kecamatan Sekatak 1 kasus, Tanjung Palas 3 kasus, Tanjung Selor 3 kasus, Tanjung Palas Utara 10 kasus dan Tanjung Palas Tengah 2 kasus. "Tambahan kasus ini ditemukan dari hasil skrining di beberapa wilayah kecamatan," kata Heriyadi kepada Radar Kaltara, Minggu (19/20).

Kemudian, dari temuan itu dilakukan contact tracing (pelacakan kontak). Itulah sebabnya kasus aktif Covid-19 di Bulungan bertambah. Meski begitu, kondisi saat ini diyakini masih cukup terkendali. "Masih aman, karena penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 tidak banyak," ungkapnya.

Bahkan sejauh ini seluruh sampel swab sudah keluar hasil. Artinya, saat ini sudah tidak ada lagi daftar tunggu. "Tidak ada lagi, semua hasil swab sudah keluar," ujarnya.

Meski begitu, masyarakat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Apalagi sejauh ini aktivitas keramaian sudah diperbolehkan. "Harusnya, kalau kegiatan keramaian keramaian sudah diperbolehkan, protokol kesehatan harus tetap dijalankan secara ketat," ungkapnya.

Namun, fakta di lapangan masih banyak kegiatan keramaian yang mengabaikan prokes. Sehingga, potensi penularan sangat tinggi. “Walaupun kasus sudah melandai. Protokol kesehatan tidak boleh diabaikan," bebernya.

Sementara itu, Plt Kalak BPBD Bulungan, Darmawan mengatakan bahwa masyarakat euforia dengan status PPKM level 1. Sehingga, prokes mulai diabaikan. "Di lapangan mulai banyak kita temukan masyarakat yang tidak menggunakan masker. Seperti, di pasar, cafe dan pelabuhan," ujarnya.

Karena itu, pengetatan akan kembali dilakukan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang semakin meluas. "Kita sudah melakukan evaluasi. Jadi, kita akan lakukan pengetatan kembali. Khususnya di titik keramaian," bebernya.

Dalam hal ini pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mengabaikan prokes. Apalagi hingga saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir. "Pandemi masih menjadi ancaman. Karena sampai saat ini belum berakhir. Jadi, saya berharap agar protokol kesehatan tidak diabaikan," ujarnya. (iwk/*/jai/eza)

Editor : izak-Indra Zakaria