TARAKAN - Dalam agenda kembali mengunjungi Kalimantan Utara (Kaltara) pada Selasa (21/12), Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo membagikan 1.509 sertifikat tambak dan pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) tahun 2021 sebanyak 2.400 sertifikat yang disecarahkan secara simbolis kepada 300 orang di Gedung Tennis Indoor Telaga Keramat, Tarakan.
Orang nomor 1 di Indonesia ini tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya melihat masyarakat telah memegang sertifikat atas lahan maupun tambak miliknya. Karena ia mengaku cukup memahami kekhawatiran masyarakat yang belum mengantongi legalitas atas aset yang dimiliki.
“Bapak ibu sekalian seluruh penerima sertifikat yang saya hormati. Saya senang pada hari ini bapak-ibu semua sudah memegang sertifikat. Ini adalah kepastian hukum hak atas tanah yang bapak-ibu miliki. Bapak sudah memiliki tambak hasil menggarap lahan puluhan tahun, belasan tahun tapi belum punya sertifikat, artinya sewaktu-waktu, lahan itu bisa diberikan ke yang lain dan bapak ibu tidak bisa menuntut apa-apa,” ujarnya, Selasa (21/12).
“Tetapi sekarang bapak ibu sudah memegang sertifikat sehingga kepastian Hukum itu ada. Ini yang kita harapkan. Jangan sampai terjadi banyak sengketa tanah. Dulu tahun 2014, saya masuk ke desa isinya persoalannya sengketa lahan semua. Sengketa dengan tetangga, masyarakat dengan pemerintah, masyarakat dengan BUMN, masyarakat dengan swasta, karena tidak memegang sertifikat ini,” sambungnya.
Menurutnya tambak merupakan aset penting yang harus dilengkapi sertifikat. Hal tersebut akan memberikan perlindungan penuh kepada petambak dari hal yang tidak diinginkan.
“Padahal bapak ibu sudah mengelolanya lebih dari 20 sampai 30 tahun. Tapi tidak punya ini, yang namanya sertifikat. Oleh sebab itu, 3 tahun yang lalu saat saya melihat dari atas dari helikopter, di sini saya melihat banyak tambak. Saya suruh cek tambak ini milik siapa. Katanya punya masyarakat,” tukasnya.
“Saya instruksikan ke menteri tambak masyarakat segera disertifikatkan dan segera diserahkan kepada mereka. Supaya nanti orang dari luar tidak bisa mengklaim,” lanjutnya.
Ia menjelaskan, sejak menjabat presiden dirinya telah membantu membebaskan 25 juta sertifikat. Sehingga ia berpesan kepada masyarakat agar sertifikat dapat dijaga dengan baik.
“Oleh sebab itu ini pentingnya sertifikat. Di seluruh tanah air seharusnya ada 126 juta yang seharusnya dipegang masyarakat. Tapi masih ada sekitar 80-an juta tanah yang belum besertifikat,” terangnya.
“Dan dalam 5 tahun ini kami sudah menyelesaikan 25 juta sertifikat. Yang terdaftar. Nda ada sekarang orang urus sertifikat bertahun-tahun enggak ada itu,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu masyarakat yang mendapatkan sertifikasi tambak yakni Muhammad Fadlansyah menerangkan jika dirinya cukup senang dan bangga memiliki pemimpin yang peduli terhadap hak masyarakat. Sehingga menurutnya sertifikat tersebut merupakan aset terbesar masyarakat agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan.
“Sangat senang adanya bantuan pemerintah kepada kami dengan mengeluarkan sertifikat tambak ini. Terima kasih kepada Pak Jokowi. Saya sangat senang juga tadi bisa langsung berbicara dan menerima hadiah dari Pak Jokowi. Senang sekali rasanya,” jelasnya. (*/zac/lim)
Editor : anggri-Radar Tarakan