Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pengerukan Sungai Diajukan ke Kemenhub

uki-Berau Post • Senin, 3 Oktober 2022 - 16:39 WIB
PENGERUKAN: Pelabuhan Kayan I Tanjung Selor masih dangkal membuat aktivitas bongkar muat jadi terhambat.
PENGERUKAN: Pelabuhan Kayan I Tanjung Selor masih dangkal membuat aktivitas bongkar muat jadi terhambat.

TANJUNG SELOR - Aktivis perekonomian pada distribusi barang kebutuhan pokok dan sejenisnya di Kabupaten Bulungan masih terhambat. Mengingat, kondisi Pelabuhan Kayan I Tanjung Selor, masih terjadi pendangkalan sungai.

Tentu hal tersebut berdampak terhadap proses distribusi barang kebutuhan pokok, yang didatangkan dari luar Bulungan. Dengan pendistribusian yang terhambat, berpengaruh pada ketimpangan harga bahan pokok di pasaran.

Adanya rencana pengerukan, untuk menambah kedalaman Sungai Kayan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan Khairul membenarkan. Dikatakan Khairul, usulan anggaran sudah disampaikan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Teknisnya, usulan lebih dahulu diteruskan kepada Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII Kaltimtara. “Kita sudah adakan pertemuan dengan BPTD Wilayah XVII Kaltimtara belum lama ini. Salah satu pembahasan mengenai usulan anggaran pengerukan Pelabuhan Kayan I Tanjung Selor,” jelasnya, belum lama ini.

Usulan yang diajukan Dishub pun direspons positif BPTD Wilayah XVII Kaltimtara. Bahkan, minta Dishub Bulungan agar dibuatkan skema perencanaan pengerukan sungai. Jika tak ada kendala, usulan tersebut bisa saja terwujud tahun 2023.

Khairul akui, kondisi air di area Pelabuhan Kayan I mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Hal ini menyebabkan kapal sulit untuk melakukan proses bongkar muat. Sehingga, aktivitas bongkar muat baru akan terlaksana saat air pasang.

“Karena kalau air pasang, secara otomatis debit air naik. Baru kemudian dilakukan aktivitas bongkar muat,” ungkap Khairul.

Diakui Khairul, usulan itu sebenarnya ada dua. Termasuk yang di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor. Namun, yang bersifat urgensi itu di Pelabuhan Kayan I. Sementara itu, Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tanjung Selor Mulyono mengakui, jumlah bongkar muat di Pelabuhan Kayan I masih terbatas. Disebabkan, kedangkalan sungai dan faktor alam.

“Kondisi saat ini, tentu berpengaruh pada aktivitas bongkar muat dan kadang kala ini memerlukan waktu yang lama,” singkatnya. (*/mts/uno)

Editor : uki-Berau Post
#ekonomi