TARAKAN – Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan salah satu provinsi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia, memiliki kerawanan tindak pidana cukup tinggi. Tugas menjaga keamanan dan marwah negara ini menjadi tugas TNI/Polri.
Dalam HUT ke-77 TNI, Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang meminta komitmen untuk selalu menjaga setiap titik perbatasan. “Sejengkal tanah pun jangan sampai dicaplok negara lain,” katanya usai menghadiri rangkaian upacara peringatan HUT TNI di markas Batalyon Raider 613 Raja Alam, Rabu (5/10).
Bersama Pemprov Kaltara, Gubernur meminta semua unsur menjaga kedaulatan NKRI dengan ujung tombak dari TNI. Pihaknya sudah berupaya untuk membantu menjaga kedaulatan NKRI.
Hanya saja, dalam menerapkan komitmennya masih terhambat dengan perampingan anggaran pasca penanganan Covid-19 sejak tahun 2020 lalu. Sehingga anggaran fokus di kesehatan dan pendidikan.
“Saya berusaha di beberapa kementerian agar bisa memasukkan anggaran ke Kaltara. Salah satunya pembangunan jalan perbatasan yang akan menjadi perhatian. Terutama akses jalan di Malinau ke Krayan, Kabupaten Nunukan. Insya Allah tahun depan sudah tak ada masalah,” tegasnya.
Pembangunan jalan di Krayan ini nantinya bisa memudahkan, untuk memasok kebutuhan masyarakat dari dalam negeri. Tidak lagi tergantung pada negara tetangga, Malaysia. Jalan bisa difungsionalkan, jembatan yang menghubungkan juga sudah dibangun dan minimal tahun 2024 sudah bisa difungsikan.
“Belum di aspal, tapi minimal bisa dilalui dengan baik. Nanti, bisa mengurangi ketergantungan kita dengan negara tetangga,” ungkapnya.
Termasuk pembangunan PLBN di Sebatik, Nunukan, saat ini sudah selesai 80 persen dan tinggal memasukkan meubelair kantor. Selanjutnya setelah siap digunakan, pihaknya akan mengupayakan meminta Presiden yang meresmikan.
“Nanti akan menjadi etalase negara yang sangat bagus dan bisa segera digunakan,” imbuhnya.
Komandan Korem 092 Maharajalila Kolonel Arm Ari Estefanus menambahkan, dengan HUT TNI ini sekaligus memupuk sinergitas dengan Polri. Di Kabupaten Malinau sudah ada kegiatan bersama Polri, dalam Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang sudah masuk tahap pra. Sedangkan di Tarakan akan dilaksanakan tahun depan.
“Atensi khusus dari Panglima TNI, saat ini dari beberapa lembaga survei TNI masih terpercaya masyarakat Indonesia. Bagaimana kami intropeksi diri, untuk meningkatkan kepercayaan. Caranya bersinergi dengan seluruh elemen bangsa, khususnya di wilayah Kaltara,” harapnya.
Selain itu, TNI memiliki tugas untuk bersama mempersiapkan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang akan dibangun di Kaltim. Danrem tegaskan, Kaltara sebagai penopang IKN, akan menjaga kondusivitas wilayahnya bersama Polri.
“Kami akan menjaga wilayah di Kaltara tetap kondusif, sebagai wilayah penopang IKN,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya memastikan, pihaknya selalu bersinergi menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Kaltara bersama TNI. “Harapan kami tetap harmonis, sinergitas dalam menjalankan pekerjaan dan saling mendukung satu sama lain. Menciptakan kamtibmas dan kedamaian di wilayah Kaltara. Semuanya, harus dari jajaran atas sampai kebawah,” singkatnya. (sas/uno)
Editor : uki-Berau Post