Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pembangunan Jetty di KIHI Terkendala Perairan Dangkal

izak-Indra Zakaria • Jumat, 21 Oktober 2022 | 09:49 WIB
BANGUN DERMAGA: Beberapa kendaraan berat tengah bekerja di lokasi pembangunan jetty.
BANGUN DERMAGA: Beberapa kendaraan berat tengah bekerja di lokasi pembangunan jetty.

 Pembangunan jetty atau dermaga di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan telah dimulai. Pekerjaan konstruksi dilakukan setelah pengelola kawasan mengantongi sejumlah perizinan dari pemerintah pusat maupun pemda.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Andi Nasuha menjelaskan bahwa pembangunan KIHI digarap swasta. Nantinya, di kawasan itu akan ada tiga jetty yang akan dibangun. “Sekarang ini dua jetty sudah dalam proses pembangunan. Sedangkan satu jetty belum dikerjakan,” kata Andi kepada Radar Kaltara kala ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/10).

Pembangunan jetty, sambung Andi, sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Sementara, Pemprov Kaltara hanya menerbitkan analisis dampak lalu lintas (Andalalin). “Untuk Andalalin sudah tidak ada masalah. Sudah terbit,” ungkapnya. 

Nantinya, dari pinggir pantai kurang lebih 2 kilometer (km) ke arah laut untuk pembangunan dermaga. Mengingat, kondisi laut cukup dangkal. “Untuk target pembangunan saya tidak tahu secara pasti, karena kewenangan itu ada di pemerintah pusat,” bebernya.

Kendati demikian, Pemprov Kaltara bersama TNI/Polri berkomitmen untuk melakukan percepatan pembangunan jetty, sesuai kewenangan yang dimiliki. “Kalau jetty ini kan kewenangannya ada di pemerintah pusat. Tetapi, kita akan terus mendorong percepatan pembangunan jetty itu,” ujarnya.

Dalam proses pembangunan, pengelola kawasan akan menggandeng beberapa tenan. Diharapkan, prosesnya bisa berjalan sesuai harapan. “Jadi, dalam satu jetty itu kemungkinan ada beberapa tenan. Untuk pengelola kawasan ada tiga. PT KIPI (Kalimantan Industrial Park Indonesia), PT ISI (Indonesia Strategis Industri) dan PT KPP (Kayan Patria Propertindo),” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Operasional PT KIPI, Jamal memastikan bahwa proses pekerjaan pembangunan jetty terus berjalan. Namun, progresnya belum signifikan karena baru dimulai. “Sekarang ini baru pekerjaan konstruksi breakwater (pemecah ombak),” kata Jamal.

Untuk pembangunan konstruksi utama, kemungkinan masuk klaster pertama 2023 mendatang. Kemungkinan pekerjaan fisik selesai beberapa tahun lagi. “Prosesnya masih panjang. Tetapi, sekarang ini pekerjaan di lapangan terus berjalan,” singkatnya. (*/jai/eza)

 

 
 
Editor : izak-Indra Zakaria