Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Rencanakan Bangun PLTA di Sungai Sembakung, Tim dari Korsel Survei Lapangan

izak-Indra Zakaria • 2022-12-26 01:18:12
SURVEI LAPANGAN: Tim dari Korea Selatan yang langsung ke lapangan terkait rencana pembangunan PLTA Sungai Sembakung, Nunukan.
SURVEI LAPANGAN: Tim dari Korea Selatan yang langsung ke lapangan terkait rencana pembangunan PLTA Sungai Sembakung, Nunukan.

TANJUNG SELOR - Satu lagi potensi sumber daya alam (SDA) di Kalimantan Utara (Kaltara) akan termanfaatkan, untuk menjadi sumber energi. Selain Sungai Mentarang di Malinau dan Sungai Kayan di Bulungan. Kali ini di Sungai Sembakung, Nunukan yang rencananya akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Tak hanya menjadi sumber energi listrik, pembangunan bendungan untuk PLTA juga sebagai upaya jangka panjang mencegah banjir. Pendamping konsultan dari Korea Selatan (Korsel) Ismail Haris mengatakan, beberapa tenaga ahli dari pihak konsultan datang langsung dari Korsel melakukan survei di Sungai Sembakung sejak sepekan terakhir.

“Kami bawa tim konsultan dari Korea Selatan, sudah melakukan survei langsung ke lapangan. Salah satunya di daerah Lumbis Ogong. Secara umum, sangat potensial untuk dibangun PLTA,” ujar Ismail.

Hasil survei ini, kata dia, selanjutnya akan dibahas secara teknis. Untuk selanjutnya menjadi bahan kajian. Apakah layak atau tidak untuk dibangun PLTA.

Lebih jauh Ismail mengatakan, rencana pembangunan PLTA di Sungai Sembakung akan diseriusi. Salah satunya untuk suplai listrik di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning-Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan.

Pihak perusahaan yang akan membangun PLTA telah melakukan komunikasi, untuk bekerja sama dengan salah satu investor di Kawasan Industri. “Selanjutnya akan dilakukan FS (feasibility study), DED (detail engineering design) dan AMDAL (analisa mengenai dampak lingkungan),” ungkapnya.

Berkaitan pembangunan PLTA, sejalan dengan program prioritas Kaltara seperti yang disampaikan Suheriyatna, sebagai salah satu penggagasnya. Menurut Suheriyatna yang kini sebagai Tim Pemantau dan Evaluasi (TPE) Proyek Strategis Nasional (PSN) Kementerian PUPR RI, PLTA merupakan hal utama yang harus diwujudkan untuk mendukung program prioritas lainnya. Seperti kawasan industri, kawasan pangan di Delta Kayan, juga pemenuhan air bersih dan lainnya.

“Dengan tersedianya energi listrik, banyak hal yang diperbuat. Utamanya mendukung investasi. Akan banyak industri terbangun, tenaga kerja terserap, ekonomi tumbuh. Yang pada akhirnya untuk tercapainya kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Suheriyatna menambahkan, program yang digagas ini, untuk jangka menengah dan jangka panjang. Selain pemenuhan energi, pembangunan PLTA di Kaltara, baik di Sungai Kayan Bulungan, Sungai Mentarang di Malinau dan Sungai Sembakung di Nunukan, untuk pencegahan banjir dan pertanian.

“Lebih dari itu, dari beberapa PLTA di Kaltara juga akan mendatangkan PAD yang besar untuk daerah. Bahkan bisa mencapai Rp 7 triliun ke khas daerah, baik provinsi maupun kabupaten,” tutup Suheriyatna. (uno2)

Editor : izak-Indra Zakaria
#plta #lingkungan