TANJUNG SELOR – Bulan suci Ramadan merupakan bulan dimana para umat muslim berlomba memperbanyak amal dan ibadah. Berpuasa pada bulan Ramadan bertujuan untuk melatih diri, untuk menahan hawa nafsu dari dosa-dosa serta mengharapkan ridho dari Allah SWT.
Bulan puasa pun diisi dengan berbagai hal positif. Salah satunya melaksanakan Safari Ramadan, seperti yang digelar Direksi PT BPD Kaltimtara, di Jalan Jelarai Raya Tanjung Selor, pada Jumat (31/3) lalu.
Direktur Utama Bankaltimtara Pusat Muhammad Yamin mengatakan, kegiatan rutinan selalu dilakukan pada momen Ramadan.
“Ini supaya pengurus Direksi lebih dekat dengan semua pegawai. Kegiatan rutin setiap tahun kami gelar Safari Ramadan, direksi turun ke seluruh cabang yang ada di Kaltim dan Kaltara,” ucapnya.
Arahan yang diberikan, sifatnya religius sehingga bisa dekat dan mendengarkan harapan serta aspirasi langsung dari pegawai.
“Momen Ramadan ini paling baik bagi sesama pegawai. Karena kita bisa bertemu yang bertugas jauh dan semua bisa bersilaturahmi,” pesannya.
Diharapkan, semua pegawai dapat menjaga dan meningkatkan kinerja melalui peningkatan spiritual. Kegiatan Safari Ramadan ini rutin digelar setiap tahunnya dan seluruh pegawai diundang untuk hadir. Tak terkecuali bagi pegawai non muslim. Hal semacam ini juga dilakukan di semua kantor Bankaltimtara Tarakan, KTT, Nunukan dan Malinau.
Sementara Pimpinan Bankaltimtara Cabang Tanjung Selor Raden Adi Sugiarto menambahkan, Safari Ramadan ini untuk mempererat silaturahmi seluruh pegawai bersama Direksi.
“Jadi pegawai kita yang di daerah jaringan yang jauh, semuanya sudah bisa berkumpul dan bertemu Direksi. Sebabkan jarang bertemu karena jarak, sehingga momen ini kita jadikan ajang tukar pikiran (dialog),” kata Adi.
Dalam Safari Ramadan, sekaligus melaksanakan salat Isya dan tarawih berjamaah, penyerahan bantuan ke pondok pesantren.
Termasuk nantinya ada penyerahan zakat, yang dikumpulkan dari pegawai Bankaltimtara kemudian diserahkan ke Baznas.
“Kita sudah memberikan bantuan (Bankaltimtara Berbagi) kepada dua pondok pesantren dengan total Rp 10 juta. Masing-masing 5 juta pondok pesantren Nur Al-Khairat dan Al-Maharos Sitkoq,” jelasnya. (*/ika/uno)
Editor : uki-Berau Post