TANJUNG SELOR – Setiap tahunnya, gelaran Operasi Ketupat terlaksana jelang Lebaran Idulfitri. Tak terkecuali tahun ini, Operasi Ketupat Kayan 2023 pun akan digelar selama dua pekan, mulai 18 April-1 Mei mendatang.
Pada operasi kali ini, akan mengerahkan 356 personel. Terdiri dari jajaran Polda Kaltara 65 personel dan sisanya merupakan jajaran Polres. Sejumlah personel tersebut pun akan dibantu unsur TNI dan institusi terkait lainnya. Untuk penempatan lokasi rawan selama arus mudik Lebaran.
“Ada 6 titik penempatan personel nantinya. Mencakup bandara, pelabuhan, masjid, pusat perbelanjaan, area wisata dan terminal,” jelas Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Pol Budi Rachmat yang ditemui usai gelar pasukan Operasi Ketupat Kayan 2023, Senin (17/4).
Bahkan pada operasi ini juga dibangun 38 posko. Terdiri dari 10 pos pengamanan dan 28 pos pelayanan. “Yang berjaga di pos itu meliputi gabungan unsur TNI/Polri, instansi terkait dan masyarakat,” ungkapnya.
Terhadap moda transportasi yang digunakan untuk arus mudik, menurut Budi, sudah dilakukan ramp check. Baik moda transportasi darat maupun air. Hal itu untuk memastikan kondisi armada laik beroperasi. Demi keselamatan penumpang saat arus mudik.
Budi mengimbau, bagi masyarakat yang mudik agar memastikan kondisi rumah aman. Seperti kondisi listrik maupun kompor, sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran. Bagi para pemudik pun diminta untuk hindari kerawanan kejahatan, dengan tidak menggunakan perhiasan berlebihan.
Sementara itu, pelabuhan dan bandara di Tarakan jadi perhatian pengawasan saat arus mudik. Sehingga pembelian tiket kapal pun diharap bisa dibeli masyarakat secara online.
“Karena lonjakan penumpang tahun ini diperkirakan 45 persen. Jadi sebaiknya pembelian tiket dilakukan secara online, agar tidak menumpuk,” tegas Wali Kota Tarakan Khairul usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Kayan 2023 di Mako Polres Tarakan, Senin (17/4).
Khusus untuk wilayah penyeberangan seperti Kaltara, masyarakat disarankan lakukan perjalanan laut pada siang hari. Jika keberangkatan dilakukan pada malam hari, dikhawatirkan akan ada potensi kecelakaan lebih tinggi.
Bagi pemudik, yang bepergian melalui jalur darat disarankan beristirahat jika kelelahan. Rumah yang ditinggalkan, wajib melapor kepada ketua RT setempat.
“Itu amanat Kapolri. Titip kepada RT, bahwa mau berangkat. Kami juga bersama stakeholder terkait mengaktifkan pengamanan Kamtibmas. Baik TNI/Polri dan unsur lainnya. Sehingga arus mudik dan arus balik bisa aman,” harapnya.
Orang nomor satu di Tarakan itu juga mengungkapkan, lonjakan penumpang dibanding tahun lalu dan tahun ini sangat berbeda jauh. Jika ditahun 2022 angka pemudik sebanyak 88 juta dan kini bertambah menjadi 123 juta. “Itu jumlah yang cukup besar. Tentu perlu mekanisme dan sistem yang lebih baik,” ucapnya.
Pihaknya menilai, kondisi pelabuhan dan bandara di Tarakan cukup memadai. Namun yang perlu diantisipasi, Kaltara memiliki banyak penyeberangan antarkabupaten.
“Jangan sampai melebihi kapasitas. Itu yang harus diantisipasi. Harapannya arus mudik dan arus balik bisa terkendali. Karena kita punya pengalaman yang lebih baik. Tidak seperti di wilayah lain, terdapat persimpangan jalan yang cukup banyak,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar mengatakan, ada dua Pos Pengamanan (Pospam) dan empat Pos Pelayanan (Posyan) yang didirikan dalam Operasi Ketupat Kayan 2023. Pospam ditempatkan di Pasar Gusher dan Pantai Amal. Untuk Posyan disiagakan di Bandara Juwata Tarakan, Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Pelabuhan Malundung dan Pelabuhan Feri.
“Atensinya ya karena kita berbeda karakter dengan daerah Jawa. Ya mungkin di wilayah perairan. Penguatan di Pelabuhan Tengkayu I. Karena Tarakan tempat transit apalagi kalau mau melakukan penerbangan,” tegasnya.
Pihaknya memberikan atensi lebih terhadap rumah-rumah yang ditinggalkan mudik. Ia berpesan kepada masyarakat, agar melapor ke RT setempat guna menciptakan Satkamling. Terdapat kisaran 300 personel yang pihaknya siagakan, guna mendukung Operasi Ketupat Kayan 2023.
“Pada saat ditinggal mudik atau bepergian, kami akan ada patroli juga bersama unsur TNI. Kalau ada yang mudik tetangga harus tahu,” pesannya.
Sementara di Bulungan, akan mengerahkan 109 personel gabungan disiagakan dalam Operasi Ketupat Kayan 2023. Kapolresta Bulungan Kombes Pol Agus Nugraha mengakui, menyiapkan 12 pos pelayanan. Lima pos di dalam kota. Tahun ini, untuk wilayah perbatasan Berau-Bulungan, tidak disiapkan pos pelayanan. Penempatan pun personel disesuaikan kondisi wilayah.
“Jadi, satu pos pelayananan diisi 10-20 personel. Disesuaikan dengan kondisi wilayah pos pelayananan,” tuturnya.
Diperkirakan arus mudik tahun ini meningkat, jika dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, untuk angka persentase penumpang tidak mengetahui secara pasti. “Kami juga akan terus memastikan ketersediaan armada transportasi, baik darat maupu air. Setiap armada yang berangkat akan dicek petugas di pos pelayanan,” ungkapnya.
Dandim 0903/Bulungan Kolonel Inf Victor Andhyka Tjokro menambahkan, siap bersinergi dengan Polri dalam melakukan pengamanan arus mudik. Tidak hanya di pos pelayanan, Kodim 0903/Bulungan juga akan membentuk pos pengamanan di setiap Komando Rayon Militer (Koramil).
“Kami akan melibatkan Babinsa (Bintara Pembina Desa) untuk pengamanan pada malam takbiran dan salat Id di setiap wilayah Koramil,” tutupnya. (uno2/sas/*/ika/uno)
Editor : izak-Indra Zakaria