Teka-teki Kematian Seorang Nenek 88 Tahun Terungkap, Ternyata Dikarenakan ini..
izak-Indra Zakaria• Rabu, 21 Juni 2023 | 13:21 WIB
Rekonstruksi pembunuhan nenek 88 tahun di Bulungan.
Teka-teki penyebab kematian seorang nenek berinisial U (88) akhirnya terungkap. Berdasarkan hasil autopsy, jenazah korban meninggal dunia akibat pendarahan otak.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Agus Nugraha mengaku sudah menerima hasil autopsi jenazah dari tim forensik RSUD dr. H. Jusuf SK. Hasilnya, penyebab kematian korban karena adanya pendarahan otak. “Tiga hari lalu, kita sudah menerima hasil autopsi jenazah,” kata Agus kepada Radar Kaltara, Senin (19/6).
Pendarahan otak, sambung Agus, terjadi karena adanya benturan di kepala, sehingga menyebabkan korban meninggal dunia. “Ada benturan di bagian kepala. Sehingga, terjadi pendarahan otak,” ungkapnya.
Dalam kasus ini, Polresta Bulungan masih berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan untuk pemeriksaan psikologi terhadap pelaku. “Kita masih menunggu petunjuk dari Kejaksaan Negeri Bulungan. Apakah hasil pemeriksaan psikologi dibutuhkan atau tidak,” ungkapnya.
Jika petunjuk dari Kejari Bulungan hasil pemeriksaan psikologi ini dibutuhkan, maka Polresta Bulungan akan melakukan hal tersebut. “Tetapi, kalau sudah cukup. Iya, kita tidak laksanakan. Jadi, sekarang ini kita masih menunggu petunjuk dari Kejaksaan Negeri Bulungan saja,” bebernya.
Pelaku, sambung Agus, dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 338 KUHP, Pasal 351 ayat (3) KUHP dan Pasal 285 KUHP. “Jadi, kita menjerat pelaku dengan tiga pasal,” ungkapnya.
Seperti diketahui, tindak pidana pembunuhan dan pemerkosaan ini berawal saat pelaku merencanakan untuk mendatangi Panti Sosial Tresna Werdha Marga Rahayu yang berlokasi di Jalan Kakak Tua. Sesampainya di Panti Sosial Tresna Werdha Marga Rahayu sekitar pukul 03.00 Wita, pelaku langsung menuju ke salah satu wisma dan melihat seorang nenek duduk di teras dengan menggunakan handuk.
Kemudian, pelaku menawarkan untuk memijat kaki wanita paruh baya itu di dalam kamar. Selanjutnya, pelaku menyuruh korban untuk berbaring di lantai.
Saat itulah, muncul niat untuk menyetubuhi korban. Karena menolak, pelaku memukul wanita itu sebanyak dua kali pada bagian jidat sebelah kanan dan bagian pelipis sebelah kiri menggunakan tangan kosong hingga membuat kondisinya lemas. Kemudian, terjadilah aksi perkosaan tersebut. (jai/eza)