Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Desa Binusan Dalam Belum Teraliri Listrik

izak-Indra Zakaria • Kamis, 22 Juni 2023 - 20:37 WIB
Tidak sedikit masyarakat yang menumpang keperluan listrik di rumah pengusaha ayam satu-satunya di Desa Binusan Dalam, Nunukan. FOTO: DOK WARGA
Tidak sedikit masyarakat yang menumpang keperluan listrik di rumah pengusaha ayam satu-satunya di Desa Binusan Dalam, Nunukan. FOTO: DOK WARGA

 Warga Desa Binusan Dalam hingga saat ini, belum juga bisa menikmati aliran listrik dari PLN. Padahal wilayah Binusan Dalam, masih satu daratan dengan ibu kota Kabupaten Nunukan.

Selama ini, mereka hanya mengandalkan lampu teplok yang mengandalkan minyak tanya. Itu juga didesain khusus menggunakan kaleng susu.

Itu disampaikan Ketua RT 11 Desa Binusan Dalam, Sappe ketika dihubungi media ini. Sappe berpendapat, wacana pemerintah pusat membangun dari pinggiran, seperti tidak terealisasi seluruhnya.

“Buktinya Desa Binusan Dalam yang masih satu hamparan dengan Pusat Kotanya Nunukan saja kondisinya masih seperti jaman dahulu,” imbuh Sappe.

Padahal di Desa Binusan Dalam, ada 4 RT, masing masing RT 7, RT 8, RT 9, dan RT 11, dengan sekitar 200 KK. Seluruhnya belum terlairi listrik.

Sebagai aparatur pemerintahan terkecil, pihak RT menggalang dukungan dengan berkoordinasi dengan Kodim 0911/Nunukan, terus bermohon ke PLN Rayon Nunukan, mengirim proposal ke Pemerintah Provinsi Kaltara.

Namun sayangnya, sampai hari ini, desanya belum bisa terang, seperti desa sebelahnya.

“Kalau kondisinya sudah seperti itu, apakah kami masih harus percaya wacana membangun dari pinggiran? Kami merasa pembangunan hanya untuk wilayah tertentu, bukan wilayah pedalaman,” tegasnya.

Keterbatasan listrik juga sering menjadi bahan guyon dan lawakan sesama warga Desa Binusan Dalam.

Sappe mengaku, pemerintah pusat hanya mengalokasikan sekitar 230 unit bola lampu solar cell, untuk seluruh Desa Binusan dan Binusan Dalam, dengan total 15 RT dan sekitar 6.000-an penduduk. Tentu, jumlah tersebut jauh dari kata cukup.

Maka, ada jadwal bergilir peminjaman lampu solar cell yang dibuat. “Seperti Di RT 11, hanya mendapat jatah 21 unit bagi 55 KK. Mau tidak mau, kalau ada tetangga yang anaknya punya PR, kita copotkan lampu, kita pinjamkan. Kalau ada yang selamatan, kita pinjamkan lampu dari tetangga lain. Jadi pemakaian lampu itu ada jadwalnya,” ungkapnya.

Belum lagi, adanya antrean charger. Mulai dari anak-anak yang mengisi baterai handphone, sampai orang tua yang isi daya lampu maupun senter, berkumpul di satu rumah.

“Kebetulan, ada pengusaha ayam potong yang prihatin, dan bersedia menarik kabel dari kandang ayamnya, ke bangunan dekat gereja untuk dimanfaatkan penduduk Binusan Dalam,” ungkap Sappe lagi.

Sementara itu, Camat Nunukan, Hasan Basri Mursali mengaku, pihaknya terus mendukung usaha warga untuk mendapatkan listrik PLN, meski sejauh ini, PLN beralasan pada aspek rasio ekonomi.

“Tapi saya selalu sampaikan terus ke Gubernur, dan juga selalu meminta PLN mengabulkan pemasangan listrik di Desa Binusan Dalam. Alhamdulillah, ada janji 2023, PLN mulai melakukan pemasangan,” ungkap Hasan.

Desa Binusan Dalam, juga menjadi lokasi yang direncanakan sebagai areal pemasangan 4 jaringan BTS oleh Kemenkominfo. Namun, rencana tersebut harus urung dilakukan akibat kasus dugaan korupsi yang menjerat actor utama dari proyek tersebut, Jhonny G Plate.

Hasan juga mengatakan, sebenarnya, ada 7 RT di wilayah tersebut, yang belum merasakan listrik PLN. Dua RT ada di Sei Fatimah Desa Binusan, dan 1 RT di kawasan wisata mangrove. Sisanya, 4 RT ada di Desa Binusan Dalam.

“Saya sudah telepon tim survei kemarin, katanya sudah disiapkan untuk tahun ini. Jadi sudah mau dikerjakan untuk RT yang memenuhi syarat,” jelas Hasan. (raw/lim)

 

 
 
Editor : izak-Indra Zakaria