TANJUNG SELOR - Upaya Komando Resor Militer (Korem) 092/Maharajalila fokus dalam penanganan wilayah perbatasan. Sejumlah prajurit pun sering difokuskan dalam penjagaan dan pengamanan perbatasan.
Danrem 092/Maharajalila, Brigjen TNI Ari Estefanus saat dikonfirmasi mengatakan, tetap melaksanakan perintah dari Kodam VI/Mulawarman untuk menjaga perbatasan Indonesia. Rencananya pada Agustus nanti, akan dilakukan rotasi pasukan pengamanan perbatasan (Pamtas) untuk menggantikan yang bertugas saat ini. Sebelum bertugas, mereka akan diterima Gubernur Kaltara.
“Kita tetap melaksanakan Pamtas sampai adanya rotasi. Nanti kami rencanakan untuk Pamtas akan diterima oleh pak Gubernur sebelum masuk kedudukan,” jelasnya, belum lama ini.
Ia menegaskan, dari hasil patroli Pamtas belum ditemukan adanya pergeseran patok. Pasukan TNI rutin melakukan patroli terkoordinasi dengan Tentara Darat Diraja Malaysia, mulai dari Bakelalan sampai Krayan.
“Kegiatan ini dilakukan berkesenimbungan. Saat ini merupakan seri pertama. Jika selesai, dilanjutkan seri kedua dengan rute sebaliknya,” ujarnya.
Menjaga kedaulatan negara di perbatasan. tidak boleh ada sejengkal tanah pun diambil orang asing. Bahkan tidak boleh ada warga Kaltara di perbatasan terlantar.
“Tidak boleh ada yang mengganggu bahkan sampai dilakukan penindakan oleh negara tetangga. Jadi hal prinsip tentang kehidupan bernegara di perbatasan itu harus kita tegakkan,” ungkapnya.
Bahkan menurut dia, wilayah daratan Malinau dan Nunukan yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia memiliki panjang perbatasan 1.038 kilometer. Akan sangat rawan terhadap munculnya masalah-masalah seperti pelintas batas, kejahatan trans nasional, narkoba, penyelundupan dan kegiatan ilegal lainnya yang dapat mengganggu kedaulatan negara. (fai/uno)
Editor : izak-Indra Zakaria