Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Proyek KIHI Diklaim Terus Berjalan, Bangun Pabrik Petrokimia Terbesar di Indonesia

izak-Indra Zakaria • Senin, 24 Juli 2023 | 15:36 WIB
Tampak aktivitas alat berat yang ada di kawasan industri Tanah Kuning-Mangkupadi.
Tampak aktivitas alat berat yang ada di kawasan industri Tanah Kuning-Mangkupadi.

Pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan terus berjalan, itu terungkap dalam diskusi pakar lawyers club (PLC). Penata Kelola Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Rahman Putrayani mengatakan, nilai investasi di KIHI sebesar USD 132 miliar. Dengan anggaran tersebut, ada beberapa pekerjaan yang akan dilakukan, salah satunya pembangunan pabrik petrokimia. “Pabrik petrokimia di kawasan industri akan menjadi pabrik petrokimia terbesar di Indonesia dengan kapasitas mencapai 4×16 juta ton per tahun,” kata Rahman.

Selain pabrik petrokimia, smelter alumina dengan kapasitas 3 juta ton dan pabrik besi dan baja rencananya dibangun di kawasan industri. “Pabrik besi dan baja ini memiliki kapasitas 5 juta ton per tahun,” ungkapnya.

Ke depan, pabrik baterai untuk kendaraan listrik maupun pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) dengan kapasitas 265 giga watt hour (GWh) juga akan dibangun di kawasan industri. “Pabrik polycrystalline silicon dengan kapasitas 1,4 juta ton juga akan dikembangkan di kawasan industri,” bebernya. 

Saat ini, sambung Rahman, PT KIPI telah memiliki tiga tenant. Pertama, PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) yang akan membangun smelter aluminium di atas lahan seluas

600 ha. Ditargetkan, produksi pertama akan dilaksanakan pada semester I 2025 dengan produk aluminium ingot (batangan) sebanyak 500 ton per annum (TPA) tahap awal dan akan mencapai 3 juta TPA pada tahap akhir.

“Target karyawan sekitar lebih dari 6.000 orang pada tahap konstruksi dan 1.500 orang karyawan operasional pasca konstruksi. Saat ini sudah memiliki hampir 1.000 pekerja. Sekarang ini, KAI juga membangun pelabuhan jetty tersus A (utara) sepanjang 835 meter dan jetty tersus B (selatan) sepanjang 726 meter,” jelasnya.

Kedua, PT Kaltara Power Indonesia (KPI). Direncanakan, KPI akan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan kapasitas 1.000 MW. Pembangunan PLTU merupakan strategi transisi energi dari kawasan menuju energi hijau PLTA Sungai Kayan dan Mentarang dengan kapasitas total 10.375 MW.

“Pembangunan PLTA (pembangkit listrik tenaga air) yang ditarget rampung dan mulai produksi listrik pada 2031 menjadi kendala suplai energi bagi pembangunan kawasan industri dan pelabuhan internasional, sehingga perlu dibangun PLTU sebagai bridging energy,” ungkapnya.

Kemudian, untuk pembangunan pabrik industri petrokimia akan dilakukan oleh PT Taikun Petro Chemical di atas lahan seluas 2.400 ha. “Target produksi mencapai 4×16 juta ton per tahun dan telah dibangun port jetty sepanjang 800 meter ke arah laut dan puluhan

dormitory yang dibagi untuk TKA camp area dan TKI camp area serta sudah dilakukan memobilisasi alat kerja, alat berat, alat angkut dan land clearing area seluas 1.000 Ha,” bebernya.

Selain tenant, PT KIPI sebagai pengelola kawasan seluas 13.000 hektare (ha) yang berada di Desa Mangkupadi juga melakukan beberapa pekerjaan. Seperti, membangun gedung kantor pengelola (100 persen), land clearing lahan mess karyawan (dormitory) seluas 10

ha. Menyiapkan lahan limbah seluas 12 ha. Komisioning pembangunan sistem air bersih dan persiapan pembangunan infrastruktur dasar dalam kawasan (jalan dan jembatan). “Untuk pembangunan infrastruktur dasar dimulai semester II tahun ini,” ungkapnya. (jai/eza)

Editor : izak-Indra Zakaria