Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Komitmen Sediakan Banyak RTH dan Ruang Publik

uki-Berau Post • Selasa, 7 November 2023 - 00:20 WIB
MASIH TAHAP PENGERJAAN: Proses pembangunan Kebun Raya Bundayati terus dikebut terlihat berbagai alat berat hingga pekerja konstruksi yang mengerjakan kawasan tersebut.
MASIH TAHAP PENGERJAAN: Proses pembangunan Kebun Raya Bundayati terus dikebut terlihat berbagai alat berat hingga pekerja konstruksi yang mengerjakan kawasan tersebut.

TANJUNG SELOR – Dalam beberapa tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bulungan, Syarwani-Ingkong Ala, banyak capaian pembangunan ruang publik yang dapat dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat.

Selain Tempat Berkumpul, Kabupaten Layak Anak (TEBU KAYAN), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan tengah gencar melakukan revitalisasi besar-besaran kawasan Kebun Raya Bundayati.

“Kebun raya akan menjadi apa ke depan, tentu menjadi komitmen pemda sejak beberapa tahun terakhir,” ungkap Syarwani, belum lama ini.

Bupati menambahkan, berangkat dari komitmen untuk banyak menyediakan ruang publik dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) bagi masyarakat Bulungan. Kebun raya ini nantinya selain menjadi tempat rekreasi masyarakat. Juga menjadi tempat edukasi, termasuk pelestarian berbagai jenis hortikultura endemi Bulungan. Termasuk ruang bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Dalam masterplan-nya Pemkab Bulungan dibantu oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sehingga pada 12 Oktober lalu dilakukan launching logo Kebun Raya Bundayati. Pembuatan logo sendiri dilakukan dengan cara sayembara secara online yang diikuti peserta seluruh Indonesia, sehingga banyak inspirasi.

Dari hasil sayembara dipilihlah logo yang merepresentasikan Bulungan dengan hortikulturanya. Logo yang dibuat peserta dari Kalimantan Selatan (Kalsel). Secara garis besar, filosofi logo Kebun Raya, yang pertama buah lapiu yang merupakan buah endemi yang juga ada di Bulungan.

Buah yang berbentuk hati, kata Bupati, membangun dengan setulus hati mempersembahkan bagi kepentingan seluruh masyarakat. Logo yang terdapat kepala burung enggang merupakan ciri khas Kalimantan secara umum termasuk Kabupaten Bulungan. Tiga pucuk daun di atasnya merepresentasikan Sungai Kayan, dan pucuk juga melambangkan ingin tumbuh dan besar serta melambangkan proses regenerasi.

Menurutnya, saat ini masih berjalan proses pembangunan bronjong untuk pembangunan dua embung dalam kawasan Kebun Raya yang memiliki luas antara 1,2-1,3 hektare masing-masing embungnya.

“Harapannya kawasannya ini dapat kita integrasikan bukan hanya untuk berbagai tanaman endemi dan buah. Tapi juga edukasi sektor perikanan budidaya,” terangnya.

Bupati menambahkan, Kebun Raya ini merupakan ruang publik, dari segi ekologi dan lingkungan selain di dalamnya terdapat tanaman hutan dan buah-buahan. Disisi lain juga akan dibuat ruang sosial kemasyarakatan. Sehingga nantinya di sekitar embung akan dibuat jalur jogging track, termasuk melestarikan budaya.

“Sesuai masterplan yang dibuat BRIN, di dalam kawasan ini ada Amphitheatre. Termasuk akan dibangun rumah tiga suku asli Bulungan, yaitu Bulungan, Tidung dan Dayak. Yang menjadi simbol kekuatan bersama dengan suku-suku yang lain, membangun Kabupaten Bulungan ini,” ungkapnya.

Nantinya di seputaran rumah adat tiga suku ini ada lapangan terbuka, yang bisa digunakan untuk kepentingan lain. Baik kegiatan upacara, olahraga, maupun kegiatan perkawinan outdoor dengan background rumah adat tiga suku ini.

Pembangunan kawasan Kebun Raya ini juga terintegrasi dengan posisi tugu Lamlaysuri, yang sedang dilakukan redesign dipercantik. Nantinya memiliki ketinggian 20-25 meter. Bisa menjadi anjungan swafoto, dari dalam Kebun Raya. Sehingga ruang ini bisa dimanfaatkan untuk publik dan sekaligus mengenalkan keanekaragaman yang ada di Kabupaten Bulungan.

“Selain keanekaragaman tanaman, juga budaya yang ada di Bulungan bisa terepresentasi di Kebun Raya ini,” imbuhnya. Pentingnya RTH, tentu kawasan Kebun Raya ini sangat luas sekali, tidak kurang dari 86 hektare. Dalam proses pembangunannya pun dilaksanakan secara bertahap dan sembari berjalan sudah banyak ruang yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kepentingan pembangunan RTH bukan untuk pemerintah, tapi kepentingan publik,” tegas Bupati.

Dengan seiring pertumbuhan penduduk dan kepadatan pemukiman, sehingga sangat perlu dibuat banyak RTH untuk masyarakat. Karena hal tersebut berkaitan erat dengan kenyamanan dan kesehatan masyarakat.

“Mudahan dengan adanya banyak RTH yang kita buat, mengakomodir kepentingan masyarakat, terutama dari segi kenyamanan,” harapnya.

Termasuk taman sepanjang bantaran Sungai Kayan, yang memang setiap hari Minggu digelar TEBU KAYAN. Sebagai bentuk komitmen Pemkab Bulungan menyedia banyak ruang bagi masyarakat.

“Sehingga tempat berkumpul masyarakat ini bisa direpresentasikan. Baik untuk kegiatan olahraga dan memberi dampak ekonomi bagi UMKM,” tandasnya. (uno2)

Editor : uki-Berau Post
#infrastruktur #lingkungan