Gedung perpustakaan SDN 010 Tanjung Selor dinonaktifkan sementara. Itu dilakukan karena ruangannya kerap tergenang air saat hujan deras.
Kepala SDN 010 Tanjung Selor, Sumiyati mengatakan, untuk sementara gedung perpustakaan dinonaktifkan. Pasalnya, setiap hujan kerap terganang air. “Kami sudah berkoordinsi dengan Disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Bulungan,” kata Sumiyati kepada Radar Kaltara kala ditemui di SDN 010 Tanjung Selor, Kamis (25/1).
Penonaktifan gudang perpustakaan dilakukan demi keamanan murid. Sementara, untuk aset dipastikan sudah diamankan. “Untuk sementara kegiatan perpustakaan dialihkan ke bangunan gudang,” ungkapnya. Meski kondisi perpustakaan sudah memprihatinkan, belum ada peninjauan yang dilakukan oleh Disdikbud Bulungan. Diharapkan, persoalan ini bisa segara direspons pemerintah.
“Sudah kami laporkan. Tetapi, sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada penijauan dari Disdikbud Bulungan,” bebernya.Sementara itu, Ketua Komite SDN 010 Tanjung Selor, Haposan Situmorang menambahkan, setiap kali hujan ruang perpustakaan SDN 010 selalu tergenang. Hal itu disebabkan aliran drainase yang tersumbat.
“Saya berharap pemerintah daerah bisa memperhatikan aliran drainase yang ada di ruas Jalan Semangka,” ujarnya.
Sehingga, ruang perpustakaan tidak tergenang. Karena itu, dirinya berharap agar pemerintah bisa segara menindaklanjuti persoalan ini agar tidak berkepanjangan. Apalagi kondisi ini sudah terjadi selama dua tahun terakhir.
“Setiap hujan deras, ruangan perpustakaan pasti tergenang air,” ungkapnya.
Untuk mengatasi persoalan ini, sudah dilakukan upaya dengan membuat penahan air. Namun, upaya itu tidak efektif. Karena itu, dirinya mendorong pemerintah untuk segara melalukan normalisasi aliran drainase.
“Kalau normalisasi tidak segera dilakukan maka area sekolah akan tergenang air,” bebernya. Ketua RT 049, Subandrio mengakui bahwa pemukiman di wilayahnya kerap tergenang air. Hal itu terjadi akibat aliran drainase yang tidak berfungsi dengan baik.
“Setiap hujan pemukiman warga pasti tergenang. Karena aliran drainase tidak berfungsi normal,” ujarnya.
Mengatasi persoalan ini, warga sudah melalukan normalisasi secara manual. Namun, upaga itu belum efektif untuk mengatasi genangan air yang terjadi selama ini.
“Kita sudah mengusulkan ke pemerintah melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang),” bebernya. Namun, sampai saat ini usulan itu belum ditindalanjuti oleh pemerintah. Dan diminta untuk kembali mengusulkan.
“Sudah dua tahun kita usulkan. Tetapi, sampai sekarang ini belum ada tindaklanjut dari pemerintah untuk normalisasi,” pungkasnya. (jai/har)