Rumah Sakit (RS) Tingkat IV Abdul Rais Fatah, Tanjung Selor diresmikan Presiden Joko Widodo. Peresmian dilakukan secara virtual, Senin (19/2)
Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang mengungkapkan bahwa saat ini hanya ada satu RS di Ibu Kota Provinsi Kaltara yang melayani masyarakat. Yakni, Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor.
"Hari ini (kemarin, Red) kita meresmikan Rumah Sakit Tingkat IV Abdul Rais Fatah Tanjung Selor," kata Zainal kepada Radar Kaltara, kemarin (19/2).
Selain TNI, RS Tingkat IV Abdul Rais Fatah ini juga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum. Khususnya di wilayah Tanjung Selor. Diharapkan, seluruh tenaga kesehatan (nakes) bisa segara terisi. Sehingga, dapat berfungsi secara maksimal.
"Saya sudah melihat beberapa ruangan yang cukup bagus. Begitupun dengan alat kesehatan (alkes). Semoga rumah sakit ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Adek Candra Kurniawan menambahkan, saat ini RS Tingkat IV Abdul Rais Fatah belum bisa berfungsi secara maksimal, karena ketersediaan nakes masih terbatas.
"Kami sudah mengajukan ke Puskesad (Pusat Kesehatan Angkatan Darat) dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk pemenuhan dokter dan perawat," bebernya.
Diharapkan, akhir tahun ini nakes dapat terpenuhi. Sehingga, bisa memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. Adapun kebutuhan nakes sebanyak 101 nakes. Saat ini, hanya ada tiga. Dua dokter dan analis.
"Kami akan bekerja sama dengan BPJS. Untuk memastikan bahwa masyarakat umum dapat memanfaatkan layanan tersebut," ungkapnya.
Bangunan dua lantai ini dengan fasilitas utama seperti instalasi rawat jalan, instalasi bersalin, empat poliklinik, dua ruang operasi, dua ruang VIP, ruang perawatan, medical check-up, laboratorium, radiologi, pemulasaran jenazah, apotik dan musala.
"Untuk pemenuhan alat kesehatan. Kami bekerja sama dengan RS Dr. R. Hardjanto di Balikpapan. Nanti kami akan list kebutuhannya untuk selanjutnya diajukan ke Rumah Sakit Dr. R. Hardjanto," bebernya.
Editor : Indra Zakaria