“Kita fokus melakukan pengecekan kelaikan speedboat terhadap sarana keamanan dan keselamatan pelayaran. Seperti mengecek alat navigasi, komunikasi, apar (alat pemadam api ringan), dan life jacket,” katanya.
Ia menambahkan, dari hasil ramp check yang sudah dilakukan didapati ada beberapa speedboat yang tidak memenuhi sebagian sarana keamanan dan keselamatan pelayaran. Pihaknya menemukan ada speedboat yang life jacket yang tidak laik, apar yang kedaluwarsa dan obatan di kotak P3K tidak lengkap. “Kita berikan mereka tenggang waktu untuk mengantinya,” imbuhnya.
Dari 55 speedboat yang sudah dilakukan ramp check, hanya 12 speedboat yang memenuhi kelaikan. Selebihnya masih diminta untuk menganti alat keselamatan yang kedaluwarsa atau rusak. Apabila speedboat sudah melengkapi sarana yang diminta nantinya akan ditempel stiker kelaikan berlayar.
“Paling lengkap itu speedboat Tarakan - Malinau dinilai sudah memenuhi aspek keselamatan dan keamanan berlayar,” beber Idham.
Ketatnya aturan yang diberlakukan pihaknya bertujuan untuk memastikan keamanan dan keselamatan bagi para pemudik. Pihaknya juga menyiagakan petugas untuk mengontrol sarana dan prasarana yang sudah diganti agar diberikan stiker kelaikan pelayaran.
“Nanti lapor saja ke petugas, supaya bisa langsung diberikan stiker,” tutupnya. (zar/lim)