Korban sendiri sempat meninggal sepucuk surat yang dititipkan ke salah satu tetangganya pada 11 April lalu. Surat itu diduga ditulis korban sebelum melakukan aksi bunuh diri. Dalam surat tersebut berisikan tulisan “Permintaan terakhir makamkan aku satu lubang kubur dengan nenekku.”
"Jadi suratnya itu dititipkan korban ke salah penjual makanan yang berada di depan rumah korban. Itu sehari setelah lebaran," beber Febri.
Saat akan dievakuasi, didapati jasad korban sudah mulai menghitam. Saat ini belum bisa dipastikan apakah korban meninggal dunia karena tersengat listrik. Pihaknya masih mencari keterangan saksi terkait kejadian tersebut.
"Saat ini terus dilakukan pemeriksaan saksi," imbuhnya.
Sementara itu, salah warga sekitar yaitu Imran menjelaskan, korban terakhir kali dilihat oleh warga salat Idulfitri. Sejak itu korban sudah tidak pernah lihat lagi oleh warga. Korban diketahui tinggal sendirian.
"Biasanya suka minta-minta uang Rp 2 ribu ke tetangga-tetangga,” singkatnya. (zar/lim)