Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gara-Gara Jarak Pandang Terbatas, Dua Perahu Terlibat Laka di Perairan Pas Payau Depan Juata Laut

Radar Tarakan • Senin, 13 Mei 2024 - 20:30 WIB
LAKALAUT: Akibat jarak pendek membuat Sebuah perahu dompeng dan speedboat mesin 40 PK terlibat laka laut di Perairan Pas Payau depan Juata Laut pada Sabtu (11/5) lalu. FOTO: ISTIMEWA
LAKALAUT: Akibat jarak pendek membuat Sebuah perahu dompeng dan speedboat mesin 40 PK terlibat laka laut di Perairan Pas Payau depan Juata Laut pada Sabtu (11/5) lalu. FOTO: ISTIMEWA

 

Sebuah perahu dompeng dan speedboat mesin 40 PK terlibat laka laut di Perairan Pas Payau depan Juata Laut pada Sabtu (11/5) lalu. Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona melalui Kasat Polair, Iptu Prabowo Eka Prasetyo mengatakan, informasi lakalaut tersebut didapati pihaknya pada pukul 14.00 Wita. Itu pun didapatkan pihaknya dari sosial media (medsos).

"Setelah dapat informasi kita langsung menerjunkan anggota ke TKP. Namun saat tiba di TKP, perahu dan speedboat tersebut sudah tidak ada karena kejadiannya pagi," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya pun akhirnya mendatangi pijak yang terlibat dalam laka laut tersebut. Salah satu pihak tinggal di Jalan Aki Balak, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat. Berdasarkan keterangan yang didapatkan dari korban yang berinisial MW, kejadian itu terjadi saat dirinya dalam perjalanan dari Perairan Beringin ke Tanjung Tiram, Kabupaten Bulungan untuk menjual kepiting.

"Saat berada di Perairan Pas Payau terjadi hujan lebat sehingga jarak pandang terganggu. Akhirnya speedboat milik MW tabrakan dengan salah satu perahu," ujarnya. Diketahui, untuk perahu tersebut didapati sedang beraktivitas menangkap ikan. Tabrakan itu menyebabkan speedboat terbelah dua. Kemudian untuk perahu dan nahkodanya dalam kondisi baik.

Dari kejadian tersebut, korban dan pemilik perahu dompeng itu sepakat menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Kedua belah pihak juga sepakat tidak melaporkan ke pihak kepolisian.

"Dari perahu dompeng memberikan biaya pengobatan dan perbaikan speedboat Rp 10 juta. Dari situ selesai dan mereka tidak lapor ke kita juga," tutur Prabowo. 

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam namun tidak sampai mendapatkan perawatan di rumah sakit. Diakui MW, bahwa insiden ini terjadi lantaran kedua belah pihak yang sama-sama tidak mengetahui dan jarak pandang terganggu akibat hujan deras.

"Kedua pihak sudah menyelesaikan secara kekeluargaan. Pertimbangan pemberian biaya ganti Rp 10 juta diduga lantaran kondisi speedboat rusak parah dan korban juga terluka," tambahnya. (zar/lim)

 

Editor : Indra Zakaria