Suku Punan Batu Benau Raih Penghargaan Kalpataru 2024
Radar Tarakan• Sabtu, 25 Mei 2024 - 21:15 WIB
KALPATARU: Bupati Bulungan saat menemui masyarakat Punan Batu Benau beberapa waktu lalu.
Prokal.co - Masyarakat Hukum Adat (MHA) Punan Batu Benau yang berada di wilayah Desa Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan menerima penghargaan Kalpataru tahun 2024 dari kategori Penyelamat Lingkungan.
Menanggapi hal itu, Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si mengatakan, Kalpataru ini merupakan penghargaan tertinggi di bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diberikan pemerintah kepada individu maupun kelompok yang dinilai berjasa dalam merintis, mengabdi, menyelamatkan, membina perlindungan, serta pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan.
"Masyarakat Hukum Adat Punan Batu Benau ini mendapat penghargaan Kalpataru karena dinilai berkomitmen menyelamatkan lingkungan, yang ditunjukkan dengan menjaga kelestarian hutan adat di sepanjang tepian Hulu Sungai Sajau dan Hutan di sekeliling Gunung Benau," ujar Bupati.
Keberadaan masyarakat Punan Batu Benau selama ini menjadi perhatian khusus Pemkab Bulungan. Bahkan pada 6 Juni 2023 lalu, Bupati secara langsung menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perlindungan MHA kepada masyarakat Punan Batu di Liang Meriam, area Gunung Batu Benau.
"Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bulungan turut berbangga dan mengucapkan selamat atas diraihnya penghargaan Kalpataru tahun 2024 ini. Hal tersebut selaras dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam hal menjalankan program pembangunan berkelanjutan," bebernya.
Bupati menambahkan, penganugerahan Kalpataru 2024 ini akan dilaksanakan pada Juni 2024 di Jakarta dalam rangka peringatan hari lingkungan hidup sedunia.
Lima tahun yang lalu, tepatnya 10 Juli 2019 Kabupaten Bulungan juga pernah meraih penghargaan Kalpataru.
Dari peran seorang H. Nurbit warga Desa Antutan, Kecamatan Tanjung Palas, penghargaan Kalpataru diserahkan oleh Wakil Presiden, H.M. Jusuf Kalla di Jakarta kala itu.
Untuk diketahui, MHA Punan Batu Benau merupakan salah satu dari sepuluh penerima penghargaan Kalpataru 2024 ini.
Berdasar surat keputusan Menteri LHK Nomor: 574 Tahun 2024 tertanggal 17 Mei 2024, dirincikan sedikitnya ada 4 orang penerima penghargaan kategori perintis lingkungan, 1 orang kategori pengabdi lingkungan, 3 kelompok kategori penyelamat lingkungan, serta 2 orang kategori pembina lingkungan.
Kemudian, secara administrasi kawasan yang ditinggali Suku Punan Batu Benau berada di RT 11 Desa Sajau. Mereka hidup di sepanjang tepian hulu Sungai Sajau dan hutan di sekeliling Gunung Benau.
Lokasi hunian utama mereka berada di liang-liang goa yang tersebar di kawasan hutan Gunung Benau. Jumlah anggota komunitas ini sebanyak 35 kepala keluarga (KK) dengan 106 jiwa.
Komunitas Punan Batu memiliki tradisi dalam pemanfaatan sumber daya hutan sejak jaman leluhur mereka hingga saat ini. Hampir seluruh aktivitas kehidupan mereka sangat tergantung kepada keberadaan hutan.
Mereka masih menempati liang-liang goa sebagai tempat tinggalnya, meskipun untuk beberapa saat mereka terlihat berdiam pada tenda-tenda terpal di tepian Sungai Sajau. Kehidupan keseharian mereka senantiasa berjalan menjelajahi kawasan hutan Gunung Benau untuk mencari sumber makanan. (iwk)