"Apalagi hasil rumput laut ini potensinya cukup besar," katanya. Ia menambahkan, terkait dengan ekspor rumput laut pada tahun 2023 lalu, hasil rumput laut Kaltara sempat diekspor ke Filipina.
Saat itu, hasil rumput laut dari Kabupaten Nunukan diekspor sebanyak 39 ton. Namun untuk saat ini komoditas rumput laut di Kaltara masih lebih didominasi untuk kebutuhan domestik.
"Sasaran pasar rumput laut ini kedepannya akan ke Filipina. Bahkan sudah ada buyer beberapa di sana (Filipina) menyampaikan ke kita untuk minta sampel rumput laut," sebutnya.
Selain Filipina, Korea Selatan juga tertarik untuk mengekspor hasil rumput laut dari Kaltara. Roy menjelaskan, saat ini rumput laut dibutuhkan di beberapa negara lantaran sudah mulai terdapat produk berbahan baku rumput laut.
"Biasanya untuk kosmetik, tapi kita belum tau jelasnya nanti kita update lagi," imbuhnya.
Tidak hanya rumput laut, komoditas ikan bandeng juga diminati oleh negara Timur Tengah salah satunya Uni Emirat, Arab. Berdasarkan informasi yang ia terima, ikan bandeng digunakan untuk konsumsi para jemaah haji.
"Itu jadi pasokan konsumsi jemaah. Kalau ikan-ikan lain seperti ikan layur, kerapu, bawal itu ke China. Mulai menggeliat juga di sana. Meski tidak sebanyak udang ya," tutupnya.(zar/lim)